Suami Simpanan Bu Ika, Si Bos Cantik // Part 1

RAKSASAPOKER Sudah hampir 2 tahun saya bekerja di perusahaan swasta ini. Aku terlalu bersyukur, karena di usiaku yang ke 25 tahun saya mendapat posisi sebagai supervisor.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Aku mempunyai atasan seorang wanita berusia 40 tahun. Wajahnya cantik, tapi biarpun berwajah cantik banyak karyawan yang tidak suka dengannya.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Orangnya keras, sombong dan kadang-kadang cuek. Namun mengingat posisiku sebagai bawahannya, saya cukup menyadari beban posisi yang wajib dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan.


Karyawan terhadap takut kalo di panggil bu Ika suruh menghadap, tapi sebaliknya denganku. Aku terlalu menghendaki dipanggil untuk menghadapnya. Bahkan sering saya mencari-cari alasan untuk dapat menghadap ke ruangan pribadinya.

Bu Ika merupakan mantan peragawati. Maka berasal dari itu biarpun umurnya sudah berkepala 4 tubuh bu Ika masih muncul seksi. Wajahnya terhitung masih kelihatn cantik tanpa tersedia kerutan di wajahnya. Saking keseringan saya menghadap bu Ika di ruangannya, saya terasa tersedia gelombang persahabatan yang terlontar berasal dari perkataannya dan terhitung gerak geriknya. Tak jarang bu Ika sering memuji penampilanku. Ada kebanggaan tersendiri apabila saya dapat menarik perhatiannya, mudah-mudahan dapat berpengaruh terhadap gajiku. Hahaha…

Sampai terhadap suatu hari, saya dipanggil untuk menghadap bu Ika, Saat itu mukanya muncul terlalu tegang dan kusut. Aku pun memberanikan diri untuk peduli.

“Bu Ika hari ini kog kelihatnnya kusut sekali, apa tersedia masalah?” kataku sembari menuju kursi di depan mejanya.

“Iya nih Gung, saya kembali steres berat, mana urusan kantor banyak banget disempurnakan setiap di rumah wajib berantem mirip suamiku…capek campur kesel jadinya” jawabnya.

“Makanya saya manggil kamu kesini, entah mengapa setiap saya kembali kesel kalo review kamu jadi ilang deh keselku” imbuhnya sambil matanya menatapku tajam.

Aku terhenyak diam sesaat, terpaku. Kaget campur ga yakin matang iya bu Ika bilang begitu mirip aku. Batinku.

“Hy Agung diajak berkata kog jadi benging sih” katanya sambil menyenggol lenganku.

“Oh ga kog bu, cuma kaget aja dengar bu Ika berkata seperti itu. Aku ga yakin matang iya saya dapat membawa dampak tenang wanita secantik dan seseksi ibu” kataku gugup.

“Beneran, oya Gung entar temeni saya makan siang di hotel ya…kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kami jangan kesan bareng ga enak mirip karyawan yang lain…nanti kamu duluan aja kami ketemu disana oke?” kata bu Ika. DAFTAR ID PRO PKV


Aku tambah tergagap, tidak menyangka akan diajak makan bareng mirip bu Ika.

“Baik bu…” jawabku lalu terjadi muncul berasal dari ruangannya.

Setelah membereskan meja kerjaku, tepat jam makan siang saya segera menuju hotel yang ditentukan oleh bu Ika. Di didalam mobil saya cobalah menyimpulkan promosi jabatan apa yang akan bu Ika berikan padaku. Bikin penasaran aja. Kenapa wajib makan siang di hotel? Terbersit dipikiranku, mungkin bu Ika perlu kawan makan, kawan berkata atau mudah-mudahan kawan tidur. Hahhaha… mana mungkin bu Ika mau tidur denganku yang notaben saya cuman seorang karyawan biasa. Aku lalu mencoba kesampingkan pikiran kotor itu.

Sekitar setengah jam saya menanti di lobby hotel, tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah menegaskan yang dimaksud itu aku, dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya bu Ika atasanku menanti di didalam kamar hotel itu. Aku menurut saja melangkah ke elevate yang membawaku ke kamar itu. Ada rasa berkecamuk penuh tanda bertanya di pikiranku hingga terhadap selanjutnya bu Ika mengakses pintu kamar sambil tersenyum manis berasal dari balik pintu.

“Maaf ya Agung, saya beralih pikiran bersama mengajakmu makan di kamar…silakan duduk kami ngobrol..oya kamu mau pesen makan apa?” kata bu Ika. Aku terlalu ga menyangka akan seperti inim saya terlalu gugup.

“Ga usah gugup donk biasa aja…” ujar bu Ika melihat tingkahku.

“Aku ga yangka bu, dapat makan siang mirip ibu seperti ini. Siapa sih orangnya yang ga bangga diundang makan mirip wanita secantik ibu” pujiku ditengah kegugupanku.

“Kamu dapat aja Gung, emangnya saya masih terlihat cantik ya?” jawab bu Ika bersama pipi memerah. Persis kayak anak ABG yang kembali dipuji dan disanjung.

“Cantik sekali bu, oya bu sejujurnya saya selama ini memimpikan untuk dapat berdekatan dan berduaan bersama bu Ika, makanya saya sering nyari alasan sehingga dapat masuk ke ruangan bu Ika” kataku polos.

“Aku memang terhitung sudah tau kog kalo kamu sering nyari-nyari alasan sehingga dapat menemuiku di ruanganku. Bahkan kamu terhitung sering mengambil padang menatapku kan?” ungkapnya. Ditembak seperti itu saya jadi malu sekali. Ternyata bu Ika memperhatikanku juga.

Lalu kami berpandangan mata cukup lama. Posisiku saya di daerah duduk sedangkan bu Ika duduk dibibir daerah tidur. Dari wajahnya muncul terkecuali wanita ini tengah kesepian, raut mukanya menandakan akan hausnya sex. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Wajahnya tambah dekat.. dekat.. saya diam aja sambil konsisten menatap matanya. Bu Ika lantas mencium lembut bibirku. Kutepis rasa gugup dan segera membalas ciumannya. Bibir kami saling berpagutan.

“Pesen makannya nanti aja ya Gung?” katanya disela ciuman yang tambah panas.

Bu Ika duduk dipangkuanku, Aku menyadari kalo yang duduk dipangkuanku ini adalah seorang bos di daerah kerjaku. Tapi biarlah saya sudah terbuai bersama nafsu. Tangan kirinya melingkar di leherku sementara tangan kanan memegang kepalaku. Ciumannya tambah dalam, saya lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yang kutau selama ini. Kupilin dan kuhisap lidahnya bersama lidahku. Sesekali ciumanku menggerayang ke leher dan belakang telinganya. Bu Ika mengelinjang kegelian.

“Ternyata kamu hebat berciuman terhitung ya Gung, saya ga pernah dicium sehebat ini mirip suamiku, bahkan akhir-akhir ini dia cuek dan ga mau menyentuhku” ucap bu Ika curhat.

Aku berpikir, bego banget suaminya tidak mau menyentuh wanita secantik dan seseksi bu Ika. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yang lama-lama bosan, pikirku.

Bu Ika menarik tanganku menuju ke ranjang tanda ingin segera bercinta, tapi saya mencegahnya bersama memeluknya sementara berdiri. Kucium kembali berulang-ulang, tanganku terasa aktif meraba payudaranya. Tubuh bu Ika menggelinjang penuh gairah. Kutarik blasernya dan kulempar ke kusri, Kubuka kancing kemejanya lalu kutarik ke bawah celana panjangnya. Bu Ika cuma terdiam mengikuti sensasi yang kuberikan. Wow, saya terkagum-kagum melihat panorama yang tersedia di depanku. Kulitnya putih bersih, pantatnya berisi, bodynya kencang dan ramping dan toketnya yang masih cukup kencang biarpun ga begitu besar. Celana didalam merah jambu sebanding warna bersama BH yang menutupi payudaranya.

“Ibu terlalu wanita khusus yang pernah saya lihat” gumamku memujinya.

Kini giliran bu Ika terasa melepas busana yang saya kenakan. Namun dia lebih garang kembali karena dia melepas semua pakaianku tanpa tersisa. Penisku yang sedari tadi sudah tegang kini muncul tegak berdiri seakan menantang bu Ika.

“Kamu ganteng banget Gung” katanya seraya tanganya meremas lembut penisku dan tak lama lantas bibir mungilnya sudah mengulum penisku.

Nikmat sekali sentuhan bibir dan jilatan lidahnya berasal dari ujung penisku hingga terhadap kedua pelerku. Aku sudah ga tahan menerima sensasi yang diberikan oleh bu Ika. Kuangkat tubuhnya dan kudorong ke ranjang, kuloloskan celana didalam dan BH-nya. Aku mencapai dua bukit kembar miliknya dan kuremas-remas. Tanganku merayap ke memeknya yang sudah terlalu basah. Jari tengahku menyentuh itilnya dan terasa mengelusnya. Bu Ika terhentak. Sesekali jariku kumasukkan ke didalam lubang memeknya berusaha membawa dampak sensasi bersama menyentuh G-spot-nya. Vilapoker