Otak Mesum Bereaksi Ketika Melihat Gadis Setengah Bugil // Part 1

RAKSASAPOKER Kemarin seperti biasa aku pulang kerja pagi hari, lebih kurang pukul 8 pagi, hari itu aku tidak pulang ke daerah temanku dough (istri orang), melainkan aku pulang ke rumah orang tua. 

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Ketika aku tiba di rumah, aku segera ke kamarku, tidak lama terdengar ketukan pintu kamarku,

ternyata papaku, dia bilang kecuali mereka akan pergi ke luar negeri, aku di ajak tapi aku menolak dengan alasan capek, selanjutnya aku di rumah, aku segera ke depan komputer,


aku buka web site cerita seks, ternyata tersedia cerita baru dan birahiku naik, tapi aku tahan.

Tiba-tiba perutku lapar sekali, aku turun ke bawah mencari makanan di kulkas, sambil makan aku nonton TV. Terdengar pula irama lagu rap, aku hapal sekali, tetanggaku miliki 2 anak wanita, yang satu sudah menikah, yang satu kembali masih SMA, namanya Tara. Dia manis, putih, dengan rambut pirang.

Saya memandang sudah pukul 10, aku tahu benar dia baru selesai mandi, karena kamarnya pas di seberang kamarku. Saya taruh makananku’ lantas aku lari naik ke atas, ke kamarku. Ternyata pandangannya tidak benar-benar jelas, kecuali kecuali ia berdiri di dekat jendela dan kembali pula aku was-was ketahuan.

Lalu aku lari kembali ke balkon atas dimana lebih tahu pemandangannya, benar saja dia berdiri di dekat jendela tanpa BH cuma kenakan celana dalam hitam. Indah sekali tubuhnya, lantas dia menunduk ke arah kipas angin mengeringkan rambutnya yang basah, dengan pantat ke arah jendela.

Saya benar-benar tidak tahan lantas aku onani, tapi masih belum puas juga, selanjutnya aku cobalah menyingkirkan birahiku dengan mencoba tidur, tapi irama musik rap yang muncul berasal dari jendela kamar Tara benar-benar mengganggu, selanjutnya aku buka jendela, dan aku cobalah memanggil DAFTAR ID PRO PKV


“Tara…, Tara”, lantas ia muncul dengan kenakan handuk saja.

“Ya, tersedia apa?”.

“Tolong dong kecilin nada radiomu?”.

“Oh, maaf Tha, aku baru tahu kecuali kamu pulang kerja?”.

“Ya”.

“Tunggu sebentar ya, aku matiin dulu?”, aku cuma mengangguk, aku tahu rumahnya tidak tersedia siapa-siapa.

Saya masuk berasal dari pintu belakang yang tidak terkunci, lantas aku panggil dia, dia cuma bilang “ke sini dong!”.

Saya segera naik ke lantai atas, “Kamu di mana?”.