Ngentot Dengan Janda Gersang Saat Berteduh // Part 2

RAKSASAPOKER Kutarik kepala Sri agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku ke arah bibirnya yang mungil. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Ternyata Sri tidak canggung mengakses mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dengan lembutnya.

Tangan kanannya mengelus batang kemaluanku namun tangan kirinya meremas buah kemaluanku.


Aku memajukan bokongku dan batang kemaluanku tambah dalam memasuki mulut Sri. Kedua tanganku sibuk meremas buah dadanya, selanjutnya bokongnya dan juga kemaluannya. Aku mainkan jariku di clitoris Sri, yang membuatnya menggelinjang, sementara aku rasakan kemaluan Sri merasa membasah, aku tahu, saatnya sudah dekat.

Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Sri, dan kudorong Sri sampai telentang. Rambut panjangnya kembali terburai di atas bantal. Sri merasa sedikit merenggangkan ke dua pahanya, agar aku enteng memasang diri di atas badannya, dengan dada menghimpit ke dua buah dadanya yang montok, dengan bibir yang melumat bibirnya, dan anggota bawah tubuhku berada di pada ke dua pahanya yang tambah dilebarkan. DAFTAR ID PRO PKV


Aku turunkan bokongku, dan merasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Sri, selanjutnya aku geserkan agak ke bawah dan kini merasa kepala kemaluanku berada salah satu ke dua bibir besarnya dan merasa menyentuh mulut kemaluannya.

Kemudian aku dorongkan batang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Sri si janda kampung . Terasa agak seret majunya, dikarenakan Sri sudah menjanda dua tahun, dan agaknya belum merasakan batang kemaluan laki-laki sejak itu. Dengan sabar aku majukan terus batang kemaluanku sampai selanjutnya tertahan oleh basic kemaluan Sri.

Ternyata kemaluanku memadai besar dan panjang bagi Sri, tetapi ini cuma sebentar saja, dikarenakan segera merasa Sri merasa sedikit mobilisasi bokongnya agar aku bisa mendorong batang kemaluanku sampai habis, menghunjam ke dalam liang kemaluan Sri.

Aku melepas batang kemaluanku di dalam liang kemaluan Sri kira-kira 20 detik, baru setelah itu aku merasa menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, selanjutnya aku dorongkan dengan lebih cepat sampai habis.

Gerakan bokongku ternyata menghidupkan berahi Sri yang juga menimpali dengan gerakan bokongnya maju dan mundur, terkadang ke arah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yang sebabkan kepala dan batang kemaluanku merasa di remas-remas oleh liang kemaluan Sri yang tambah membasah.

Tidak terasa, Sri terdengar mendasah dasah, terbaur dengan dengusan nafasku yang ditimpali dengan udara nafsu yang tambah membubung. Untuk kali pertama aku menyetubuhi Sri si janda kampung, aku belum menghendaki laksanakan tipe yang barangkali akan membuatnya kaget, jadi aku teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, tetapi ini juga menghasilkan hasil kenikmatan yang amat sangat.

Sekitar 40 menit kemudian, disertai dengan jeritan kecil Sri, aku hunjamkan seluruh batang kemaluanku dalam dalam, kutekan basic kemaluan Sri dan sekejap kemudian, merasa kepala kemaluanku menggangguk-angguk di dalam kesempitan liang kemaluan Sri dan pancarkan air maniku yang sudah tertahan lebih dari satu minggu.

Terasa badan Sri melamas, dan aku biarkan berat badanku tergolek di atas buah dadanya yang montok. Batang kemaluanku merasa melemas, tetapi masih memadai besar, dan kubiarkan tergoler dalam jepitan liang kemaluannya. Terasa tersedia cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaku.

Sambil memeluk tubuh Sri si janda kampung yang berkeringat, aku bisikan ke telinganya, “Sri, menerima kasih, menerima kasih…”