Mendadak Jadi Horny // Part 2

RAKSASAPOKER Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun ganti ke atas dan mulai mengerjai klitorisku berasal dari atas ke bawah dan begitu tetap berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Aeeh.. uuh.. Rob.. aawh.. ehh..!”

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Aku cuma mampu mengelus dan menjambak rambut Om Tanto bersama dengan tangan kananku, tengah tangan kiriku berusaha berpegang pada atas meja untuk menolong tubuhku agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang.


Badanku mulai mengejang dan juga cairan vaginaku mulai mulai meleleh muncul dan Om Tanto pun menjilatinya bersama dengan cepat hingga vaginaku mulai kering kembali.

Badanku kemudian direbahkan di atas meja dan dibiarkannya kakiku menjuntai ke bawah, tengah Om Tanto melebarkan ke-2 kakinya dan siap-siap memasukkan penisnya yang besar dan udah tegang berasal dari tadi ke didalam vaginaku yang juga udah tidak sabar mengidamkan dimasuki olehnya.

Perlahan Om Tanto mendorong penisnya ke didalam vaginaku yang sempit dan penisnya mulai menggosok-gosok dinding vaginaku. Rasanya benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku cuma memejamkan mata dan nikmati semuanya.

“Aawww.. gede banget sih Rob..!” ujarku dikarenakan berasal dari tadi Om Tanto belum sukses juga memasukkan semua penisnya ke didalam vaginaku itu.

“Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina anda juga sempitnya.. ampun deh..!”

Aku tersenyum sambil menghambat gejolak nafsu yang udah menggebu.

Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om Tanto sukses masuk seutuhnya ke didalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai bergerak maju mundur. Makin lama gerakannya tambah cepat dan terdengar Om Tanto mengerang keenakan.

“Ah Rin.. sedap Rin.. aduuh..!”

“Iii.. iyaa.. Om.. enakk.. ngentott.. Om.. teruss.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.

Om Tanto tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya. Memang jika udah begini kebanyakan muncul kata-kata kasar berasal dari mulutku dan ternyata itu mengakibatkan Om Tanto tambah nafsu saja. DAFTAR ID PRO PKV


“Awwh.. awwh.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.

Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah berasal dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Tanto yang tetap berdiri tanpa mencabut penisnya berasal dari didalam vaginaku. Diputar begitu rasanya cairanku menetes ke sela-sela paha kita dan gesekannya benar-benar nikmat.

Kini posisiku membelakangi Om Tanto dan dia pun mulai menggenjot ulang bersama dengan model doggie style. Badanku membungkuk ke depan, ke-2 payudara montokku menggantung bebas dan turut berayun-ayun tiap-tiap kali pinggul Om Tanto maju mundur.

Aku pun turut memutar-mutar pinggul dan pantatku. Om Tanto mempercepat gerakannya sambil sesekali meremas gemas pantatku yang semok dan putih itu, kemudian berpindah ke depan dan mencari putingku yang udah benar-benar tegang berasal dari tadi.

“Awwh.. lebih keras Om.. pentilnya.. puterr..!” rintihku dan Om Tanto dan juga merta meremas putingku lebih keras ulang dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.

Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang menyaksikan Om Tanto yang tengah merem melek keenakan. Gila rasanya tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om Tanto di mana-mana yang menggerayangi tubuhku.

Putingku diputar-putar tambah keras sambil sesekali payudaraku diremas kuat. Klitorisku digosok-gosok tambah gila, dan hentakan penisnya muncul masuk vaginaku tambah cepat. Akhirnya orgasmeku mulai lagi. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Begitu juga bersama dengan Om Tanto, kelanjutannya dia ejakulasi juga dan memuncratkan spermanya di didalam vaginaku yang hangat.

“Aaah.. Riin..!” erangnya.

Om Tanto melepas penisnya berasal dari didalam vaginaku dan aku berlutut lemas sambil bersandar di samping meja dapur dan sesuaikan napasku. Om Tanto duduk di sebelahku dan kita sama-sama tetap terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.

“Sini Om..! KInan bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar selangkangan Om Tanto.

Om Tanto cuma terdiam sambil mengelus rambutku yang udah acak-acakan. Setelah bersih, gantian Om Tanto yang menjilati selangkanganku, kemudian dia menghimpun pakaian seragamku yang berceceran di lantai dapur dan mengantarku ke kamar mandi.

Setelah membersihkan vaginaku dan memakai seragamku kembali, aku muncul menemui Om Tanto yang ternyata udah memakai kaos dan celana kulot, dan kita sama-sama tersenyum.

“Rin, Om minta maaf yah malah begini jadinya, anda nggak menyesal kan..?” ujar Om Tanto sambil menarik diriku duduk di pangkuannya.

“Enggak Om, berasal dari pernah KInan emang bahagia mirip Om, menurut KInan Om itu temen ayah yang paling ganteng dan baik.” pujiku.

“Makasih ya Sayang, ingat jika ada apa-apa jangan segan telpon Om yah..?” balasnya.

“Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”

“Iya Rin, anda juga. Om aja nggak nyangka anda mampu muasin Om kayak tadi.”

“He.. he.. he..” aku tersipu malu.

“Oh iya Om, ini titipannya ayah nyaris lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om Tanto.

“Iya, makasih ya KInan sayang..” jawab Om Tanto sambil tangannya meraba pahaku ulang berasal dari didalam rokku.

“Aah.. Om, KInan musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepas diri berasal dari Om Tanto.
Om Tanto pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang.

Di didalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya.

“Non, kok lama benar-benar sih nganter amplop doang..? Ditahan pernah yah Non..?”

Sambil menghambat tawa aku pun berkata, “Iya Pak, dikasih ‘wejangan’ pula..”

Supirku cuma mampu memandangku berasal dari kaca spion bersama dengan pandangan tidak tahu dan aku cuma membalasnya bersama dengan senyuman rahasia. He..he..he.