Memuaskan Seorang Dokter di Dalam Hotel // Part 2

RAKSASAPOKER Yudi, kenapa kamu bengong ? ayo kami jalan ” katanya mengagetkanku

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
” eh..ya..ayo kemana kami dokter ? ” jawabku agak gugup

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

” Yudi, saya kan senang beliin kado buat hadiah keponakan Bapak yang senang menikah hari Sabtu besok dan saya senang beliin dia kalung mas saja, jadi kamu antar ke mal yang tersedia toko masnya,


 sehabis itu kami makan malam di Pecenongan saja biar santai ..” kata dokter Elina sehabis di di dalam mobil inventarisku.

” Beres bos…” jawabku 1/2 bercanda.

Singkat cerita, kami malam itu cuma ke mal belanja apa yang dia cari dan makan malam saja langsung pulang ke hotel.

” Besok rencana senang kemana kembali dokter ? ” tanyaku waktu di lobby di hotel

” Pagi saya ngga kemana2, di hote, saja, kamu ngga usah jemput saya..” jawabnya

” Kalau begitu saya dan sales manager dapat menjemput dokter di hotel untuk makan siang.. Itu yang boss pesan tadi untuk acara besok ” kataku lagi

” Ok kalau begitu sampai jumpa besok di hotel , thank’s ya Yudi”

” Baik dokter saya pamit dulu. Selamat malam ” akupun langsung pulang. Besoknya kami cuma makan siang dan dia juga tidak senang ditemani jalan2 malam harinya. ” Wah.. legaa ” pikirku senang.

Selesai jam kantor sekitar jam 5 sore kala saya sudah bermaksud pulang, tiba2 terdengar bunyi hpku, dan kala saya melihat ternyata dokter Elina yang memanggil. ” Yudi, kamu tersedia dimana ? Kalau tetap dekat bersama hotel, kamu datang dulu kesini ya…” terdengar nada dokter Elina berasal dari seberang hp.

” Baik dokter, kebetulan saya baru muncul kantor. Saya dapat langsung kesana ” jawabku 1/2 mengeluh dikarenakan pikirku bakalan jadi sopir kembali nich…..

Setengah jam kemudian saya sampai di hotel daerah dokter Elina menginap dan saya langsung mengetuk pintu kamarnya. Ketika pintu dibuka muncul dokter Elina cuma mengenakan baju renang, one peace sih namun tepat di bagian perut, pinggang dan punggung bagian bawah modelnya berlubang agar muncul pusar dan kulit yang coklat mulus dibagian yang selama ini saya tidak dulu melihat, sayang bagian yang lebih bawah tidak mampu muncul dikarenakan ditutup bersama handuk sampai ke lutut.

” Ayo temani saya berenang, tadi tepat jalan2 dikolam renag saya jadi kepingin berenang di hotel namun saya malas sendirian, makanya saya panggil kamu buat nemani saya di hotel ..” sambutnya waktu membuka pintu

” Tapi…saya ngga bawa baju renang dok ” kataku agak bingung

” Kan mampu membeli dikantin kolam renang hotel. Ayo pokoknya temani saya berenang, ambil tuh handuk di hotel yang satunya..” katanya 1/2 memaksa.

Akupun ngga mampu menolak dan kami menuju kolam renang di hotel. Dokter Elina cuma kenakan baju renang yang bagian bawahnya dibalut handuk namun saya tetap kenakan baju kantor lengkap bersama menenteng handuk.

Setelah sampai dokter Elina langsung menuju kolam dan meletakan handuknya dibangku dipinggir kolam, saya belanja celana renang dan menuju kamar pindah dan akupun menyusul doktr Elina , sayang saya ngga sempat melihat dokter Elina membuka lilitan handuknya dikarenakan waktu itu saya kembali di kantin untuk membeli celana renang.

Satu jam berlalu kami berenang dan kadang sambil cerita kesana kemari, langit mulai gelap dan lampu2 sekitar kolam renang sudah dinyalakan, dokter Elina mengajakku untuk berhenti akupun sepakat dan inilah waktu yang saya tunggu2 yaitu waktu dia naik dan saya mampu melihat keindahan tubuhnya dibalik baju renangnya.

Benar saja saya melihat tubuh yang sexy punya dokter Elina meskipun kulitnya berwarna coklat namun mulus sekali apalagi di dalam suasana basah layaknya ini lebih menambah kesexyan tubuhnya pikirankupun mulai macam2 apalagi waktu naik kepinggiran kolam dia menoleh sambil senyum kearahku.

Sepertinya dia jelas saya bakalan takjub melihat wujud tubuhnya dan sebenarnya begitulah sesungguhnya sampai2 saya merasakan tersedia pemberontakan dibagian bawahku, namun saya langsung mengalihkan agar burungku tidak berdiri, kan malu kalau waktu muncul kolam burungku berdiri, saya kan cuma pakai celana renang, mampu terlihat menonjol donk. Akupun muncul berasal dari kolam dan menyita bajuku, saya jadi ingat kalau kami ngga bawa sabun atau shampoo buat bilas.

” Kita bilas dikamar hotel saja ndry….lebih enak, kan tersedia air panasnya.” katanya sambil melilitkan handuknya dan akupun melilitkan handuku namun pakaianku saya tenteng, sepertinya dokter Elina jelas apa yang tersedia dipikiranku. Kamipun menuju ke kamar hotel. Saat kami di dalam kamar dan pintu sudh kami kunci tiba2 tangan dokter Elina menariku ” yuk…kita bilas sama2…”

Aku kaget, pasti saja ngga menolak ” bener nih..? ‘ tanyaku meyakinkan. Dokter Elina cuma senyum sambil tangan kanannya menariku namun tangan kirinya melepas handuknya dan membiarkannya berserak di lantai dan akupun mengikutinya.

Di di dalam kamar mandi dia langsung memunculkan air panas dan menutup lubang bath tub agar mulai terisi air panas. Sambil tetap tersenyum dan memandangku dia melepas baju renangnya. sekejap dia sudah telanjang bulat diahadapanku.

Kakiku agak goyah melihat pemadangan ini, didepanku berdiri bersama rambut yang tetap basah tanpa baju selembarpun seorang wanita cantik berkulit coklat bertitel dokter bersama tubuh yang sangat sexy, tubuh padat memuat bersama bulu kemaluan yang hitam tebal, paha yang berwujud indah bersama bulu2 lembutnya, DAFTAR ID PRO PKV


punggung bagian atasku tanpa trasa bersandar ke tembok dan tanpa saya memahami pula dokter Elina sudah membungkuk sambil melepas celana renangku dan langsung saja burungku yang sudah berdiri nongol muncul dikarenakan saya ngga pakai cd sewaktu berenang tadi. Sementara itu bath tub sudah mulai penuh bersama air hangat.

” Jangan bengong saja, ayo kami mandi…” akupun jelas berasal dari kekagumanku terhadap tubuh dokter Elina dan akupun menarik nafas panjang berulang2 mencoba menguasai diri dan saya berhasil.

” OK, mana sabunnya biar saya gosok punggung dokter ….eh namun saya shampooin dulu aja…” sehabis saya shampooin rambutnya akupun mulai mengosok punggung dokter Elina sambil berdiriyang mulus bersama sabun cair miliknya

Pertama ku gosok bersama kedua tanganku punggungnya, kemudian tengkuknya, lehernya, akupun mulai merapatkan tubuhku ketubuh dokter Elina dan berasal dari belakang saya mulai meggosok payudaranya yang ternyata tetap kencang dokter Elina mulai naik birahinya, kepalanya mulai disandarkan ke bahuku dan kepalanya digeser2kan ke telinganku sambil mulutnya mulai mendesis…….sssshhh…ssssh hh….Tanganku yang basah dan licin dikarenakan sabun saya elus2kan dikedua payudaranya terkadang saya turunkan keperutnya dan mengusap bulu jembutnya, saya naikan kembali ke payudaranya.

Tangan kanannya menyita sabun cair dan dituangkan ketelapak tangan kirinya, sambil punggungnya tetap ttap bersandar ke tubuhku tangan kirinya mencapai burungku dan mulai mengusap2 burungku yang sudah berdiri dan makin lama tegang waktu tangannya yang halus dan licin dikarenakan sabun mulai pelan2 mngocok burungku…. eeeggghhhh……. berasal dari mulutkupun muncul suar tertahan dikarenakan nikmat.

Dokter Elina konsisten meremas dan mengurut burungku, waktu tangankupun konsisten mengelus payudara, perut dan selangkangannya. Birahi kamipun memuncak. Apalagi saya yang rasanya nyaris menyemprotkan spermaku. Posisi kami sudah saling berhadapan bersama tangan dokter Elina tetap konsisten mempermainkan burungku.

Aku konsisten menciumi wajah dan bibir dokter Elina . Tiba2 …… byuuur….. kami berdua terjatuh ke bath tub dan berdua langsung tertawa terbahak2 rupanya tanpa jelas kami bergerak dan kaki kakiku menabrak bath tub agar mnyebabkan kami kecebur. Spermakupun ngga jadi muncul dan kami putuskan mandi dulu, foreplaynya ditunda.

Selesai mandi dokter Elina langsung menyeretku ke daerah tidur. Aku disuruh duduk di pinggir kasur dan dia jongkok sambil mencapai burungku yang mulai mengecil dan menyedotnya cuma sebentar burungku mulai naik kembali diapun mulai menjilati bagian kepala buungku kemudian leher bagian bawah burungku yang merupakan bagian paling sensitif tanganku mulai untuk mendukung tubuhku sambil saya konsisten mnikmati jilatan dan hisapan dokter Elina.

Dokter Elina berdiri dan mencium bibirku. Aku minta dia selalu berdiri dan sambil duduk saya mulai menciumi payudaranya, lidahku saya putar2kan di putingnya kdua tanganku menggerayangi pantatnya yang padat…..ssshhh…ndry….dar i mulutnya terdengar desisan sambil tangannya megusap2 rambutku.

Ciumanku turun keperutnya konsisten saya jilati jembutnya, selangkangannya. Kakinya mulai mengangkang. Dengan mulutku konsisten menciumi selangkangannya saya berlutut di bawah dokter Elina dan bersama posisi mengadah lidahku mulai menjilati klitorisnya…..aahhh….ssshs sshh…..mulut dokter Elina konsisten mengeluarkan erangan kenikmatan , pantatnya digoyang2kan mengimbangi gerakan lidahku, tangannya menekan kepalaku agar lidahku lebih menekan ke klitorisnya.

Tiba2 dokter Elina menaikan kaki kirinya ke pinggiran kasur agar memeknya yang sudah basah dan licin lebih terbuka, lidahku makin lama gila muncul masuk menjilati seluruh bagian memeknya dan diapun mekin keras menggoyang pantatnya, tiba2 dia tangannya menekan keras2 kepalaku sambil pantatnyapun ditekan kuat2 ke mukaku badannya bergetar ……

hhggghhh…..hhgghhhh… …ahhhhh…..srrt.. .srtt..lidahku merasakan cairan kental asin menyemprot masuk mulutku dan dokter Elina pun jatuh terduduk di pinggiran kasur, nafasnya tidak teratur, dadanya naik turun, saya berlutut di lantai sambil memeluk pinggangnya dan menciumi perutnya.

“…ndry..gila kamu ndry….aku mampu muncul banyak sekali….. kamu telan ya ? ”

” Emang sama suami ngga dulu begini ? ” saya balas bertanya

” Main oral sih namun ngga sampai muncul begini dia minta buru2 dimasukin. Lidahmu benar2 pandai muasin perempuan. Ngga jelas yang bawah soalnya kelihatanya tidak perkasa dan ukurannya juga ngga gede ” katanya sambil mendorongku untuk terlentang,

aku menolak dan menyuruhnya terlentang sambil kakinya selalu di lantai agar muncul memek bersama bulu lebatnya menggunung, saya langsung mengarahkan burungku ke lubang memeknya yang sudah sangat licin dan langsung masuk ….slep…aku mulai memompa pelan2 dan makin lama kencang dan terdengar ….crop… crop…. crop…

karena memeknya makin lama basah dan licin dan nada iu makin lama keras waktu saya memompanya lebih keras . Kedua kakinya mulai dibuka lebar2 sambil ditekuk dan ditahan dipinggiran kasur . Saat posisi ini saya tidak memompa namun saya tekan pantatku agar burungku mentok didinding rahimnya dan saya putar kuat2………..

ahhh…… hhhh …. konsisten ndry.. putar yang kuat…..a ku jelas dokter Elina senang orgasmeyang kedua dan saya putar kuat2 ambil menekan dan tangan dokter Elina menarik pantatku dan….aahhhku …hmmhh….badannya mengejang sementara dan matanya yang indah melotot.Hhh….badanyapun terkulai lemas. dokter Elina mencapai kepalaku dan mencium bibirku sambil senyum manis..

”benar2 luar biasa, mulut dan burungmu, ayo kamu dibawah”

“Masih kuat ?” tanyaku

dokter Elina langsung jongkok di atas burungku dan memasukannya ke memeknya yang makin lama basah apalagi membasahi batang burungku. Crop….crop….crop, terdengar nada waktu dia mulai mengayun pantatnya dan dia tengkurap sambil merapatkan kakkinya dan membuka kedua kakiku.

Dia tidk menaik turunkan pantatnya namun menggoyangkannya agar burungku mulai diputar di dalam memeknya dan burungku lebih menempel ke klitorisnya memicu birahi kami enteng naik dan sebentar gerakannya pun makin lama liar dan akupun sudah tidak mampu menghambat ledakan spermaku, tubuh kami bergetar dan saling memeluk erat2…”dokter….aku keluaarrr”

“aku juga ndry” kami saling berciuman dan sebentar kemudian terkulai lemas.

Terpaksa saya menemani dokter Elina tidur di hotel dan kami mengulanginya dua kali. Kini dokter Elina sudah kembali ke Ambon. Aku cuma menghendaki tersedia saudaranya kembali yang menikah agar ia datang ke Jakarta lagi.