Memuaskan Seorang Dokter di Dalam Hotel // Part 1

RAKSASAPOKER Aku supervisor marketing di sebuah perusahaan farmasi. Sebelum aku menjadi supervisor posisiku adalah yang biasa disebut Detailer, 

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
yaitu wakil dari perusahaan farmasi yang bertugas mengenalkan dan memastikan dokter dapat produknya bersama dengan harapan menuliskan produknya diresep, dan aku ditaruh di Makasar.

Sebulan sekali aku tugas luar kota ke Ambon sepanjang satu minggu. Itu lebih kurang tiga tahun selanjutnya . Sekarang dikarenakan udah banyak perkembangan,


di Ambon udah ditaruh seorang Detailer, bersama dengan panggilan Antoni.

Sekarang aku ditaruh di Jakarta membawahi lebih dari satu Detailer. Suatu hari, hari Kamis sementara itu, aku dipanggil oleh Sales Manager ke kantornya, ” Yudi, anda kenal dokter…(sambil mengatakan nama) yang di Ambon kan ?” tanya bossku

” Kenal, pak. Emang kenapa ? ” aku balas bertanya.

” Tadi Antonitelpon katanya istri dokter tersebut senang singgah ke Jakarta ada keperluan. Jadi besok kita jemput bersama2 di Bandara ” mengerti bossku

” Ooh, dokter Elina yang senang datang, aku terhitung kenal dia, baik pak besok kita jemput bersama2 ”

Adalah udah biasa bagi perusahaan farmasi untuk menjamu seorang dokter dan atau keluarganya, apalagi dokter tersebut banyak menuliskan produk2nya di resep. Demikian terhitung bersama dengan suami dokter Elina ini, dia adalah paling banyak menunjang perusahaan kita di Ambon. Kalau dokter Elina sendiri bertugas di sebuah puskesmas kecil di Ambon dan dia tidak praktek pribadi, menjadi hanya meresepkan obat2 generik. Tapi aku udah mengenal dia sewaktu aku kerap ke Ambon dulu.

Dokter Elina sewaktu aku di Ambon baru menikah 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Dia orangnya baik, wajahnya cantik khas muka Ambon boleh dibilang manis, tinggi badannya lebih kurang 165 cm, usianya sementara itu lebih kurang 27 tahun, menjadi saat ini lebih kurang 30 tahun, tentang bentuk tubuhnya aku tidak begitu mengerti dikarenakan sementara ketemu dia selalu mengenakan jubah putih dokternya yang longgar dan aku tidak terlalu perhatikan dikarenakan aku sementara itu tidak tertarik bersama dengan wanita yang berkulit gelap, meskipun kulit dokter Elina tidak terlalu hitam.

Yang aku dengar (karena aku belum dulu menyaksikan sendiri) dokter Elina sewaktu belum married adalah seorang atlet volley dan kerap mewakili Maluku di kejuaraan2 tingkat Nasional. Hari Jumatnya aku dan bossku menjemput dokter Elina di bandara,

” Halo dokter Elina , selamat datang….sendiri saja dokter ? ” sambut kita di pintu penjemputan sambil menyalami dia yang muncul fresh bersama dengan celana katun hitam longgar dan kaos lengan panjang berwarna cream yang terhitung longgar.

” Ya, aku sendiri saja habis suamiku masih repot cari uang terus….. waah Yudi, anda masih layaknya dulu saja…. selalu awet muda….” balas dia sambil tersenyum menunjukkan giginya yang putih rapi.

Saat di dalam mobil aku menanyainya ” Belum punya momongan dokter ? ”

” Belum dikasih ” jawabnya singkat, tetapi aku mengerti dia agak berat untuk menjawab dan aku alihkan pembicaraan. DAFTAR ID PRO PKV


” Dokter Elina , kita senang ke mana dulu nich ? ” tanyaku

” Kita langsung aja di hotel dulu, aku senang pindah baju dulu udah lengket badanku ” jawab dokter Elina.

” Ngga makan siang dulu saja dokter Elina ? ” tanya bossku, meskipun aku mengerti sementara itu udah lewat sementara makan siang.

” Ngga ah, tadi udah makan di pesawat dan saat ini masih kenyang. ” jawabnya sambil ulang tunjukkan giginya yang putih.

” Kalau begitu kita antar dokter ke hotel dulu sehingga dokter istirahat dulu biar nanti malam Yudi jemput dokter untuk makan malam atau kemungkinan dokter senang pergi kemana, jikalau aku tidak dapat ikut, aku ada janji bersama dengan orang…” kata Sales Managerku, dalam hatiku langsung berkata…

” bakalan menjadi sopir nich, tetapi yach…. inilah anggota dari pekerjaanku. I have to enjoy it ”

” Aduh….jadi ngrepotin nich ” jawabnya basa basi.

Kami antar dokter Elina ke sebuah Hotel bintang empat yang tentu saja dibiayain perusahaan di mana aku bekerja. Setelah check-in dan mengantar dokter Elina kekamarnya aku dan bossku pulang ke kantor dan aku langsung pulang kerumah untuk mandi dan pindah baju. Sampai disini aku masih selalu belum membawa perasaan apa2 pada dokter Elina .

Pukul enam lewat sepulu menit aku ketuk kamar dokter Elina . Tidak lama kemudian pintu dibuka dan …. dokter Elina muncul bersama dengan dandanan yang baru kali ini aku melihatnya. Dokter Elina mengenakan celana jeans stretch ketat warna biru tua bersama dengan T shirt ketat berleher V yang memadai rendah sehingga belahan dadanya yang kencang sedikit terlihat, bersama dengan warna yang sama celananya.

Disinilah aku terasa menyaksikan keindahan tubuh dokter Elina , payudara tang tidak terlalu besar tetapi padat berisi, pinggang ramping bersama dengan perut yang masih rata diteruskan bersama dengan pantat yang padat serta bentuk paha yang panjang berisi, dia hanya Mengenakan sepatu kets, rambutnya diikat model ekor kuda sehingga menyisakan rambut2 halus di kening dan tengkuknya bersama dengan kulitnya yang coklat tetapi mulus. Sejenak aku terpesona.