Dosen Yang Menjadi Kekasih Gelap Sejak Pertama Kali ML // Part 2

RAKSASAPOKER Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh… tanpa kuduga dia balas kecupanku. 


RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya.

Kukecup, “Aah… cup… cup… cup…” dia juga menjadi dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, tersedia kira-kira 10 menitan kita melakukannya,


tetapi kali ini dia udah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

“Aah… jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!

Kubisikkan Ibu Vivin, “Vivin kita ke kamarku aja yuk!”.

Dengan sedikit agak kaget juga tetapi tanpa perlawanan yang artinya kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di pinggir daerah tidurku. Aku udah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak… indahnya tubuh ini, kok nggak tersedia sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya.

“Ah… ssh… terus Ian”, Ibu Vivin tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang udah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian,

Aah… sssh…” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri sebab kala itu dia pas menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah… aku juga udah menjadi terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya hingga lepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu… cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah… uh… sssh… Ian kamu kok pintar sih, aku juga udah nggak tahan lagi”, sebetulnya sebetulnya ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vivin juga udah kepengin terhubung celanaku dengan sekali tarik aja lepas udah celana pendek sekaligus celana dalamku.

“Oh… besar amat”, katanya. Kira-kira 15 cm dengan diameter 3 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uuh… uh… shhh..” dengan teliti aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan tentu dan lembut. Aku menjadi menciumi berasal dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke di dalam lubang kemaluannya, “Aah… uh… ssh….. terus Ian”, Vivin mengerang.

“Aku juga enak Vivin”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh… oh… ah…. Vivin terus sayang”, dengan lahap juga kusapu seluruh dinding lubang kemaluannya, “Aahk… uh… ssh…..” kira-kira 15 menit kita laksanakan posisi 69, udah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Sudah menjadi kepala kemaluanku melacak sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, “Aakh… sshh… pelan-pelan ya Ian, aku tetap perawan”, katanya. “Haaa…” aku kaget, benar rupa-rupanya dia tetap suci. Dengan sekali dorong kembali udah menjadi licin. DAFTAR ID PRO PKV


Blessst, “Aahk…” teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menyingkirkan rasa sakitnya, sehabis 2 menitan lamanya kumulai menarik kembali batang kemaluanku berasal dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin sebab baru pertama kali hanya dengan kala 7 menit Vivin…

“Aakh… ushh… usssh… ahhhkk… aku senang keluar Ian”, katanya. “Tunggu, aku juga udah senang keluar akh…” kataku. Tiba-tiba menegang udah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan menjadi kepala batang kemaluanku disiram serupa air surganya, membuatku tidak kuat kembali memuntahkan…

“Crot… crot… cret…” banyak juga air maniku muncrat di di dalam lubang kemaluannya. “Aakh…” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya. Dengan lembut dia cium bibirku, “Kamu menyesal Ian?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama mau.”

Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak tersedia kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku kerap bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kita laksanakan kalau di tempat tinggal sedang sepi, atau di daerah penginapan misalnya kita udah sedang kebelet dan di tempat tinggal sedang ramai.

Sejak kejadian itu pada diri kita berdua menjadi bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelap ku.