Cerita Sex: Sejak Pertama Kali ML Hingga Ketagihan // Part 1

RAKSASAPOKER Namaku Andhika, aku seorang siswa di SMU yang cukup top di kota Makassar. Pada hari itu aku ingin menyita tugas kimia di rumah tidak benar satu kawan cewekku, sebut saja Rina.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Di sana kebetulan aku ketemu teman baik Rina.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Kemudian kami pun berkenalan, namanya Laura, orangnya cukup cantik, manis, putih dan bodinya montok sudah layaknya anak kelas 3 SMU.


Pakaian sekolahnya yang putih dan agak kekecilan tambah menaikkan kesan payudaranya jadi lebih besar. Ukuran payudaranya mungkin ukuran 32B gara-gara seakan dapat busana seragam-nya itu sudah tidak mampu membendung tekanan berasal dari gundukan gunung kembar itu.

Kami saling diam, hanya aku tengah mengamati dadanya dan pantatnya yang begitu montok. Wah serasa di langit ke-7 kali kecuali aku mampu nikmati tubuh cewek ini, pikirku. Terkadang mata kami berjumpa dan bukannya ke GR-an tapi aku rasa cewek ini termasuk punya perasaan terhadapku.

Setelah satu jam berada di rumah Rina, aku pun berpamitan kepada Rina tapi dia menahanku dan memintaku mengantarkan Laura pulang gara-gara rumahnya agak jauh dan sudah agak sore dan kebetulan aku tengah bawa “Kijang Rangga” milik bapakku.

Akhirnya aku menyetujuinya hitung-hitung ini kesempatan untuk mendekati Laura. Setelah sebagian lama terdiam aku mengawali percakapan bersama dengan menanyakan, “Apa tidak tersedia yang marah kecuali aku antar hanya berdua, entar pacar kamu marah lagi..?” pancingku. Dia hanya tertawa kecil dan berkata, “Aku belum punya pacar kok.”

Secara perlahan tangan kiriku mulai menggerayang coba memegang tangannya yang berada di atas paha yang dibalut rok-nya. Dia memindahkan tangannya dan tinggallah tanganku bersama dengan pahanya. Tanpa menampik tanganku mulai menjelajah, selanjutnya tiba-tiba dia mengangkat tanganku berasal dari pahanya, “Awas Andhi, review jalan dong! entar kecelakan lagi..” bersama dengan nada sedikit malu aku hanya berkata, DAFTAR ID PRO PKV



“Oh iya sorry, habis enak sih,” candaku, selanjutnya dia tersenyum kecil seakan menyetujui tindakanku tadi. Lalu aku pun mempunyai mobil ke area yang gelap gara-gara kebetulan sudah mulai malam, “Loh kok ke sini sih?” protes Laura. Sambil mematikan mesin mobil aku hanya berkata,

“Boleh tidak aku cium bibir kamu?”

Dengan nada malu dia menjawab,

“Ahh tidak tau ahh, aku belum dulu gituan.”
“Ah tenang aja, nanti aku ajari,” seraya langsung melumat bibir mungilnya.

Dia pun mulai menikmatinya, sehabis nyaris lima menit kami melakukan permainan lidah itu. Sambil memindahkan posisiku berasal dari area duduk sopir ke samping sopir bersama dengan posisi agak terbungkuk kami konsisten melakukan permainan lidah itu, pas itu dia senantiasa dalam posisi duduk.

Lalu sambil melumat bibirnya aku menyetel area duduk Laura agar posisinya berbaring dan tanganku pun mulai mempermainkan payudaranya yang sudah agak besar, dia pun mendesah, “Ahh, pelan-pelan Andhi sakit nih..” Kelamaan dia pun mulai menyukaiku langkah mempermainkan ke dua payudaranya yang tetap dibungkus seragam.

Mulutku pun mulai menurun melingkari lehernya yang jenjang pas tanganku mulai membuka kancing busana seragam dan langsung menerkam dadanya yang tetap terbungkus bersama dengan “minishet” tidak tebal serasa “minishet” bergambar beruang itu menaikkan gairahku dan langsung memindahkan mulutku ke dadanya.

“Lepas dulu dong ‘minishet’-nya, nanti basah?” desahnya kecil.

“Ah tidak papa kok, entar lagi,” sambil mulai membuka kancing “minishet”, dan mulai melumat puting payudara Laura yang sekarang tengah telanjang dada.Sementara tangan kananku mulai mempermainkan lubang kegadisannya yang tetap terbungkus rok dan tanganku kuselipkan di dalam rok itu dan mulai mempermainkan lubangnya yang nyaris membasahi CD-nya yang tidak tebal berwarna putih dan bergambar kartun Jepang.

Mulutku pun konsisten menurun menuju celana dalam bergambar kartun itu dan mulai membukanya, selanjutnya menjilatinya dan menusuknya bersama dengan lidahku. Laura hanya menutup mata dan mengulum bibirnya merasakan kenikmatan.

Sesekali jari tengahku pun kumasukkan dan kuputar-putarkan di lubang kewanitaannya yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia hanya menggenggam rambutku dan duduk di atas jok mobil menghindar rasa nyeri. Setelah itu aku kecapaian dan menyuruhnya, “Gantian dong!” kataku.

Dia hanya menurut dan sekarang aku berada di jok mobil dan dia di bawah. Setelah itu aku menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mulai membuka celana “O’neal”-ku dan melorotkannya. Lalu aku menyuruhnya memegang batang kemaluanku yang berasal dari tadi mulai tegang.

Dengan inisiatif-nya sendiri dia mulai mengocok batang kemaluanku.

“Kalau digini’in enak tidak Andhi?” tanyanya polos.
“Oh iya enak, enak banget, tapi kamu berkenan nggak yang lebih enak?” tanyaku.

Tanpa berbicara kembali aku memegang kepalanya yang sejajar bersama dengan kemaluanku dan sampailah mulutnya mencium kemaluanku. “Hisap aja! enak kok kayak banana split,” dia menurut saja dan mulai melumat batang kemaluanku dan kadang kala dihisapnya.

Karena mulai maniku nyaris terlihat aku menyuruhnya berhenti, dan Laura pun berhenti menghisap batang kemaluanku bersama dengan raut muka yang sedikit kecewa gara-gara dia sudah mulai nikmati “oral seks”. Lalu kami pun berubah posisi kembali sambil menenangkan kemaluanku.