Cerita Sex Dewasa Bercinta Dengan Guru Muda Buatku Bergairah // Part 2

RAKSASAPOKER Aku beranikan diriku untuk membelai rambutnya.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tantri : “Aku tersedia hadiah bikin anda nih, namun tutup mata pernah ya”
Vicky : “Kenapoa engga langsung kasih aja?”
Tantri : “kamu nih disuruh tutup mata namun tetap buka, ih bandel”

Aku mengalah saja. Kututup mataku sambil bertanya-tanya di dalam hatiku, apa yang berkenan dia kasih.


Tiba-tiba saya merasakan sesuatu yang lembut di bibirku, kala saya mengakses mataku, saya terperanjat lihat guruku sendiri menciumku. Aku menyedot lidahnya sambil kucium-cium bibirnya, lantas kuteruskan dengan mencium-cium daun telinga dia sambil berkata “Aku sayang kamu”.

Setelah daun telinga, kuterusi ke leher, kupegang-pegang leher anggota belakang dengan kedua tanganku sambil kucium-cium lehernya. Dia begitu menikmatinya sampai matanya merem melek dan mendesah. Dari leher tanganku turun ke dada, kuremas-remas dadanya sambil kujilati putingnya. Desahan nya makin kencang, kugigit pelan puting kiri nya, tangan nya sambil mengocok penisku. Aku langsung tukar posisi 69. Aku mampu lihat dengan tahu memiaw Tantri… baunya harumdan langsung kujilat, rasanya benar-benar enak.

Pasti dia kerap memelihara badan nya. Kumainkan lidahku di baguan klitoris dan labia mayora, sembari kumasukkan lidahku ke di dalam liang vagina nya. Erangan nya tambah kencang. Sedotan Tantri terhitung enak, semua batang penisku dilumatnya, benar-benar enak. Saking enaknya, tak jadi saya sudah dibikin muncul oleh Tantri. Setelah saya capai kepuasan, kini gantian Tantri yg saya bikin puas. Aku memasukkan jariku ke di dalam lubang vagina nya sambil kujilat-jilati bibir vagina Tantri yang berwarna pink.

“ahh… saya engga tahan nih”

Kupercepat gerakan tanganku ke di dalam vagina nya sambil kupegang klitoris nya dan pada akhirnya dia orgasme juga. Orgasme nya benar-benar deras sampe membasahi wajah ku dan lebih dari satu ranjang nya.

“Vicky maafin saya ya, muncul sampe banyak gitu ngenain wajah kamu”
“kalo anda yang keluarin engga apa-apa”, saya langsung mencium bibir nya.
“masukin ademu ke dalem marmutku dong… kepengen nih aku”

Aku ambil posisi missionary, kumasukkan adekku dengan perlahan, masuk ke di dalam vagina nya benar-benar sempit. Dia tetap perawan, kumasukkan dengan perlahan penisku supaya dia tidak kesakitan. Kupercepat sedikit, Tantri tampaknya meringis kesakitan, ku tak perdulikan erangan itu. Langsung ku masukkan semua penisku ke di dalam vagina nya. Yeah saya mendapat perawan nya Tantri. Dia tampak menangis kecil mencegah kesakitan, langsung saja kucium untuk meredakan pengaruh sakitnya. Aku jadi mempercepat permainanku. DAFTAR ID PRO PKV


Expresi wajah Tantri berubah, tadinya agak kesakitan saat ini beralih jadi penuh nafsu. Tantri makin menikmati permainanku, ditambah desahan nya makin kencang. Aku pikir penisku mengenai anggota g-spot nya. Kusodok penisku di anggota itu, tak lama Tantri pun mengalami orgasme yang kedua. Aku mengajak Tantri untuk tukar posisi wot. Penisku perlahan dimasukkan ke di dalam vagina nya… Bless, benar-benar nikmat, ditambah dengan otot vagina nya yang meremas penisku mengakibatkan kenikmatan nya bertambah. Dia terus mendesah keenakan, goyangan nya hot juga, padahal baru pertama kali merasakan sex. 6 menit kemudian, goyangan nya makin cepat.

“ahh saya berkenan muncul ulang nih”
“eh jangan muncul dulu, barengan aja sama aku. saya terhitung bentar ulang kok”

Akhirnya kami muncul secara bersamaan. Sperma ku banyak muncul di di dalam dan dia orgasme terhitung cukup banyak. Setelah kami “bertarung”, Tantri memeluk ku dan menciumku.

“makasih ya sayang, anda sudah bikin saya ngerasain nikmatnya bercinta”
“ya sama-sama sayang. Ngomong-ngomong, anda berkenan engga jadi pacarku? Aku sayang banget sama kamu.

Sejak pertama kali review kamu, jadi tersedia perasaan puas sama kamu. Aku selalu mikirin anda terus di rumah. Aku terhitung pernah kepengen anda jadi pacarku.”. Tantri terdiam sejenak. Dia menitikkan air mata.
“Aku terhitung sayang sama kamu. Aku engga berkenan kehilangan kamu.”

Kami berpelukan dan berciuman lagi. Tak jadi sudah jam 3 sore. Kemudian saya pamit sama Tantri untuk pulang.

Hari-hari seterusnya berlangsung seperti biasa, tidak tersedia yang tahu mengenai interaksi kami berdua. Sejak saat itu, kami jadi rajin bercinta tiap tiap hari minggu dan sabtu. Mudah-mudahan hubunganku dan Tantri mampu langgeng.