Cerita Dewasa Sekretaris jadi Boss // Part 2

RAKSASAPOKER Ayo, tunggu apa lagi? lumat sepuasnya! katanya keras sambil menjambak rambutku dan menariknya ke dalam rok mininya.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Wajahku menjadi terbenam di selangkangannya dengan posisi tetap berlutut dan ke-2 tanganku yang tetap terikat ke belakang.

Mulailah bibir dan lidahku mobilisasi tugasnya dengan melumat liang kemaluannya yang ternyata sudah basah sedari tadi.


Aroma khasnya di situ jadi memunculkan nafsuku untuk memainkan lidahku dengan liar. dan membuat liukanliukan Sylvi menjadi jadi tak karuan menahan nikmat yang tiada tara.

Kadangkadang kakinya bergetar waktu bibirku menemukan clitorisnya dan mengemutnya lembut.

Merasa tak tahan lagi, Sylvi jadi tingkatkan kaki kirinya ke atas meja koper di sampingnya, agar praktis rok mininya tak menutupi apaapa lagi.

Liang kemaluannya jadi terbuka lebar yang membuat lidahku jadi leluasa menjilat dan mengemut segala sudutnya.

Tangannya jadi keras menjambak rambutku ikut mengatur gerakangerakan kepalaku di selangkangannya, sampai pada akhirnya dengan sekuat tenaga ditekannya dalamdalam wajahku dibarengi dengan hentakanhentakan pinggulnya yang hebat.

Aghh.. agghh, teriaknya terlepas berarti sudah tercapainya puncak kenikmatan di dirinya.

Kedua pahanya menekan keras kepalaku sebagian waktu lamanya.

Sementara itu wajahku pun tak mampu banyak bergerak dan cuma mampu nikmati hangatnya cairan yang membanjir berasal dari liang kewanitaannya.

Pelanpelan himpitannya pahanya mengendur, lantas dia menyuruhku duduk di kursi tegak di depan meja rias.

Sylvi tetap tak mengakses ikatan tanganku, bahkan memindahkannya ke belakang kursi, agar posisiku sama orang tahanan yang tengah diinterogasi.

Bedanya saya dalam suasana bugil total dengan batang kemaluanku yang berdiri tegak dan susah turun, bahkan menyaksikan di kaca rias, Sylvi mulai memerosotkan rok mini merahnya di sebelahku.

Beberapa detik lantas Sylvi membuat kejutan ulang dengan segera duduk di meja rias depanku dengan posisi kaki mengangkang dan tangan menumpu ke belakang.

Sengaja rupanya dia berbuat begitu agar saya jadi tersiksa menyaksikan segarnya kemaluan wanita muda ini serta keindahan tubuhnya tanpa mampu berbuat apaapa, meskipun tetap tersisa BH mini hitamnya yang membuat buah dadanya menyembul bak hendak keluar.

Masih dengan liukanliukan erotisnya dengan wajahnya yang dingin penuh sensualitas menatapku, pelanpelan ke-2 kakinya diturunkan sambil memajukan tubuhnya sampai kakinya terkangkang menekan tepi kursi yang kududuki.

Ingin rasanya segera kutusukkan batang kemaluanku yang tepat berada di bawah kemaluannya, tetapi Sylvi punyai sensasi lain.

Mataku yang kini tepat di depan buah dadanya mesti menyaksikan gerakan tangannya yang perlahan ke belakang, mengakses kaitan BHnya dan melemparnya jauh.

Kedua tangannya lantas dilepaskannya ke samping sambil lebih menegakkan badannya melepaskan mataku tak berkedip menyaksikan ke-2 bukitnya yang tak begitu besar tetapi bulat padat dan mancung ke depan.

Putingnya yang muncul menegang berwarna merah muda itu benar-benar kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih mulus. DAFTAR ID PRO PKV


Sylvi membuatku jadi panasdingin dengan gerakan tangannya lantas yang memelintirmelintir sendiri putingnya sambil meliukliuk.

Kamu tentu sudi ini! kata Sylvi menggodaku.

Iya boss.. saya mau.. please, pintaku menyambung.

Ayo jilat! perintahnya sambil tibatiba menyodorkan buah dadanya ke depan.

Slurp.. slurp.. lidahku menjilatjilat putingnya dengan ganasnya bak makan ice cream.

Bersamaan dengan itu Silvy menurunkan tubuh mungilnya agar batang kemaluanku yang jadi tegak mengeras terbenam ke dalam lubang kemaluannya.

Aaakh.., desah kami hampir bersamaan merasakan nikmat yang penuh sensasi ini.

Tubuhnya bergoyang hebat seirama dengan membabi butanya bibir dan mulutku menjelajah ke-2 bukitnya yang berguncangguncang bebas.

Keringatnya yang deras di situ jadi melicinkan jalannya bibirku berpindahpindah di ke-2 bukitnya.

*** Cerita Dewasa ***

Ayo gigit.. isep sepuasmu! perintahnya ulang sambil meluruskan ke-2 tangannya berpegangan pada ujung atas kursiku.

Gerakan pinggulnya yang kadang berputar kadang naikturun membuat batang kemaluanku bagai dikocok dan mulai jadi licin menembus lubang kemaluannya berasal dari bawah.

Ketika goyangannya jadi cepat, ulang mendadak Sylvi menghentikan gerakannya dan mengangkat tubuhnya buruburu.

Aku sudi pindah posisi, katanya cepat sambil mengakses ikatan tanganku, lantas naik ke tempat tidur dengan posisi merangkak.

Pantatnya yang putih mulus menungging di hadapanku membuatku berinisiatif menciumi bongkahan pantatnya bersamaan dengan kubukanya ke-2 pahanya lebih lebar dengan tanganku yang sudah bebas.

Sylvi tak tahan, bahkan waktu kujilat panjang berulangulang di sepanjang belahan pantatnya.

Cepaat masukkan, teriaknya menahan geli.

Segera kuhujamkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya berasal dari belakang.

Sylvi merontaronta kenikmatan waktu gerakan memompaku jadi cepat, bahkan dibarengi ke-2 tanganku yang begerilya meremasremas buah dadanya di depan.

Kembali Sylvi tak tahan, dan dia mengidamkan permainan ini diakhiri dengan posisi berhadapan.

Tubuhnya membalik dengan cepat dan menjepitkan ke-2 kakinya di pinggangku.

Dengan cepat kupompakan batang kemaluanku yang disambut ulang dengan goyangan pinggulnya yang seksi. Sylvi lantas melepaskan jepitan kakinya dan menyimpan ujung kakinya di ke-2 bahuku.

Gunakan mulutmu.. ciumi apa yang ada, perintahnya sambil tersengalsengal.

Baik boss, jawabku ulang sambil raih ke-2 kakinya yang indah itu ke wajahku dan kujilatkujilat dengan lahap telapak kakinya.

Goyangan pinggulnya menjadi jadi menggila ikuti kegelian di kakinya.

Sementara posisi batang kemaluanku yang masuk tegak lurus ke liang kemaluannya membuatnya jadi mendekati klimaks.

Benar saja, Sylvi melebarkan pahanya tibatiba dan menarik tubuhku ke arahnya.

Lebih cepat.. ayo! perintahnya yang segera kuikuti dengan hujaman batang kemaluanku yang jadi dalam dan cepat dibarengi dengan mulutku yang kini mendarat di buah dadanya kembali.

Ahh.. ahh.. agghh.. teriak Sylvi bersamaan dengan tubuhnya yang melengkung ke atas berarti kenikmatan tiada tara.

Sylvi yang paham saya belum raih klimaks segera raih batang kemaluanku dan mengocoknya cepat.

Aku sudi kau keluarkan di mulutku.. cepat! kata Silvy sambil mengakses bibirnya yang sensual itu tepat di depan batang kemaluanku.

Iyya boss.. iyya, jawabku tersengalsengal menahan nikmat.

Aaagghh.. erangku lantas bersama-sama dengan menyemburnya cairan berasal dari ujung batang kemaluanku yang segera memenuhi mulut dan wajah Sylvi.

Tak Cuma berhenti disitu saja.

Sylvi lantas menjilatjilat sisa cairan di sepanjang batang kemaluanku, memainkan lidahnya di ujung kepalanya, dan diakhiri kuluman lembut dengan memasukkan dalamdalam batang kemaluanku ke mulutnya yang membuatku bagai terbang di awan.

Sylvi menjadi bossku tetap aja yah, kataku sambil mengecup bibirnya lembut sesudah kami beristirahat.

Kenapa.. senang ya permainan tadi? kalo gitu ciumin ulang tubuhku sebelum saat era jabatanku berakhir, katanya ulang yang kali ini agak manja.

Dengan senang hati boss, jawabku sambil mulai menjilati ulang tubuh bugilnya yang mulus dan menelentang pasrah itu tanpa tersedia yang terlewatkan.

Hari Seninnya, pagipagi di kantor, kami bertemu. Selamat pagi boss, sapa kami bersamaan.

Aku dan Sylvi saling menyaksikan sejenak lantas tertawa bersama.

Jadi, siapa bosnya?