Cerita Dewasa Sekretaris jadi Boss // Part 1

RAKSASAPOKER Dengan blazer dan rok mini yang serba merah, benar-benar kontras dengan kulitnya yang putih mulus.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Belum lagi lipsticknya yang merah senada di bibirnya yang mungil serta rambutnya yang ikal terurai, sebabkan wajahnya yang judes menggemaskan itu makin lama nampak sensual.

Kan hari ini lagi tahunku, menjadi boleh dong tampil beda, jawabnya waktu kupuji.


Kalau gitu pulang kantor nanti kami segera makanmakan ya, kataku lagi.

Sylvia hanya mengangguk dibarengi dengan senyum manisnya.

Pulang kantor, kami segera menuju ke resto di sebuah hotel bintang lima.

Sambil makan, seperti biasa kami ngobrol dan bercanda.

Memang hubunganku dengannya bukan hanya di dalam kerja saja, tapi juga di dalam pertalian pribadi.

Sering dia aku ajak jalan, entah nonton atau semata-mata ke cafe.

Dari ceritaceritanya, aku menjadi memahami juga bahwa dia belum lama putus dengan cowoknya yang orang Amerika.

Bahkan lebih jauh lagi, dia mengaku kerap melaksanakan ML sepanjang pacaran dan udah mencoba beragam gaya.

Dan menurutnya yang paling sebabkan dia suka adalah kalau dia bisa mendominasi pacarnya dengan tipe apapun.

Entah kenapa dia begitu terbuka padaku.

Selesai makan, aku sengaja membuatnya surprise dengan memberinya hadiah menginap di hotel tersebut.

Kebetulan hari itu hari Jumat supaya dia tidak usah mengayalkan kerja esok harinya.

Makasih ya.. bisiknya di telingaku sambil mengecup pipiku.

Aku lantas mengantarnya hingga ke kamar di atas dan melanjutkan ngobrol sambil minum wine.

Syl, anda minta apa lagi nih sebelum akan aku pulang? tanyaku.

Aku minta dua hal aja. Pertama, Bapak nggak usah pulang, dan yang kedua, Sylvi pingin gantian menjadi boss malem ini aja, kan Bapak biasa merintah, saat ini aku yang merintah Bapak ya, katanya agak manja.

Kaget juga aku mendengar permintaannya, dan baru kuingat cerita dia yang suka mendominasi pacarnya tadi.

Karena sayangku padanya sembari penasaran juga, segera kuiyakan.

Oke, kupenuhi permintaanmu bossku yang cantik, saat ini aku siap melaksanakan apa saja perintahmu, dan jangan panggil aku Bapak lagi ya, candaku lagi.

Bagai bermain sandiwara, dengan selalu duduk dan menyulut rokok, Sylvi terasa memerankan dirinya sebagai bossku, dan dengan wajahnya yang sebetulnya judes itu pantas sekali dengan perannya.

Oke Jo, buktikan katakatamu, saat ini aku mau anda buka semua pakaianmu sambil berdiri..! perintahnya segera yang membuatku kaget 1/2 mati.

Buka seutuhnya Syl? kataku lagi tak percaya.

Iya..! kenapa? nggak mau?

Iy.. iya deh.. jawabku terbatabata sambil berdiri dan pelanpelan terasa membuka satu persatu pakaianku mirip penari striptease.

Bersamaan dengan lepasnya pakaian terakhirku dengan sebutan lain CDku, kulihat Sylvia menatap batang kemaluanku yang tetap belum bangkit sambil mengepulkan asap rokoknya.

Karena risih, kusilangkan ke-2 tanganku menutupinya.

Namun tibatiba Sylvia beranjak dari tempat duduknya lalu menyita kuncir pinggang di celanaku.

Tangannya lantas menarik paksa ke-2 tanganku ke belakang dan diikatnya dengan kuncir pinggangku.

Nah, begini lebih bagus khan? katanya lagi sambil duduk lagi di sofa.

Kali ini dia menyilangkan kakinya yang ramping itu agak tinggi supaya rok mini merahnya makin lama naik ke atas.

Kontan kelakianku terasa bangkit perlahanlahan memandang panorama indah pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu.

Dan sebetulnya ini yang diharapkannya.

*** Cerita Dewasa ***

Ayo, menyatakan seberapa besar punyamu, katanya lagi yang dilanjutkan dengan diluruskannya kakinya ke depan hingga ujung sepatunya yang runcing menempel di batang kemaluanku.

Dengan posisiku yang tetap berdiri dengan tangan terikat, makin lama tak karuan perasaanku.

Gesekangesekan ujung sepatunya di kemaluanku menghidupkan sensasi tersendiri dan tambah justru membuatku inginkan konsisten ikuti permainannya.

Sesekali diputarputarnya sepatunya mengitari batang kemaluaku yang makin lama mengeras sambil kadangkala mempertontonkan keindahan pahanya dengan membuka sedikit kaki satunya.

Tibatiba, Sylvia menghentikan kegiatannya dan menarik kakinya kembali.

Keenakan anda ya Jo.. saat ini berlutut! perintahnya yang mengagetkanku, tapi kuturuti saja lantas kemauannya.

Kamu wajib berterima kasih mirip ini sepatu yang membuatmu keenakan, tambahnya lagi sambil membebaskan sepatu berhak tingginya dan menyodorkannya ke mukaku.

Tunjukkan menerima kasihmu dengan cium ini sepatu!

Belum lagi aku sempat tertib bernafas, lubang sepatunya udah menutupi hidung dan mulutku supaya aku menghirup segera aroma khas di dalamnya yang makin lama menghidupkan nafsuku.

Tangannya konsisten menghimpit sepatunya ke mukaku dan tak membebaskan aku menghirup udara segar, waktu aku tak berdaya dengan posisi berlutut dan tangan terikat.

Enak kan Jo..? anda pasti lebih suka lagi mirip isinya deh.. katanya sambil menarik sepatunya dari mukaku.

Dengan cepat diangkatnya kaki kanannya lurus ke depan hingga kakinya hanya sebagian centi saja di depan mukaku. DAFTAR ID PRO PKV


Kutatap sejenak kakinya yang indah dan bersih itu.

Jarijarinya mungil dan putih, kontras sekali dengan cutexnya yang merah menyala.

Tunggu apa lagi..? ayo cium kakiku!

Baik.. baik boss, jawabku sambil perlahan menundukkan kepalaku menghampiri kakinya.

Mulai kudaratkan bibirku di punggung kakinya dan kugeser pelan dari atas ke bawah sambil merasakan kehalusan kulitnya.

Dari situ kugeser lagi bibirku ke samping kakinya hingga ke mata kaki yang membuatnya menggelinjang kegelian.

Sylvi nampak benar-benar menikmatinya sambil konsisten mengepulkan asap rokoknya.

Dinaikkannya sedikit kakinya supaya aku bisa menciumi telapak kakinya yang berlekuk indah itu.

Sylvi makin lama kegelian dan terasa merintih pelan waktu kucium sepanjang telapak kakinya yang beraroma khas, tapi justru makin lama menghidupkan nafsuku.

Ayo, keluarin lidahmu, jilatin cepet! perintahnya lagi yang segera kukerjakan dengan penuh nafsu.

Dari jilatan panjang telapak kakinya, kuakhiri di bawah jarijari kakinya yang sebabkan Sylvi menggeliat dan menarik kakinya mundur.

Buka mulutmu! perintahnya.

Belum lagi mulutku terbuka semua, ujung kakinya didorongnya masuk supaya jarijari kakinya yang mungil berada di mulutku hingga aku gelagepan.

Tanpa menunggu perintahnya, kumainkan lidahku diselasela jarinya sambil sesekali menghisapnya.

Kulihat kepala Sylvi menengadah ke atas, isyarat menahan geli yang sangat.

Isep satu persatu jariku! demikian pintanya.

Sambil kuhisap satu demi satu, diamdiam Sylvi membuka sepatu kaki kirinya dan segera mengarahkannya ke hidungku yang bebas, lalu menjepitkan jarijarinya di situ.

Kini lengkap udah ke-2 kakinya yang mungil itu terlayani sekaligus.

Satu di mulutku dan satunya di hidungku.

Sementara itu, aku makin lama bisa menikmati permainan yang penuh sensasi ini, lebih-lebih makin lama penasaran menunggu perintah selanjutnya.

Kegiatan tadi cukup membuatnya berkeringat, meskipun AC di kamar cukup dingin.

Sylvi sekonyongkonyong menghentikan permainannya dan berdiri meninggalkanku yang tetap di dalam posisi berlutut.

Dari kejauhan kulihat dia terasa membebaskan blazer dan bajunya sekaligus, waktu BH dan rok mininya tetap dibiarkan menempel.

Jo, coba kemari! teriaknya dari depan lemari kamar.

Aku lantas menghampirinya dan berdiri di belakangnya.

Lihat badanku berkeringat nih.. ayo jilatin! perintah Sylvy makin lama menggila dan membuatku kaget.

Namun aku yang tak berdaya dengan tangan tetap terikat ini hanya bisa memenuhi permintaannya saja.

Dari posisiku berdiri, lagi batang kemaluanku berdenyutdenyut memandang kemulusan kulit tubuhnya anggota atas yang putih bersih serta mengkilap dikarenakan keringatnya.

Dan waktu kutempelkan bibirku di bahunya, Aaah.. tercium aroma tubuhnya yang benar-benar merangsang gairahku.

Campuran antara wangi-wangian dan keringatnya ini membuatku tak segera menjilatinya, tapi kugunakan hidung dan bibirku terutama dahulu untuk menghirup sepuaspuasnya keharuman tubuhnya.

Sylvipun tak menolak, lebih-lebih menggeliatkan tubuhnya waktu ciumanku berubah dari bahunya ke sepanjang lehernya yang putih mulus.

Tak kulewatkan gigitangigitan kecil di telinganya sebelum akan Sylvi menyibakkan rambutnya dengan tangan kirinya memintaku turun ke tengkuknya yang ditumbuhi bulubulu halus itu.

*** Cerita Dewasa ***

Dari situ, lidahku terasa menarinari dengan turus turun menyusuri punggungnya yang mengkilap hingga ke atas rok mininya yang tetap menempel kencang.

Wajahku lalu kugerakkan ke arah pinggangnya yang ramping, dan waktu Sylvi menggeliat dengan ke-2 tangan ke atas, wajahku kugeserkan ke atas menuju ketiaknya yang terbuka lebar.

Sylvi makin lama menggelinjang waktu bibir dan hidungku berputarputar di ketiaknya yang putih bersih tanpa bulu itu, sampaisampai lengannya dirapatkan lagi hingga kepalaku terhimpit di situ.

Mulai nakal ya kamu, desah Sylvi sambil menahan geli.

Tak banyak yang bisa kulakukan kalau menghirup aromanya yang penuh sensualitas itu.

Entah apa lagi yang dapat dilakukannya.

Silvy membebaskan kepalaku tibatiba lalu berbalik dan menyuruhku lagi berlutut.

Dengan gerakan refleks, tangannya masuk ke di dalam rok mininya dan menarik celana dalamnya ke bawah.

Begitu lepas, Sylvi segera merenggangkan kakinya dan mengangkat sedikit demi sedikit rok mininya dengan ke-2 tangannya, hingga nampak panorama indah tepat di depan wajahku.

Bagian bawah kemaluannya nampak mengintip di balik rok mininya yang tersingkap.

Batang kemaluanku makin lama keras memandangnya, lebih-lebih dibarengi dengan liukanliukan erotis pinggulnya yang menggodaku.

Kamu pasti mau merasakannya kan? goda Silvy.