Bersetubuh Dengan Teman HyperSex di Apartemen // Part 2

RAKSASAPOKER Setelah vaginaku sudah lumayan basah, gantian aku yang mengocok penis Tom dengan tangan. Pertama Tom cuma menikmati kocokan tanganku, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
lantas kumasukkan penis Tom ke dalam mulutku, jadi kuhisap-hisap, kukulum ujung penisnya beberapa kali sampai Tom mengerang keenakan dia menutup matanya.

Kuulangi terus mengulum penisnya sampai penisnya berdiri tegak, gara-gara gemasnya dengan penis Tom yang sudah mengeras lantas kugigit penisnya pelan-pelan, sementara itu mengatakan,


“Yeah sayang.., ayo kamu tentu bisa, gigit yang keras sayang”. Karena jadi ditantang kukulum lebih lama penisnya supaya Tom merasakan kenikmatan itu. Karena penis Tom sudah lumayan tegang, Tom segera memelukku dan dibaringkan aku di area tidurnya.

Segera dia mengambil ancang-ancang untuk memasukkan penisnya di vaginaku, namun sebelum itu Tom menyarungi penisnya dengan kondom “tiger type”. Luar kondom itu bergerigi halus dan ekstra panjang, nampak penis Tom jadi besar dan panjang.

Lalu dengan perlahan-lahan Tom jadi memasukkan ujung penisnya ke dalam vaginaku sampai penisnya masuk seluruhnya, sementara itu aku yang hipersex ini berteriak gara-gara jadi agak sakit, barangkali gara-gara kondom yang dipakai Tom, namun rasa sakit itu cuma permulaannya saja sehabis itu bisa kurasakan kocokan penis Tom dalam vaginaku begitu hebat,

Tom mendengar desahanku begitu juga dengan napasku yang menyebabkan Tom semakin bergairah, Tom meningkatkan kecepatan kocokannya supaya aku kewalahan dan cuma bisa menaik-turunkan badanku sementara ke-2 tanganku berpegangan kuat pada kain sprei.

“Tom, rubah posisi yah”, pintaku.

“Up to you darling”, balas Tom sambil mengelarkan penisnya dari vaginaku.

Kemudian aku yang hipersex ini menungging di depan Tom (doggy style) sementara itu Tom membebaskan kondom yg dipakainya sambil mangatakan, “Nggak usah mengfungsikan kondom yah, biar lebih licin”, aku cuma menganggukkan kepala tanda setuju. DAFTAR ID PRO PKV


Lalu Tom jadi memasukkan lagi penisnya dalam vaginaku, dan ke-2 tangannya memegang pantatku. Gerakan Tom jadi dipercepat dan semakin cepat, “Oh yeahh.., ayo Tom goyang saya, lebih cepat sayang.., hsss.. hs.., hhsss.., oh.., ohh.., yeahh right now.., akkkhh”, aku berteriak sejadi mungkin, namun Tom belum menggapai orgasme lantas kecepatannya disempurnakan lagi dengan agak kasar.

Aku yang hipersex cuma menghindar ke-2 payudaraku supaya tidak berguncang-guncang, baru kali ini kurasakan kenikmatan yg begitu dahsyat, sampai selanjutnya aku menggapai orgasme yang ke empat kalinya diikuti dengan Tom. Kami berdua menggapai orgasme secara bersamaan.

Kurasakan vaginaku jadi menghangat gara-gara sperma Tom tercurah di dalam vaginaku, semua badanku menegang begitu juga dengan puting payudaraku yang menegang, lantas Tom segera mengeluarkan penisnya dan segera memelukku sambil megulum puting payudaraku yang menegang.

“Gimana, hebat kan”, Tanya Tom sambil menatapku, aku cuma tersenyum sambil memeluknya lebih erat.

“Penisku lebih nikmat dari pada penis tiruan yang kamu pinjam itu kan”, goda Tom kepadaku.

“Penis mainan itu miliki siapa?”, Tanyaku.

“Itu punyanya Widya dia juga sering masturbasi pake itu kok, makanya kalo kamu berkenan masturbasi lagi gak usah pake itu lagi yah, kan ada aku”, goda Tom kepadaku.

Sejak sementara itu kami berdua tetap melaksanakan pertalian badan rutin tiap-tiap hari, kadang kala jikalau lagi horny banget aku bisa 3 kali bersetubuh dengan Tom, barangkali gara-gara aku ini model cewek yang hipersex begitu juga dengan Tom.