Sekretaris Sexy Yang Gatel Minta Ngentot // Part 2


RAKSASAPOKER Akhirnya aqu pulang dgn terus dihinggapi pertanyaan di dalam pikiranku, kenapa dia dapat begitu, kasihan sekali dia.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Seperti biasa esoknya aqu masuk kantor pagipagi sekali karena sesungguhnya selamanya banyak pekerjaan yg harus diselesaikan,

kupikir belum ada siapasiapa karena biasanya yg sudah ada kala aqu berkunjung adalah office boy, tetapi ternyata pagi itu aqu disambut dgn senyuman Silvi yg sudah duduk di meja kerjanya.


Tak seperti biasa, pada harihari di awalnya aqu selamanya menyaksikan Silvi di dalam penampilan yg lain dari pagi ini, saat ini dia keluar berseri dan terkesan ramah dan akrab.

Pagi vi.
Pagi pak.
Gimana, dapat tidur nyenyak tadi malam?
Ah bapak, dapat aja, tadi malam saya tidur pulas sekali.
Ya sudah, saya tinggal pernah ya, selamat bekerja.
Iya pak.

Aqu meneruskan langkahku menuju ruang kerjaqu yg sesungguhnya tak jauh dari meja kerjanya, dari di dalam ruangan kembali aqu menengokkan muka ke arahnya, ternyata dia tetap menatapku sambil tersenyum.

Tak seperti biasanya, aqu merasakan hari ini bekerja merupakan sesuatu yg membosankan, bosan rasanya hadapi pekerjaan yg sesungguhnya dari hari ke hari selamanya saja ada sesuatu yg harus diulang, kelanjutannya aqu menulis cerita ini.

HP di dalam saqu celanaqu berbunyi, ada SMS yg masuk, kubuka SMS berikut yg rupanya berkunjung dari perempuan diseberang ruanganku yg tadi pagi menatapku hingga aqu masuk ke ruangan ini .. ya dia, Silvi.

Pak, nanti mlm ada acara gak? kalo tak dapat gak papa menuhin janji papa tadi malam.

Begitulah isi SMS yg kuterima, aqu berpikir agresif terhitung nih perempuan pada akhirnya. Kuangkat telephone yg ada diatas meja kerjaqu dan kutekan no extensin dia.

Kenapa gitu vi, rela ngajak kemana?
Eh bapak, kirain siapa, enggag, Silvi sudah nyediain makan malam di rumah, papa dapat kan makan malam mirip Silvi nanti malam?
Boleh, terkecuali gitu nanti pulang saya menanti di ruang parkir ya.
Iya pak, ma kasih.

Sore hari aqu terkejut karena kala pulang sudah terlewat sepuluh menit, bergegas kubereskan ruanganku dan berlari menuju ruang parkir. Disana Silvi sudah menungguku, tetapi dia tersenyum kala melihatku datang, tadinya kupikir dia dapat kecewa, tetapi syukurlah kelihatanyya dia tak kecewa.

Maaf menjadi nunggu ya vi, harus beresberes sesuatu dulu.
Gag apaapa pak, Silvi terhitung barusan ada yg harus diselesaikan pernah dgn neni.
Yo. kataqu sambil membukkan pintu untuk dia, dan dia masuk kedalam mobil sesudah itu duduk disebelahku.

Diperjalanan kami ngobrol kesana kemari, dan tanpa merasa kelanjutannya kami masuk ke komplek perumahan dimana Silvi tinggal lalu kami turun menuju ke rumahnya. Dia mengakses pintu depan rumahnya dgn susah, rupanya ada masalah dgn kunci pintu tersebut.

Aqu tak berusaha membantunya, karena dari belakang baru kuperhatikan kali ini terkecuali bagian tengah belakang punya Silvi menarik sekali, lingkarannya tak sangat besar, tetapi aqu percaya lakilaki dapat senang kalau melihatnya di dalam kondisi 1/2 berjongkok seperti itu.

Akhirnya pintu terbuka terhitung dan dia mempersilakan aqu masuk, dan kamipun masuk. Setelah mempersilahkan aqu untuk duduk, dia pergi ke kamarnya, setelah itu dia kembali kembali dgn baju yg sudah digantinya, dia tak segera menghampiriku tetapi terus melangkah ke arah dapur dan kembali dgn segelas air putih dan segelas kopi, lalu dia menyodorkan kopi berikut kepadaqu.

Wah enak sekali nih hari gini minum kopi, kamu kok gag minum kopi terhitung vi?
Saya gag pernah minum kopi pak, gag boleh mirip si mas.
Oh gitu.
Pak mobilnya dimasukin garasi aja ya, biar Silvi yg mindahin.
Boleh, sekalian saya rela turut ke kamar mandi dulu, badan rasanya gag enak terkecuali tetap ada keringatnya.
Handuknya ada di kamar mandi pak.

Dia berdiri sambil menerima kunci mobil yg kuserahkan namun aqu ngeloyor ke kamar mandi untuk terus bersihkan badan yg sesungguhnya rasanya agak gag enak setelah barusan diperjalanan dihadapkan ke kondisi jalan yg lumayan macet tak seperti biasa.

Keluar dari kamar mandi kudapati Silvi tampak sedikit bingung, kutanya dia,

Kenapa vi, kok seperti yg bingung begitu ..
Anu pak, barusan ada telephone dari restoran yg saya pesani untuk makan malam, katanya gag dapat nganter makanan yg dipesan karena kendaraannya gag ada.
Ya sudah gag apaapa, kami kan dapat buat makanan sendiri, punya apa yg dapat dimasak?
Adu pa, Silvi menjadi malu.
Udah gag apaapa kok, jadi menjadi bagus kami dapat masak barengan.

Kataqu sambil tersenyum, Silvi melangkahkan kakinya menuju dapur dan kuikuti, hingga didapur dia mengakses lemari es yg ternyata hanya ada sedikit makanan yg siap masak disana. Akhirnya kami masak masakan seadanya sambil berbincang kesana kemari.

Tanpa sengaja aqu menyimak postur badan Silvi yg keluar lain dgn baju yg dikenakan sekarang, baju yg sedikit agak ketat memicu lekuklekuk badannya keluar jelas, sungguh bentuk badan yg sempurna untuk wanita seusia dia

Tanpa memahami kuhampiri dia dan dari belakang kupeluk dia yg tengah melaqukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, dia menoleh kearahku dan tersenyum, kudekatkan bibirku ke bibirnya dan dia menyambutnya, awalannya hanya ciuman biasa hingga kelanjutannya kami saling berpagutan disini, ya di dapur miliknya.

Berlanjut terus pergulatan bibir tersebut, kuraba buah dadanya dan kuremas dari luar bajunya. Tangan Silvi bergerak mengakses kancing baju bagian depan dilanjutkan dgn menyingkapkan BH yg dia pakai, dgn demikianlah tanganku kiri kanan lebih leluasa meremasnya.

Beberapa kala sesudah itu kulepaskan bibirku dari bibirnya dan kuarahkan ke buah dadanya yg keluar sungguh indah dgn warna puting yg kemerahan, kujilat puting yg sebelah kanan dan dia menarik nafas di dalam menerima perlaquan itu, kelanjutannya kukulum puting itu dan kuhisap dalamdalam sambil tangan kananku selamanya meremas dadanya yg sebelah kiri.

Tangan kiriku kugerakkan ke arah pantatnya, dan kuremas pantat yg kenyal itu. Kumasukkan tangan itu ke di dalam rok yg dia pakai dan disana kuraba ada sesuatu yg hangat dan sedikit basah dan kurabaraba bagian itu terus menerus.

Rupanya dia tak tahan menerima sikapku itu, tangannya bergerak mengakses resleting roknya dan melorotkannya kebawah. Aqu hentikan aktivitas bibirku di buah dadanya lalu bubuka celana dalamnya dan kutemukan bulu indah yg tak sangat banyak disana kusingkapkan sedikit dan kuarahkan bibirku kesana dan kujilat bagian kecil yg menonjol disana.

Suara lenguhan dari bibirnya sudah tak terbaygkan lagi, dapat memperpanjang cerita terkecuali saya tuliskan disini.

Oh, pak, saya belum pernah merasakan ini, oh .. DAFTAR ID PRO PKV


Aqu terus melanjutkan aktivitas lidahku diselangkangannya sambil terus memasukkan lidah ini kedalam gua lembab yg berbau khas punya wanita.

Lenguhan demi lenguhan terus keluar dari mulutnya hingga kelanjutannya kurasakan badannya mengejang dan bergetar dgn mengeluarkan teriakan yg tak dapat ditahan dari mulutnya, dia sudah hingga ke puncak kenikmatan sentuhan seorang lelaqu seperti aqu ini, dan kelanjutannya kuhentikan kegiatanku itu lalu berdiri menghadap dia, danpa kuduga dia mencium bibirku.

Pak kami ke kamar ya.

Dia menuntunku masuk ke kamar tidurnya, kamar itu keluar rapi, lalu kami duduk dipinggir area tidur dan kembali saling berpagutan disana. Dia bangkit berdiri dihadapanku seraya bertanya.

Boleh saya buka baju bapak?

Aqu hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut, lalu dia mengakses semua baju yg kukenakan hingga ke celana dalamku. Dia memegang senjataqu yg dia dapati dibalik celana di dalam yg baru saja terbuka, lalu dia menciumnya dan menjilatinya, nikmat sekali rasanya.

Dari pernah saya inginkan melaqukan ini, tetapi suami saya gag pernah rela diperlaqukan begini.

Dia bicara begitu sambil kembali meneruskan kegiatannya menjilati senjata milikku, tanpa kuduga dia lanjutkan kegiatannya tadi dgn mengulum dan menyedot batang kemaluanku, dan rasanya lebih nikmat dari yg tadi kurasakan. Akhirnya dia berhenti berlaqu seperti itu dan berkata.

Pak, tidurin Silvi ya.

Tanpa menanti keinginan itu terulang aqu baringkan badannya diatas area tidur, aqu ciumi sekujur badannya yg dibalas dgn gelinjangan badan mulus itu, kelanjutannya setelah sekian lama kucoba masukkan kemaluanku kedalam lubang senggama yg sesungguhnya sudah basah dari sejak tadi, dan Ahh .. itulah yg keluar dari mulut Silvi, sungguh nikmat sekali rasanya memasuki badan yg telanjang ini, dan satu lagi, lubang kemaluannya tetap merasa lumayan sempit dan menggigit, terbersit lam pikiranku sebuah pertanyaan, sebesar apa punya suaminya hingga lubang ini tetap merasa sempit seperti ini.

Kuperhatikan jam yg ada di dinding kamarnya menunjukkan bahwa aqu sudah mengeluar masukkan kemaluanku kedalam badannya selama dua puluh menit dan kelanjutannya kembali kurasakan badannya mengejang sambil mengeluarkan suarasuara aneh dari mulutnya, kelanjutannya dia menggelepar sambil memeluk badanku eraterat seolah tak inginkan lepas dari badannya, karena pelukannya itu aqu menjadi terhenti dari kegiatanku.

Beberapa kala sesudah itu Silvi melepaskan pelukannya dan terkulai lemas, tetapi aqu menyaksikan sebuah senyuman senang diwajahnya dan itu memicu aqu merasa senang karena malam ini dia sudah dua kali meraih apa yg selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya.

Gimana vi?
Aduh, Silvi lemas tetapi tadi itu nikmat sekali ..
Silvi rela cobalah gaya yg lain?
Emm ..

Kubangunkan badannya dan kugerakkan untuk membelakanginya, kudorong pundaknya dgn pelan hingga dia menungging dihadapanku, kumasukkan kejantananku kedalam lubang senggamanya dan dia mengeluarkan teriakan kecil.

Aduh .. Pak enak sekali, dorong terus pak, Silvi belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini ..

Aqu keluar masukkan kemaluanku ini kedalam badannya dgn irama yg makin lama makin kupercepat, lama terhitung aqu melaqukan itu hingga kelanjutannya dia bicara Pak Silvi rela pipis kembali .., makin kupercepat gerakanku karena kurasakan ada sesuatu yg mendorong inginkan keluar dari di dalam badanku.

Cerita Bokep Sekretaris Sexy Yang Gatel Minta Ngentot Dalam kondisi lemas dan tetap menungging Silvi menerima gerakan maju mundur dariku, bisa saja dia memahami terkecuali aqu sebentar kembali mencapai klimaks, dan kelanjutannya menyemburlah cairan dari kemaluanku masuk semua kedalam badannya.

Beberapa kala sesudah itu aqu merasakan badanku lemas bagai tak bertulang dan kucabut senjataqu dari lubang punya Silvi.

Aqu terbaring disampingnya setelah melepaskan nikmat yg diada tara, dia tersenyum senang sambil menatapku dan memelukku, lalu kami tertidur dgn perasaan masingmasing.

Dalam tidur aqu memimpikan aktivitas yg barusan kami laqukan dan kala hampir pagi aqu terbangun kudapati Silvi tetap terpejam dgn muka yg damai sambil tetap memelukku, kulepaskan pelukkannya dan dia terbangun, lalu kami meneruskan aktivitas yg tadi malam terpotong oleh tidur hingga kelanjutannya kami berdua bangun dan menuju kamar mandi di dalam kondisi masingmasing telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupi badan kami.

Dikamar mandi kami melaqukannya lagi, dan kembali dia mengucapkan katakata yg tak habis aqu dapat memahami Silvi belum pernah melaqukan seperti ini di awalnya …

Akhirnya kami berangkat kerja dari rumah Silvi, sengaja tetap pagi agar tak ada orang di kantor yg menyaksikan kehadiran kami berdua untuk menjauhkan sesuatu yg kami berdua tak inginkan.

Sampai saya menulis cerita ini, tetap selamanya terngiang katakatanya yg sering mengucapkan katakata Silvi belum pernah melaqukan seperti ini di awalnya .. tiap tiap saya berhubungan dgn dia dgn gaya yg lain.

Berawal dari situlah kami sering melaqukan hubungan suami istri, dan itu selamanya kami laqukan atas keinginan dari dia, aqu sendiri tak pernah memintanya karena aqu tak rela dia punya pikiran seolaholah aqu mengeksploitir dia. Dan saat ini Silvi yg kukenal jauh tidak serupa dari Silvi yg dulu, dia menjadi orang yg ramah dan selamanya tersenyum kepada semua orang dilingkungannya.