Ritual Untuk Bersetubuh Dengan Ibu Tiriku Sendiri // Part 1


RAKSASA POKER Ini berjalan sepuluh th. silam, dikala saya baru kelas satu SMU, seluruh itu berjalan gara-gara bisnis bisnis ibu tiriku sepeninggalan almarhum ayahku yang tambah menurun.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

Sementara saya anak satu-satunya belum bisa berbuat banyak untuk mendukung beban ibu tiriku itu.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Tibalah suatu dikala ibu tiriku mengajakku ke tempat Jawa Tengah dimana konon katanya disana ada sebuah kuburan yang punya kekuatan,


dan apabila dipercayai bakal mengabulkan segala keinginan kami bersama dengan syarat bersedia melaksanakan semedi dan juga segala kriteria lainnya.

Tibalah saya dan ibu tiriku di tempat tersebut, terbayang rasa ngeri seperti yang biasa kulihat di tayangan-tayangan televisi dan film-film horror. Namun ibu tiri ku berikan tahuku sehingga bersikap tenang, dan senantiasa ingat target kami kesana, sesungguhnya untuk pengaruhi nasib. Sesampainya disana kami disambut oleh seorang laki-laki yang bertubuh agak tinggi besar, yang dikenal sebagai penunggu gunung tersebut. “Tentu orang sakti nih”pikirku di dalam hati.


Aku dan ibu tiriku diarahkan menuju sebuah rumah kecil menyerupai gubuk ditengah hutan, waktu itu hari udah senja, sehingga keadaan merasa sepi dan cuma ada pelita kecil untuk penerangan di rumah itu. Kami pun istirahat di gubuk itu sambil menunggu Mang Yayan si penunggu kuburan yang memandu kami tadi. Tak seberapa lama Mang Yayan pun datang, selanjutnya dia menyatakan syarat yang wajib kami penuhi, sesungguhnya berasal dari pengalaman yang sudah-sudah banyak yang berhasil sepulang semedi di sini asalkan bersedia memenuhi segala kriteria yang diinginkan oleh kebolehan gaib disitu bersama dengan sepenuh hati. Tampak ibu tiri ku berbincang-bincang bersama dengan Mang Yayan di dalam bhs daerah, intinya kami wajib berada di gubuk itu sepanjang lima hari sambil melaksanakan semedi di kuburan yang ada di puncak gunung itu.

Menjelang jam dua belas saya dan ibu tiriku bersiap-siap menuju ke kuburan keramat itu bersama dengan membawa sesajen dan sebuah tikar, saya sedikit heran waktu itu ibuku mengenakan kain batik putih garis-garis hitam dan baju kebaya, seperti senang ke undangan saja pikirku di dalam hati. Kamipun berangkat menyusuri kegelapan bersama dengan diterangi sebuah lentera kecil. Sesampainya di kuburan, Mang Yayan langsung memimpin ritual spesifik di atas kuburan keramat itu. Setelah berjalan sekitar empat puluh lima menit, Mang Yayan menggelar tikar yang dibawanya, selanjutnya mendekat ke arah kami sambil menyatakan bahwa syarat terakhir udah bisa dilaksanakan, yakni saya wajib menyetubuhi ibu tiriku diatas tikar itu.

Ya ampun kenapa wajib seperti itu sih, mana barangkali bisa begitu, pikirku di dalam hati. Aku saling menatap bersama dengan ibu tiriku. “Ya sudahlah….kalau sesungguhnya itu syaratnya..!” kata ibu tiri ku bersama dengan nada pasrah. Mendadak tatapanku jadi kabur sesaat, dan agak limbung rasanya. Kulihat ibu tiriku seperti bukan sosok yang biasanya, saya tidak sadar kenapa pikiranku jadi berubah seperti itu, waktu itu ibu tiriku seperti sosok perempuan yang menggairahkan birahiku. Dalam keadaan seperti 1/2 sadar ibu tiriku, membisikkan suatu hal padaku. “Kamu nggak usah takut, ikuti saja yang ibu lakukan” ungkapnya bersama dengan nada pelan sambil membaringkan tubuhku di atas tikar itu. DAFTAR ID PRO > KLIK < 


Lalu dia lucuti seluruh celana dan bajuku, saya diam seperti terkesima, waktu ibu tiriku merasa mengusap-usap kontolku, saya merasa merasakan rangsangannya, perlahan-lahan kontolku merasa dikocoknya, kelanjutannya kontolku ngaceng juga di tangan ibu tiriku. diapun cuma tersenyum memandang kontolku yang di dalam saat itu juga udah tegang dan keras. Sungguh tidak dulu kubayangkan sebelumnya, saya diperlakukan seperti itu oleh ibu tiri ku. “Punyamu cukup gede juga ya….”sambil terus menggenggam batang kontolku sambil sesekali mengocoknya. Gila ternyata nikmat sekali rasanya, tangan ibu tiriku, inginkan sekali rasanya meremas-remas seluruh lekuk tubuhnya, tetapi mana barangkali pikirku. Dia pun merasa memasukan seluruh batang kontolku ke di dalam mulutnya, hingga mentok. “Aaakh…buuu…saya geli….!!” jawabku spontan.

“Iya…ibu tahu…baru kali ini anda merasakannya..!” ungkap ibu tiriku, yang terus menjilati batang kontolku berulang-ulang, sambil diselingi bersama dengan kocokan, sampai-sampai saya kelojotan menghambat rasa geli bercampur nikmat. Tanpa kusadari ternyata kejadian itu tak luput berasal dari pemantauan Mang Yayan, sekitar berasal dari jarak dua mtr. Mang Yayan menyimak gerakan ibu tiri ku yang tengah mengulum batang kontolku, selanjutnya di berikan kode kepada ibu tiriku sehingga langsung memulai persetubuhannya denganku. Ibu tiriku perlahan membebaskan kancing baju kebayanya dan membebaskan bra yang membungkus payudaranya. Woow bulat, mulus dan masih kencang, barangkali gara-gara ibu tiriku cukup lama menjanda, sehingga payudaranya tidak dulu tersentuh tangan laki-laki makanya muncul masih utuh dan montok sekali.

Aku tambah bergairah, dan benar-benar terangsang dikala ibu tiriku merasa melonggarkan lilitan kain batik putih yang dipakainya, dan melilitkannya kembali secara teledor di pinggangnya, anggap saja berikan keleluasaan sehingga bisa menyingkapkannya bersama dengan mudah. Ternyata benar dugaanku, ibu tiri ku langsung terlentang bersama dengan posisi kedua pahanya yang udah mengangkang. “Ayo naik kesini…!”ungkapnya, sambil mengarahkan tangannya sehingga saya langsung menuju ke tengah-tengah selangkangannya itu. “Gimana bu…saya nggak ngerti..?”ungkapku bingung. “Ya uda sini…ibu yang masukin anumu ke punya ibu..!” ungkapnya bersama dengan manja. “Blepp…plepp..cluppp..” di dalam saat itu juga saja batang kontolku terbenam seluruhnya ke di dalam memek ibu tiriku yang masih sempit dan empuk itu. “Aaaakhh…..aaahh….ssshh…ooouh… ibuuu…!”aku mendesis merasakan nikmat dan hangatnya lobang memek ibu tiriku. “Nggak apa-apa kan…..?”ungkap ibu tiriku sambil mengusap-usap punggungku. “Ya uda jangan ragu-ragu….terus teken yang dalam..!”kata ibu tiriku mengajari aku.

Akupun merasa menggenjot kontolku muncul masuk lobang memek ibu tiriku, lama-lama saya jadi jadi biasa dan bisa menikmatinya.Luar biasa sekali nikmatnya pikirku. Saat itu tak terpikir kembali kecuali yang tengah kusetubuhi itu adalah ibu tiriku, yang dulu juga ditiduri oleh ayahku. Sebelumnya tidak dulu terlintas dipikiranku untuk bersetubuh bersama dengan ibu tiri ku, walau beberapa th. silam kerap kulihat ayahku waktu kembali mencumbu ibu tiriku ini. Setelah kami tinggal di rumah berdua pun tidak dulu terlintas anggapan kotorku terhadap ibu tiriku, sama sekali di dalam kesehariannya di rumah, ibu tiriku senantiasa berpakaian seksi, seperti mengenakan daster yang benar-benar pendek,.

Bahkan tidak jarang ibu tiriku tidur bersamaku bersama dengan dasternya yang tersingkap kemana-mana sehingga berasal dari paha hingga pantatnya muncul sadar tanpa sehelai benangpun menutupinya, tetapi perihal selanjutnya tidak dulu mengganggu pikiranku, apalagi hingga membuatku inginkan menyetubuhinya. Tapi kali ini saya benar-benar terangsang sekali, apalagi saya tengah menyetubuhinya bersama dengan penuh nafsu. Mang Yayan pun ikut terbelalak matanya sambil berulang-kali muncul menelan ludahnya, waktu ibu tiriku berubah posisi menungging sambil menyingkapkan kain batik yang menutupi bagian pantatnya, sehingga muncul sadar dua bulatan pantatnya yang menonjol, padat, putih, mulus. Akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung kuelus-elus batang kontolku selanjutnya kembali kuarahkan ke lobang memek ibu tiriku berasal dari belakang. “Aaah…ssshhh…ooohh…ibuuu…nikma t sekaliii..buu..!” ungkapku sambil terus meremas-remas bulatan pantat ibu tiriku yang tengah menungging kearahku. Ibu tiri ku memaju mundurkan pantatnya sehingga muncul kontolku seperti tengah diasah di dalam memek ibu tiriku.