Felicia Gadis SMA Perawan Yang Cantik // Part 2


RAKSASAPOKER Suaranya menggema di semua bangsal olahraga ini, namun tetap tertelan oleh suara derasnya hujan diluar.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Felicia jadi keluar kepayahan, tubuhnya melemah namun aku tetap terus menggenjotnya, gerakanku jadi cepat.Bosan dengan posisi itu aku cabut kemaluanku dari lobang vaginanya dan kulihat darah berceceran membasahi selangkangannya dan kemaluanku.

Sejenak Felicia mendesahkan nafas lega, kubalik tubuhnya, dan kini posisi dia telentang. Setelah itu kurentangkan ke dua kakinya dan kulipat sampai ke dua pahanya menyentuh dadanya.

Kulihat menyadari kemaluan gadis ini, indah sekali. Bulu-bulunya yang tetap jarang-jarang itu tumbuh hiasi di sekitar bibir kemaluannya.“Ohh.. Jangann Bang.. Ampun.. Bang.. Oohh.. Sakitt sekali.. Bang”, terdengar Felicia merintih pelan memohon belas kasihan kepadaku.

Dengan menyeringai aku tindih tubuh Felicia itu. Kembali aku benamkan batang kemaluanku di didalam lobang vaginanya.“Aakkhh..”, Felicia terpekik matanya terpejam, roman mukanya lagi meringis kesakitan saat aku menanamkan batang kemaluanku ke didalam lobang kemaluannya.

Setelah itu aku lagi memompakan tubuhku, menggenjot tubuh Felicia. Batang kemaluanku dengan gaharnya mengaduk aduk, menyodok-nyodok lobang kemaluannya.Tubuh Felicia lagi tersodok-sodok. Sesekali kuputar-putar pinggulku, yang mengakibatkan tubuh Felicia lagi kelojotan, dari bibir Felicia terdengar desahan-desahan halus “Ohh.. Enngghh.. Oohh.. Ohh.. Oohh..”.Setelah sekian menit lamanya aku menyetubuhinya, aku merasakan diriku dapat berejakulasi. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan ke dua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat.Kulihat raut wajah Felicia waktu itu keluar panik, cahaya matanya membuktikan kekalahan dan kepedihan. Dengan tatapan sayu dia memandangiku saat aku mengejang menyemprotkan spermaku yang terakhir. Ahh nikmat sekali gadis ini, baru kali ini aku merengut keperawanan seorang gadis kota yang cantik.Setelah itu akupun merebahkan tubuhku menindih tubuhnya yang lemah, sambil menyesuaikan nafasku. Tubuhku berguncang-guncang akibat dari isakan-isakan tangisnya serta nafasnya yang tersengal-sengal, waktu itu kemaluanku kubiarkan tertanam di didalam lobang kemaluannya.Kubelai-belai rambutnya, kukecup-kecup pipi dan bibirnya. Terasa lembut sekali bibirnya, kumainkan lidahku di didalam mulutnya, sejenak aku bercumbu mesra dengan Felicia. Dia hanya terisak-isak dengan nafas yang terus tersengal-sengal. Akhirnya kusudahi permainanku ini, aku bangkit sambil mencabut kemaluanku. “Ouugghh..”, Felicia merintih panjang waktu kutarik kemaluanku keluar dari lobang vaginanya.Kulihat diselangkangannya telah penuh dengan cairan-cairan kental dan darah penuh membasahi bulu-bulu kemaluannya. Tak kusadari Beno ternyata telah berdiri didekatku, dan rupanya dia telah telanjang bulat menanti gilirannya, badannya yang kekar dan tinggi itu keluar jadi sangar dengan banyaknya gambar-gambar tattoo yang menghiasi sekujur dada dan lengannya. Dengan rasa toleran sebagai seorang sahabat, akupun menyingkir dari tubuh Felicia yang tergolek lemas dilantai. Aku ambil jarak sebagian meter dari tubuh Felicia lantas aku lagi merebahkan tubuhku. Dengan tiduran terlentang dilantai aku menggali lagi rasa nikmatku setelah melampiaskan nafsuku ke Felicia tadi.

Sedang asyik-asyiknya aku istirahat, terdengar olehku bunyi sesuatu, “Srett.. Sreett.. Sreett.. Brett..” diikuti oleh isak tangis Felicia yang terdengar kembali.Setelah kuperhatikan, oh ternyata Beno dengan sebuah pisau cutter ditangannya sedang repot merobek-robek busana seragam Felicia. Dengan kasarnya Beno mencabik-cabik busana seragam putih Felicia, termasuk BH putih yang dikenalkannya. Dan pada akhirnya kini badan Felicia telah telanjang, ke dua buah payudaranya yang tidak begitu besar kini terpampang jelas. Termasuk termasuk rok abu-abu yang melilit di pinggangnya setelah kusingkap tadi dirobek-robeknya, haya sepasang kaos kaki putih setinggi betisnya serta sepatu kets tetap dikenakannya.“Ouuhh.. Ammpuunn.. Bang.. Ampun..”, suara Felicia terdengar lirih memohon-mohon ampun ke Beno yang sepertinya sedang kalap kemasukan setan itu. Setelah itu dengan gombal yang tadi menyumpal mulut Felicia, Beno membersihkan area selangkangan Felicia. Dengan sedikit kasar Beno mengusap-usap selangkangan Felicia sampai-sampai tubuh Felicia menggeliat-geliat. Akupun lagi merebahkan tubuhku, menyesuaikan nafasku serta kunyalakan sebatang rokok sebagai penghantar istirahatku.Sementara itu hujan diluar menjadi reda, namun angin dingin terus berhembus masuk ke didalam bangsal area pembantaian Felicia ini. Tiba-tiba semenit lantas di waktu aku sedang rebahan dan asyik-asyiknya menikmati rokokku. Terdengar olehku jerit Felicia yang memilukan “Aaakkhh..”.Akupun terbangun, kulihat dari asal suara itu. Ternyata Beno sedang menyodomi Felicia. Posisi Felicia lagi bersujud dengan kepala yang mendongak keatas, bola matanya terbelalak, wajahnya cantiknya keluar miris sekali, mulutnya menganga membentuk huruf “O” dan Beno berada dibelakangnya sedang asyik menanamkan batang kemaluannya yang besar itu ke didalam lobang anus Felicia. DAFTAR ID PRO PKV


“Aakkhh..” Beno pun mendesah terlepas tatkala dia sukses menanamkan batang kemaluannya dilobang anus Felicia.

Setelah itu lubang anus Felicia dihujani sodokan-sodokan batang kemaluan Beno, Beno melakukannya dengan gerakan yang cepat dan kasar sampai-sampai tubuh Felicia terdorong-dorong dan tersodok-sodok dengan keras. Tidak ada suara rintihan lagi yang keluar dari mulut Felicia kemungkinan dikarenakan suara tertahan ditenggorokannya dikarenakan mencegah rasa sakit yang dideritanya, dapat namun badannya tetap kaku menegang, raut mukanya kini meringis-ringis, mulutnya tetap saja menganga terbuka.Rasa sakit dan pedih lagi melanda dirinya yang sedang disodomi oleh Beno. Melihat ini aku lagi terangsang, nafsu birahiku lagi memuncak. Aku bangkit dari rebahanku mendekati mereka berdua. Kemaluanku lagi ereksi lihat situasi Felicia yang sedang menderita. Kuamati wajahnya dari dekat dan dia tetap keluar cantik, keringatpun mengucur deras membasahi wajah cantiknya.Aku dengan posisi berlutut berada didepan wajah Felicia, yang tetap mendongak kesakitan itu, waktu itu semua badannya terus tersodok-sodok dikarenakan ulah Beno yang menggenjotnya dari belakang. Kini aku dan Beno berhadap-hadapan waktu Felicia berada ditengah-tengah kami. Benopun menghentikan sejenak genjotannya untuk memberi tambahan kesempatan padaku memposisikan diri. Kuraih batang kemaluanku yang telah berdiri tegak, dan kujejalkan kemulut Felicia yang tetap menganga itu.Ah, rasa dingin dan basah menyelimuti sekujur batang kemaluanku tatkala masuk di didalam rongga mulut Felicia. Nikmat rasanya, termasuk kurasakan kelembutan mulut dan bibirnya di sekujur batang kemaluanku. Setelah itu lagi Beno menggenjot tubuh Felicia dari belakang. Kulirik mata Felicia menjadi sayu, nafasnya tersengal-sengal, aku hanya berdiri enjoy saja, dikarenakan tubuh Felicia yang bergerak-gerak maju mundur sebagai akibat sodokan-sodokan Beno yang sedang menjadi menyodominya lagi dari belakang. Kubelai-belai rambutnya yang indah, sambil kutatap wajah dan badannya.

“Ahh.. Ahh.. Ah..”, nikmat sekali rasanya mulut gadis ini, sambil memejamkan mata dan menikmati rokok aku terus merasakan kenikmatan di sekujur batang kemaluanku yang sedang dikulum keluar masuk mulut Felicia.Tidak lama lantas Beno jadi cepat menggenjot, memompa lobang anus Felicia, badannya jadi banyak mengeluarkan keringat, kulihat dia sepertinya dapat berejakulasi. Benar saja, tubuhnya keluar menggelinjang dan menegang, dari mulut Beno keluar pekikan kecil yang disusul oleh desahan yang penuh dengan kepuasan. Beno pun berejakulasi dilubang dubur Felicia. Setelah itu badan Beno pun ambruk disamping badan Felicia.Akan namun posisiku tetap senantiasa layaknya semula, kemaluanku tetap tertanam dimulut Felicia. Kubuang rokokku dan dengan ke dua tanganku kuraih kepala Felicia, kini dengan gerakan tanganku kepala Felicia ku maju-mundurkan. Ah.. Nikmat rasanya, kemaluanku layaknya dipijit-pijit dengan mulut Felicia, bibir sensualnya melingkari batang kemaluanku, berikan rasa nikmat tersendiri, kurasakan pula lidahnya menggelitik kepala batang kemaluanku, ah nikmatnya penuh sensasi.Setelah sekian lama menikmati itu, tiba-tiba lagi aku dapat berejakulasi, maka kugerakkan kepalanya jadi cepat untuk mengulum batang kemaluanku. Dan, akupun berejakulasi di didalam mulut Felicia, spermaku memancar keluar membasahi mulut sampai tenggorokannya sampai-sampai meleleh keluar dari mulutnya.Rasa nikmat yang tak ada taranya lagi melanda sekujur tubuhku. Kucabut batang kemaluanku dari mulutnya, dan Felicia terbatuk-batuk sepeti dapat muntah, samar-samar kulihat mulutnya penuh dengan cairan-cairan lendir kental sampai mengakibatkan mulutnya keluar mengkilat dikarenakan belepotan cairan sperma.Wajahnya yang lesu dan lemah sejenak memandangku dengan tatapan mata sayu penuh dengan keputus-asaan serta air mata yang lagi meleleh. Kemudian dia terjatuh lunglai dilantai, hanya suara nafasnya yang terdengar menderu-deru tersengal-sengal dan isakan-isakan tangisnya. Aku lagi merebahkan tubuhku di samping Felicia, pada akhirnya akupun tertidur.Tidak lama rupanya aku tertidur, dan lantas terjaga setelah lagi telingaku menangkap suara erangan-erangan dan rintihan-rintihan. Setelah aku bangun ternyata Beno sedang menyetubuhi Felicia, tubuh telanjang Felicia yang hanya tinggal mengenakan sepasang kaos kaki dan sepatu kets ditiduri oleh Beno. Dengan garangnya Beno menggenjot tubuh Felicia, iramanya cepat dan kasar sekali, tubuh lemah Felicia lagi terguncang-guncang.Kini keluar roman wajah Felicia telah lunglai sepertinya hampir pingsan, sebagian waktu yang lantas tetap kudengar suara rintihan lemah yang keluar dari mulut Felicia namun kini suara itu hilang mirip sekali. Tidak lama lantas Beno pun berejakulasi, lagi rahim Felicia disiram dan dipenuhi oleh cairan sperma. Felicia keluar tidak sadarkan diri dan pingsan.Waktu telah membuktikan pukul 10 malam, 4 jam lamanya kami memperkosa Felicia. Kini tibalah waktu kami untuk angkat kaki, setelah kami berpakaian rapi lantas kami angkat tubuh Felicia dari ruang aula menuju ke sebuah gudang dibagian paling belakang sekolah ini. Kami rebahkan gadis cantik primadona sekolah ini di sana. Di sisinya kami tebarkan busana seragam sekolah, tasnya serta HP miliknya yang sedari tadi terus berbunyi.

Kini gadis cantik itu, terkulai pingsan di didalam gudang yang kotor, badan telanjangnya dipenuhi dengan cairan-cairan sperma yang menjadi mengering, termasuk darah yang keluar tetap menetes dari lubang duburnya sebagai akibat disodomi oleh Beno tadi. Kemaluannya pun keluar kemerahan dan membengkak. Puas kami memperkosanya. Tepat pukul 22.15 setelah kami menyingkirkan jejak kami, kami pun pergi meninggalkan gedung sekolah ini, berlangsung menuju ke pelabuhan dikota metropolitan ini untuk menumpang kapal yang entah kemana membawa kami, menuju ke suatu area yang jauh dari kota metropolitan ini.