Diriku Jadi Budak Napsu Keluargaku // Part 2


RAKSASAPOKER Aku bersyukur didalam hati saat orang itu menghentikan kelakuan gilanya. Akan tapi tampaknya itu tidak bertahan lama. 

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku agar tertelentang menghadapnya. Aku terperanjat sekali mengetahui siapa orang itu sebenarnya.

Rio.. Kamu.. Rio hanya menyeringai buas.


Eh, Mer. Sekarang elu boleh berteriakteriak sepuasnya, tidak ada kembali orang yang bakalan menopang elu. Apalagi si nenek tua itu udah mampus!

Astaga Rio menyebut ibuku, ibu tirinya sendiri, sebagai nenek tua. Keparat.

Rio! Jangan, Rio! Jangan laksanakan ini! Gue kan kakak elu sendiri! Jangan!

Kakak? Denger, Mer. Gue tidak dulu nganggap elu kakak gue. Siapa suruh elu jadi kakak gue. Yang gue tau hanya ayah gue kawin mirip nenek tua, mama elu!

Rio!

Elu kan cewek, Mer. Papa udah ngebiayain elu hidup dan kuliah. Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk menghendaki imbalan berasal dari elu. Bales budi dong!

Iya, Rio. Tapi bukan begini caranya!

Heh, yang gue butuhin hanya tubuh molek elu, tidak senang yang lain. Gue tidak senang tau, elu senang kasih apa tidak!

Errgh..

Aku tidak mampu berbuat apaapa lagi. Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Dengan memaksa ia melumat bibirku yang merekah itu, membuatku hampir tidak mampu bernafas. Aku coba merontaronta membebaskan diri. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya. Akh! Rio kesakitan sewaktu kugigit lidahnya bersama dengan memadai keras. Tapi, Plak! Ia menampar pipiku bersama dengan keras, membawa dampak mataku berkunangkunang. Kugelenggelengkan kepalaku yang menjadi seperti berputarputar.

Tanpa senang membuangbuang saat lagi, Rio mengeluarkan lebih dari satu utas tali sepatu berasal dari didalam saku celananya. Kemudian ia membentangkan ke dua tanganku, dan mengikatnya masingmasing di ujung kiri dan kanan daerah tidur. Demikian terhitung ke dua kakiku, tak luput diikatnya, agar tubuhku jadi terpentang tak berdaya diikat di keempat arah. Oleh dikarenakan kencangnya ikatannya itu, tubuhku tertarik memadai kencang, membawa dampak dadaku tambah tegak membusung. Melihat pemandangan yang indah ini membawa dampak mata Rio tambah menyalangnyalang bernafsu. DAFTAR ID PRO PKV


Tangan Rio mencengkeram kerah blus yang kukenakan. Satu persatu dibukanya kancing penutup blusku. Setelah kancingkancing blusku terbuka semua, ditariknya blusku itu ke atas. Kemudian bersama dengan sekali sentakan, ditariknya lepas tali pengikat BHku, agar buah dadaku yang membusung itu terhampar bebas di depannya.

Wow! Elu punyai toket bagus gini kok tidak bilangbilang, Mer! Auum! Rio langsung melahap buah dadaku yang ranum itu. Gelitikangelitikan lidahnya terhadap ujung puting susuku membuatku menggerinjalgerinjal kegelian. Tapi saya tidak mampu berbuat apaapa. Semakin keras saya merontaronta tampaknya ikatan tanganku tambah kencang. Sakit sekali rasanya tanganku ini. Jadi saya hanya membebaskan buah dada dan puting susuku dilumat Rio sebebas yang ia suka. Aku hanya mampu menengadahkan kepalaku menghadap langitlangit, berkhayal nasibku yang sial ini.

Aaarrghh.. Rio! Jangaann..! Lamunanku buyar kala menjadi sakit di selangkanganku. Ternyata Rio menjadi menghujamkan kemaluannya ke didalam kewanitaanku. Tambah lama bertambah cepat, membawa dampak tubuhku tersentaksentak ke atas. Melihat saya yang udah tergeletak pasrah, memberi tambahan rangsangan yang lebih hebat kembali terhadap Rio. Dengan sekuat tenaga ia menambah impuls kemaluannya masukkeluar didalam kewanitaanku. Membuatku merontaronta tak karuan.

Urrgh.. Akhirnya Rio udah tidak mampu mencegah kembali gejolak nafsu di didalam tubuhnya. Kemaluannya menyemprotkan cairancairan putih kental di didalam kewanitaanku. Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur bersama dengan darah yang mengalir berasal dari didalam kewanitaanku, tandanya selaput daraku udah robek olehnya. Karena kelelahan, tubuh Rio langsung tergolek di samping tubuhku yang bermandikan keringat bersama dengan nafas terengahengah.

Braak! Aku dan Rio terperanjat mendengar pintu kamar terbuka ditendang memadai keras. Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.

Papa!

Rio! Apaapa sih anda ini?! Cepat anda bebaskan Merry!

Ah, pada akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Rio mematuhi perintah ayahnya. Segera dibukanya seluruh ikatan di tangan dan kakiku. Aku bangkit dan langsung berlari menghambur ke arah ayah tiriku.

Sudahlah, Mer. Maafin Rio ya. Itu kan udah terjadi, kata ayah tiriku menenangkan saya yang konsisten menangis didalam dekapannya.

Tapi, Pa. Gimana nasib Meriska? Gimana, Pa? Aaahh.. Papaa! tangisanku beralih jadi jeritan sekejap itu terhitung tatkala ayah tiriku mengangkat tubuhku sedikit ke atas kemudian ia menghujamkan kemaluannya yang udah dikeluarkannya berasal dari didalam celananya ke didalam kewanitaanku.

Aaahh.. Papaa.. Jangaan! Aku merontaronta keras. Namun dekapan ayah tiriku yang begitu kencang membawa dampak rontaanku itu tidak berarti apaapa bagi dirinya. Ayah tiriku tambah ganas menyodoknyodokkan kemaluannya ke didalam kewanitaanku. Ah! Ayah dan anak mirip saja, pikirku, begitu teganya mereka menyetubuhi anak dan kakak tiri mereka sendiri.

Aku menjerit panjang kesakitan sewaktu Rio yang udah bangkit berasal dari daerah tidur memasukkan kemaluannya ke didalam lubang anusku. Aku merasakan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi. Ayah dan kakak tiriku itu samasama menghunjam tubuhku yang tak berdaya berasal dari ke dua arah, depan dan belakang. Akibat kelelahan bercampur bersama dengan kesakitan yang tak terhingga pada akhirnya saya tidak merasakan apaapa lagi, tak sadarkan diri. Aku udah tidak ingat kembali apakah Rio dan ayahnya masih mengagahiku atau tidak sehabis itu.

Beberapa bulan udah berlalu. Aku menjadi mual dan berkalikali muntah di kamar mandi. Akhirnya saya memeriksakan diriku ke dokter. Ternyata saya dinyatakan positif hamil. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Aku mengandung? Kebingungankebingungan terusmenerus menyelimuti benakku. Aku tidak mengetahui secara pasti, siapa ayah berasal dari anak yang saat ini ada di kandunganku ini. Ayah tiriku atau Rio. Hanya mereka berdua yang dulu menyetubuhiku. Aku bingung, apa standing anak didalam kandunganku ini. Yang tentu ia adalah anakku. Lalu apakah ia terhitung sekaligus adikku alias anak ayah tiriku? Ataukah ia terhitung sekaligus keponakanku dikarenakan ia adalah anak adik tiriku sendiri?