Cerita Sex Gadis SMA Tubuh Montok // Part 1

RAKSASAPOKER Kisah Dewasa ini bermula saat saya tengah pulang kerja bersua Gadis SMA Montok bersama Payudara besar pokoknya buat sange deh, penasaran ? yukk

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Roni adalah pria awal 28an berpenghidupan lumayan dgn pekerjaan sebagai seorang pialang di suatu perusahaan sekuritas sedang.

Tidak tersedia yg aneh dgn kehidupannya. Semua berjalan lancar. Bila tersedia tekanantekanan didalam pekerjaan bahkan membuatnya jadi bergairah untuk menjalaninya.


Ini hidup katanya didalam hati. Kehidupan seksnya terhitung demikian, hampir tidak tersedia masalah. Ia bisa memperoleh seumpama ia ingin, pastinya dgn proses yg wajar, gara-gara Roni benar-benar menjauhkan sex shopping atas alasanalasan tertentu. Biar cinta berjalan semestinya, yakinnya.

Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhkan mejanya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia benar-benar puas. Pasar benar-benar bersahabat dgnnya. Sejumlah keuntungan sukses dibuatnya didalam one day trade. Sebagian masuk ke didalam rekening pribadinya.

dgn berdalih jemu di mobilnya, Roni memperoleh banyak alasan dan obrolan mudah di halte itu. Gadis itu bernama Diana, kelas satu SMA swasta berumur 16 tahun. Roni tak mengindahkan secara cermat percakapannya gara-gara nada Diana terdengar benar-benar merangsangnya.
Aku sesungguhnya patut mendapatkan, pikirnya, tidak tersedia yg merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini tetap membuatnya terangsang secara seksual. Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita teman kerja yg masih berkutat.

Ia langsung memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak tidak benar seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu mengambil waktu dan emosinya. Lebih baik saya pulang batinnya. Ada sesuatu yg mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Dikemudikan mobilnya muncul dari basement perlahan. Beberapa anak SMU kelihatan bergerombol di halte dekat gedung kantornya. Ahh.. kernyitnya. Ia terperangkap di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sudah mengingatkan supaya menunda.

Instingku tambah bagus saja, senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kirakira 200an mobil tidak bergerak mirip sekali. Dilihatnya ke belakang dgn putus asa. Keadaan di belakang mirip buruknya dgn pemandangan di depannya.

Roni menarik nafas dalamdalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. Tenang Ron, ini bukan alasan yg bagus untuk menyebabkan kerusakan 1 hari tenangmu, katanya sambil membetulkan letak rambutnya. Tibatiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. dgn segan ditekannya switch jendelanya.

Petugas itu memberitahu jika berjalan kecelakaan beruntun di depan dan kemungkinan lantas lintas baru bisa lancar paling cepat 30 menit. Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. Bagus! ia menutup wajahnya. Itulah alasan yg paling pas untuk menyebabkan kerusakan moodnya. Dibukanya TV mobil.

Dipilihnya satu film porno kesayaangannya di remote. Ditatapnya adeganadegan itu dgn hambar. Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah, sungutnya sambil mematikan. Roni menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadisgadis berseragam SMA masih bergerombol menanti bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan langkah duduknya, katanya didalam hati. Tibatiba darahnya berdesir. Tungkaitungkai indah itu punya gadis yg benar-benar muda.

Diperhatikannya kembali lebih seksama. Ada yg berharap dgn tangannya di belakang supaya dadanya membusung ke depan. Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dgn leher yg jenjang. Roni jadi termakan fantasinya sendiri. Ia sesungguhnya tidak dulu bercinta dgn gadis belia. Itukah yg diinginkannya waktu ini?

Tidak, sahutnya sendiri, Itu benar-benar gila. sambil menatap ke depan ia tak bisa menghindar diri untuk memandang kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dgn seksama lekukan pantat yg padat itu dgn lutut indah dan kulit yg bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya didalam format gerakan erotis.

Tibatiba tidak benar seorang dari mereka tersingkap roknya. Roni bersorak didalam hati. Diperhatikannya dgn seksama paha bagian dalamnya.. begitu kencang, dan perlahan ia jadi ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya benar-benar safe didalam bereksplorasi. Ia jadi turunkan reitsleting celananya. DAFTAR ID PRO PKV


Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepas pandangan dari gadis itu. Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yg benar-benar dahsyat, bercinta dgn belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue seumpama ia orgasme nanti.

Tibatiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhkan halte gara-gara beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Roni meraung keras sekali. Arrgh! Ditatapnya para laki laki itu. Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia. Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa waktu itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. dgn mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.

Langit tambah gelap. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diakhiri oleh curahan air yg mempunyai irama tambah cepat dan lebat. Di didalam mobil Roni kelihatan melambailambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya.

Para gerombolan kera itu bergerak lewat depan mobilnya menyeberang ke seberang jalan. Salah seorang dari mereka memukul kap mobilnya. Roni membalas dgn mengacungkan jari tengahnya. Ia jadi aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya gara-gara kaca jadi mengembun. Dinyalakan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. Roni hampir memekik girang. Salah seorang dari gadis SMU itu tersedia di sana didalam situasi basah kuyup. Roni memutar kepalanya untuk mencari yg lain. Ah, tampaknya ia sendirian, sesal Roni. Tapi tunggu.. didalam situasi basah seluruh lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas.

Rambutnya yg basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yg sintal, payudaranya menggelembung indah dgn pantat yg bundar, Roni kembali ereksi. Bibirnya bergetar menghindar nafsu birahinya yg melintas menabraknya berulangulang. Matanya jadi panas. Dibukanya pintu mobilnya sesudah itu ia berlari mendekati gadis itu.

Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu. Betapa belianya gadis ini, tubuh yg belum dulu tersentuh oleh lelaki. Payudaranya benar-benar penuh menyesaki branya lebih kurang 34. Pinggul yg ramping dgn pantat bundar yg memuat ditopang oleh lutut dan tungkai yg indah dan bersih.

Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dgnnya yg tengah menjadi Juri festival foto bugil. Roni tergagap dan secara refleks menyapanya. Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yg transparan.

Kita ngobrol di mobil yuk, lelah berdiri nih, kata Roni.
Diana menatap ragu. Roni menangkap maksud pandangan itu.

Ok, begini.. Kamu nggak wajib takut. Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dalamnya tersedia seluruh kartu identitas saya. Kalo saya bermaksud jahat dgn kamu, kamu boleh membuang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok? Diana tersenyum riang terima dompet itu, lantas mereka bersamasama memasuki mobil.

Di didalam mobil Diana jadi gugup. Baru kali ini ia manuruti orang asing, lakilaki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk melindungi diri, dan baygan pacarnya yg tidak menjemputnya. Diana menjadi kesal. Diana terhubung dompet itu, terkandung beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lantas diselipkan di saku bajunya.

Ini cukup, ujarnya. dgn tersenyum acuh Roni terima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya. Kamu kedinginan? saya memiliki kemeja bersih. Kamu bisa pindah pakaian di belakang. Saya janji tidak akan menegok ke belakang, tanya Roni penuh harap. Diana menggelengkan kepalanya.

Obrolan sore itu menjadi lancar dapat dukungan situasi gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan Diana pun jadi berani menceritakan dirinya. Mata Roni mengambil pandang untuk menatap paha Diana yg tersingkap. Roni menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay.

Ia ceritakan dgn lancar dan halus sampai Diana tidak tersinggung. Roni menangkap beberapa kali Diana menarik nafas panjang, sepertinya Diana terangsang mendengar cerita Roni. Wajahnya jadi memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya.

Tampaknya ini tak cukup, kata Roni. Lalu ia tawarkan Diana untuk menyaksikan VCD kartun kesayaangannya. Diana berseru gembira. Lalu Roni terhubung TVcarnya dan berkata, Kamu menanti di sini. Kunci pintunya. Saya mau muncul membeli permen di sebelah halte itu. Diana mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.

Roni muncul mobil sambil mempunyai remote lantas menyalakan VCD changer dari luar mobil dgn film yg mirip ia tonton sebelum saat hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalur dan melirik jamnya.. 5 menit dari sekarang! sambil mengupas cuaca ke pedagang asongan itu. Diana menatap adegan di mini TV itu.

Lelaki tengah menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub. Ia memejamkan mata, namun nada lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan Roni dari didalam mobil itu. Kembali ke layar, tertegun ia memandang laki laki itu menjilati puting susu. Tangannya menjadi dingin. Lelaki itu saat ini menjilati paha.

Diana menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu laki laki didalam film itu jadi menjilati liang kewanitaan wanita itu. Diana jadi seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengahengah. Iapun heran mengapa nafasnya begitu.

Sorry rada lama, nggak tersedia kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya pindah uang, sembur Roni. Diana tersentak dan memalingkan wajahnya. Roni purapura terkejut sambil cepatcepat mematikan stereonya dan menutup layarnya. Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf Din, kata Roni tergagap.