Cerita Dewasa Bu Santi, Ibu Kosku // Part 1

RAKSASAPOKER Sudah nyaris setahun Rio tinggal di tempat kost Bu Santi. Bisa tinggal di tempat kost ini awalannya secara tidak sengaja ketemu Bu Santi di pasar. 

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Waktu itu Bu Santi kecopetan, trus teriak dan kebetulan Rio yang ikut menolong menangkap copet dan mengembalikan dompet Bu Santi.

Trus ngobrol sebentar, kebetulan Rio ulang cari tempat kost yang baru dan Bu Santi menyebutkan dia memiliki tempat kost atau bisa di bilang rumah bedengan yang dikontrakkan, yah menjadi deh tinggal di kostan Bu Santi.


Bu Santi cukup baik pada Rio, kelewat baik malah, gara-gara sampai selagi ini Rio udah telat bayar kontrak rumah 3 bulan, dan Bu Santi masih ademadem aja. Mungkin masih teringat perlindungan selagi itu. Tapi justru Rio yang gak enak, tetapi senang gimana, lha emang uang ulang seret. selanjutnya Rio lebih banyak menahan untuk ketemu segera bersama dengan Bu Santi.

Sampai satu hari selagi itu masih sore jam 4. Rio masih tidurtiduran bersama dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu bersifat kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya di ketok tok..tok..tok.. selanjutnya nada Bu Santi yang manggil,RioRio ada di dalem gak? Sontak Rio bangun, wah bisa berabe kalo nanyain uang sewa kamar nie, pikir Rio.

Dengan cepat mencapai handuk, purapura ulang mandi aja ah, ntar juga Bu Santi pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi ulang terdengar nada Bu Santi, Rio ulang tidur ya..? dan dari kamar mandi Rio menyahut sedikit teriak, Lagi mandi bu.

Sesaat tidak ada sahutan, tetapi sesudah itu nada Bu Santi menjadi dekat,Y udah mandi aja dulu Rio, ibu tunggu di sini ya eh ternyata masuk ke kamar, Rio tadi gak mengunci pintu. Busyet dah, terpaksa benerbener mesti mandi nie,pikir Rio.

Sekitar lima belas menit Rio di kamar mandi, sengaja mandinya agak dilamain bersama dengan maksud siapa tau Bu Santi bosan trus gak menjadi nunggu. Tapi rasanya percuma lamalama toh Bu Santi sepertinya masih menunggu. Akhirnya muncul juga Rio dari kamar mandi, bersama dengan cuma handuk yang melilit di pinggang, tidak pakai celana dalem lagi, maklum tadi gak sempet ambil gara-gara terburuburu.

Bu Santi tersenyum manis menyaksikan Rio yang keliru tingkah,lama juga anda mandi ya Rio Bu Santi membuka pembicaraan.
Pasti bersih banget mandinya ya gurau Bu Santi sambil sejenak melirik dada bidang Rio.
Ah ibu bisa aja biasa aja kok bu.., oia ada apa ya bu..? jawab Rio sekenanya saja sambil menyita duduk di pinggiran tempat tidur.

Bu Santi mendekat dan duduk di samping Rio, Cuma senang ngingetin aja, uang sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho trus senang ngobrolngobrol aja sama kamu, kan dah lama gak ngobrol, anda sie pergi mluluucap Bu Santi. Rio menjadi kikuk,wahduh kalo uang sewanya ntar saya bayar cicil boleh gak bu? Soalnya ulang seret nie jawab Rio bersama dengan sedikit memohon.

Bu Santi muncul sedikit berpikirmmmm boleh deh, tetapi jangan lamalama ya emang uangmu di pakai untuk apa sie? muncul Bu Santi sedikit menyelidik. hmmm tentu buat cewe mu yadia muncul tidak cukup senang.

Ah nggak juga kok bu.. saya emang ulang ada keperluan, jawab Rio hatihati menyaksikan raut wajah Bu Santi yang tidak cukup senang.

Huhlakilaki sama aja, kalo ulang ada maunya, apa aja tentu di kasih pada perempuan yang ulang di dekatinya, hhhh sama aja bersama dengan suamiku.keluh Bu Santi bersama dengan nada kesal.

Waduh nampaknya Bu Santi ulang marahan nie sama suaminya, janganjangan amarahnya ditumpahkan pula sama Rio. Dengan cepat Rio menjawab,tapi saya janji kok bu, dapat saya lunasi kok

hhhhh.Bu Santi menghela nafas,Udahlah Rio, gak apaapa kok, gak di bayar juga kalo buat anda ga persoalan Ibu Cuma ulang kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya sama Marni terus Aku seperti gak diakui lagi, mentangmentang Marni jauh lebih muda ya.

Sedikit penjelasan bahwa Bu Santi ini istri pertama dari pak Kardi, tetapi istri keduanya bu Marni. Dan saat ini sepertinya pak Kardi lebih sering tinggal di rumahnya yang satu ulang bersama dengan bu Marni dan Bu Santi tampaknya udah jadi kesepian nie

Wah kalo persoalan keluarga sie saya tidak cukup mengetahui bu. jawab Rio kikuk

Gak apaapa Rio, ibu cuma senang curhat aja sama anda boleh kan Rio? nada Bu Santi sendu. Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas Bu Santi jadi berat, dan sedikit sesunggukan, waduh lamalama bisa nangis nie, kritis dong pikir Rio.

Uudah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Kardi ulang ulang kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya sama bu Marni,Rio berniat menghibur. DAFTAR ID PRO PKV


Ah anda Rio emang ibu masih cantik menurutmu? Bu Santi menatap sendu ke arah Rio, muncul dua butir air mata mengalir di pipinya. Uhh. ingin rasanya Rio menghapus air mata itu, pak Kardi emang keterlaluan masa wanita cantik nan elok seperti ini dianggurin sie, coba Rio bisa berbuat suatu hal busyet Rio memaki dalam hati kenapa otak gwa menjadi kotor gini.

Dengan sedikit gugup Rio menjawab,mmmeeeiya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis kemungkinan saya yang duluan tergoda. Uupsss . Maksud hati ingin menghibur, tetapi kenapa katakata yang menggoda yang muncul dari mulut gerutu Rio dalam hati. Rio menjadi panik, janganjangan Bu Santi marah bersama dengan ucapan Rio.

Tapi ternyata Rio salah, gara-gara Bu Santi tersenyum, manis sekali bersama dengan deretan gigi yang putih dan rapi,ih Rio bisa aja menghibur. Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja suamiku gak ngelirik saya lagi, bis nya dah tua sie rona wajah Bu Santi beralih sedih lagi,kalo menurutmu Rio, apa ibu emang gak menarik lagi? sambil berdiri dan memperhatikan tubuhnya sesudah itu menatap Rio minta penilaian.

Terang aja Rio makin lama kikuk,wah saya senang ngomong apa ya bu? Takutnya nanti di bilang lancang lho tetapi kalo senang jujur. Ibu cantik banget, seperti masih 30an deh.

Bu Santi tampaknya suka bersama dengan pujian itu,hmmm.. anda adaada aja saja ibu udah 43 lho.. emang Rio lihat dari mananya bisa bilang begitu?

Rio menjadi cengar cengir, .itu penilaian lakilaki lho bu, saya malu bilangin nya.

Bu Santi ulang duduk mendekat, saat ini tambah terlalu dekat nyaris merapat ke Rio sambil berkata, ah.. gak mesti malu. Bilang aja

Nafas Rio jadi sesak, badan nya jadi panas dingin menghadapi tatapan Bu Santi, matanya indah bersama dengan bulu mata yang lentik, sesaat sesudah itu Rio mengalihkan pandangan ke arah tubuh Bu Santi mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Rio memperhatikan bahwa Bu Santi memakai pakaian terusan seperti daster tetapi bersama dengan lengan yang bersifat tali dan diikat simpul di bahunya.

Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat bersama dengan tali pakaian dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Rio beralih ke anggota depan uupss muncul belahan dada yang hmmm sepertinya buah dada itu cukup besar. Sentuhan lembut tangan Bu Santi di paha Rio yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Rio. Dengan penuh selidik Bu Santi bertanya,lho kok menjadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an

Rio sedikit tergagap gara-gara jadi ketahuan terlalu lama memandangi tubuh Bu Santi,mmm eeemm.. ibu benarbenar masih cantik, kulitnya masih kencang masih terlalu menggoda

Tidak ada jawaban dari mulut Bu Santi, cuma pandangan mata yang kini saling beradu, saling tatap untuk lebih dari satu selagi dan seperti ada magnet yang kuat, wajah Bu Santi makin lama mendekat, bersama dengan bibir yang makin lama merekah.

Rio pun seakan terbawa suasana, dan tanpa komando lagi, Rio menyambut bibir merah Bu Santi, desahan nafas jadi jadi berat hhhhhhhhciuman terus bertambah dahsyat, Bu Santi menjulurkan lidahnya masuk menerobos ke mulut Rio, dan dibalas bersama dengan lilitan lidah Rio sehingga lidah tersebut berpilinpilin dan sesudah itu deru nafas makin lama berat terasa.

Dengan naluri yang alami, tangan Rio merambat naik ke bahu Bu Santi, bersama dengan sekali tarik, lepas tali pengikat pakaian di bahu tersebut dan bersama dengan lembut Rio meraba bahu Bu Santi sampai ke lehernya. Kemudian turun ke arah dada, bersama dengan remasan lembut Rio meremas payudara yang masih terbungkus bra itu. hhhhhhhhh nafas Bu Santi jadi jadi menggebu, nampaknya gairah birahinya jadi memuncak. Jemari lentik Bu Santi tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dada Rio melingkari pinggang Rio, mencari lipatan handuk, hendak membukanya

Uupps. Rio tersentak dan sadar.,upshhh maaf bu maaf bu saya terbawa suasana. Rio tertunduk tak berani menatap Bu Santi sambil merapikan ulang handuknya, baru sesudah itu bersama dengan sedikit was-was menyaksikan ke arah Bu Santi.

Terlihat Bu Santi pun agak tersentak, tetapi tidak mengupayakan merapikan pakaiannya, sehingga tubuh anggota atas yang cuma tertutup bra itu dibiarkan terbuka. Pemandangan yang menakjubkan. napa Rio kami udah memulainya dan anda udah menghidupkan ulang gairah ibu yang lama terpendam anda mesti menyelesaikannya Rio tatapan Bu Santi muncul makin lama sendu
mmm ibu gak marah..? gimana nanti kalo ada yang menyaksikan bu bisa kritis dong pak Kardi juga bisa marah besar bu jawab Rio.

Tanpa menjawab Bu Santi bangkit berdiri, tetapi gara-gara tidak merapikan pakaiannya, otomatis pakaian terusan yang dipakai menjadi melorot jatuh ke lantai. Rio terpana menyaksikan tubuh indah itu, sedikit berlemak di perut dan bokongnya tetapi itu tambah menambah seksi lekuk tubuh Bu Santi. Kemudian bersama dengan tenang Bu Santi melangkah ke arah pintu kamar dan menguncinya.