Aku Setubuhi Istri Temanku // Part 3


RAKSASA POKER “Apa kamu serius? Apa ini mimpi atau kenyataan?” Tanyaku terlalu gembira.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

“Akan kubuktikan keseriusanku sekarang. Rasakan ini sayang” tiba-tiba Sidar melompat selanjutnya mengangkangi kedua pahaku dan duduk di atasnya sambil memelukku, serta mencium pipi dan bibirku bertubi-tubi.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Tentu saya tidak mampu menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku segera menyambutnya dan membalasnya bersama sikap dan tindakan yang sama.


Nampaknya Sidar telah idamkan segera perlihatkan bersama membebaskan sarung yang dipakainya, tetapi saya belum rela terhubung celana panjang yang kepakai malam itu.

Pergumulan kami dalam posisi duduk memadai lama, walau beberapa kali Sidar memintaku untuk segera membebaskan celanaku, bahkan ia sendiri sebagian kali mengusahakan terhubung kancingnya, tetapi selalu saja kuminta sehingga ia bersabar dan pelan-pelan sebab waktunya terlalu panjang.

“Ayo Kak Nis, cepat sayang. Aku telah tak tahan idamkan membuktikannya” rayu Sidar sambil membebaskan rangkulannya selanjutnya ia tidur telentang di atas karpet abu-abu sambil menarik tanganku untuk menindihnya. Aku tidak tega membebaskan ia penasaran terus, sehingga saya segera menindihnya.

“Buka celana sayang. Cepat.. Aku telah letih nih, ayo dong,” pintanya.

Akupun segera menuruti permintaannya dan membebaskan celana panjangku. Setelah itu, Sidar menjepitkan ujung jari kakinya ke bagian atas celana dalamku dan mengusahakan mendorongnya ke bawah, tetapi ia tak berhasil sebab saya sengaja mengangkat punggungku tinggi-tinggi untuk menghindarinya.

Ketika saya coba menyingkap pakaian daster yang dipakaianya ke atas selanjutnya ia sendiri melepaskannya, saya kaget sebab tak kusangka jika ia serupa sekali tidak mengfungsikan celana. Dalam hatiku bahwa barangkali ia sesungguhnya sengaja siap-siap dapat bersetubuh denganku malam itu. Di bawah sinar lampu 10 W yang dibarengi bersama sinar TV yang makin seru bermain bugil, saya terlalu tahu melihat sebuah lubang yang dikelilingi daging montok nan putih mulus yang tidak ditumbuhi bulu selembar pun.

Tampak menonjol sebuah benda mungil layaknya biji kacang di tengah-tengahnya. Rasanya memadai menantang dan mempertinggi birahiku, tetapi saya selalu mengusahakan mengendalikannya sehingga saya mampu lebih lama bermain-main dengannya. Ia saat ini telah bugil 100%, sehingga keluar wujud tubuhnya yang langsing, putih mulus dan indah sekali dipandang.

“Ayo donk, menunggu apa lagi sayang. Jangan biarkan saya tersiksa layaknya ini” pinta Sidar tak dulu berhenti untuk segera nikmati puncaknya.“Tenang sayang. Aku pasti dapat memuaskanmu malam ini, tetapi saya tetap rela bermain-main lebih lama biar kami lebih banyak menikmatinya”kataku

Secara perlahan tetapi pasti, ujung lidahku merasa menyentuh tepi lubang kenikmatannya sehingga mengakibatkan pinggulnya bergerak-gerak dan berdesis.

“Nikmat khan jika begini?” tanyaku berbisik sambil menggerak-gerakkan lidahku ke kiri dan ke kanan selanjutnya menekannya lebih dalam lagi sehingga Sidar 1/2 berteriak dan mengangkat tinggi-tinggi pantatnya seolah ia menyambut dan idamkan memperdalam masuknya ujung lidahku.

Ia hanya mengangguk dan memperdengarkan nada desis dari mulutnya.

“Auhh.. Aakkhh.. Iihh.. Uhh.. Oohh.. Sstt” nada itu tak mampu dikurangi disaat saya gocok-gocokkan secara lebih dalam dan keras serta cepat keluar masuk ke lubang kemaluannya.

“Teruuss sayang, nikkmat ssekalii.. Aakhh.. Uuhh. Aku belum dulu merasakan layaknya ini sebelumnya” katanya bersama nada yang agak keras sambil menarik-narik kepalaku sehingga lebih rapat lagi.

“Bagaimana? Sudah siap menyambut lidahku yang panjang lagi keras?” tanyaku sambil membebaskan seluruh pakaianku yang tetap tersisa dan kamipun sama-sama bugil.

Persentuhan tubuhku tak sehelai benangpun yang melapisinya. Terasa hangatnya hawa yang keluar dari tubuh kami.

“Iiyah,. Dari tadi saya menunggu. Ayo,. Cepat” kata Sidar terburu-buru sambil terhubung lebar-lebar kedua pahanya, bahkan terhubung lebar-lebar lubang vaginanya bersama menarik kiri kanan kedua bibirnya untuk memudahkan jalannya kemaluanku masuk lebih dalam lagi.

Aku pun tidak rela menahan-nahan lagi sebab sesungguhnya saya telah bahagia bermain lidah di mulut atas dan mulut bawahnya, bahkan keduanya terlalu basah. Aku selanjutnya mengangkat kedua kakinya hingga bersandar ke bahuku selanjutnya mengusahakan menusukkan ujung kemaluanku ke lubang vagina yang sejak tadi menunggu itu. Ternyata tidak mampu kutembus sekaligus sesuai keinginanku. Ujung kulit penisku tertahan, padahal Sidar telah bukan perawan lagi.

“Ssaakiit ssediikit.., ppeelan-pelan sedikit” kata Sidar disaat ujung penisku sedikit kutekan agak keras. Aku gerakkan ke kiri dan ke kanan tetapi termasuk belum berhasil amblas.

Aku turunkan kedua kakinya selanjutnya raih sebuah bantal kursi yang di belakanku selanjutnya kuganjalkan di bawah pinggulnya dan terhubung lebar kedua pahanya selanjutnya kudorong penisku agak keras sehingga telah merasa masuk setengahnya. Sidarpun merintih keras tetapi tidak berkata apa-apa, sehingga saya tak peduli, tambah makin kutekan dan kudorong masuk hingga amblas seluruhnya. Setelah seluruh batang penisku terbenam semua, saya sejenak berhenti bergerak sebab letih dan melemaskan tubuhku di atas tubuh Sidar yang termasuk diam sambil bernafas panjang seolah baru kali ini nikmati betul persetubuhan. DAFTAR ID PRO > KLIK <


Sidar lagi menggerak-gerakkan pinggulnya dan akupun menyambutnya. Bahkan saya tarik maju mundur sedikit demi sedikit hingga jalannya agak cepat selanjutnya cepat sekali. Pinggul kami bergerak, bergoyang dan berputar seirama sehingga mengakibatkan bunyi-bunyian yangberirama pula.

“Tahan sebentar” kataku sambil mengangkat kepala Sidar tanpa mencabut penisku dari lubang vagina Sidar sehingga kami dalam posisi duduk.

Kami saling merangkul dan mobilisasi pinggul, tetapi tidak lama sebab merasa sulit. Lalu saya berbaring dan telentang sambil menarik kepada Sidar mengikutiku, sehingga Sidar berada di atasku. Kusarankan sehingga ia menggoyang, mengocok dan memompa bersama keras lagi cepat. Ia pun memadai tahu keinginanku sehingga kedua tangannya Bersandar di atas dadaku selanjutnya menghentakkan agak keras bolak balik pantatnya ke penisku, sehingga keluar kepalanya lemas dan seolah rela jatuh sebab baru kali itu ia melakukannya bersama posisi layaknya itu. Karena itu, kumaklumi jika ia cepat letih dan segera menjatuhkan tubuhnya melekat ke atas tubuhku, walau pinggulnya tetap selalu bergerak naik turun.

“Kamu barangkali terlalu capek. Gimana jika ganti posisi?” kataku sambil mengangkat tubuh Sidar dan melapas rangkulannya.

“Posisi bagaimana lagi? Aku telah sebagian kali merasa nikmat sekali” tanyanya heran seolah tidak tahu apa yang dapat kulakukan, tetapi selalu ia mengikuti permintaanku sebab ia pun merasa terlalu nikmat dan belum dulu mengalami permainan layaknya itu sebelumnya.

“Terima saja permainanku. Aku dapat perlihatkan sebagian pengalamanku”

“Yah.. Yah.. Cepat laksanakan apa saja” katanya singkat.

Aku berdiri selanjutnya mengangkat tubuhnya dari belakang dan kutuntunnya hingga ia dalam posisi nungging. Setelah kubuka sedikit kedua pahanya dari belakan, saya selanjutnya menusukkan lagi ujung penisku ke lubangnya selanjutnya mengocok bersama keras dan cepat sehingga mengakibatkan bunyi bersama irama yang indah seiring bersama gerakanku. Sidar pun terengah-engah dan napasnya terputus-putus menerima kenikmatan itu. Posisi kami ini tak lama sebab Sidar tak mampu menghindar rasa capeknya berlutut sambil kupompa dari belakan. Karenanya, saya kembalikan ke posisi pada awalnya yaitu tidur telentang bersama paha terbuka lebar selanjutnya kutindih dan kukocok dari depan, selanjutnya kuangkat kedua kakinya bersandar ke bahuku.

Posisi inilah yang mengakibatkan permainan kami memuncak sebab tak lama setelah itu, Sidar berteriak-teriak sambil merangkul keras pinggangku dan mencakar-cakar punggungku. Bahkan sesekali menarik keras wajahku melekat ke wajahnya dan menggigitnya bersama gigitan kecil. Bersamaan bersama itu pula, saya merasakan tersedia cairan hangat merasa menjalar di batang penisku, khususnya disaat merasa sekujur tubuh Sidar gemetar.

Aku selalu mengusahakan untuk hindari pertemuan pada spermaku bersama sel telur Sidar, tetapi terlambat, sebab baru saya coba mengangkat punggungku dan berniat menumpahkan di luar rahimnya, tetapi Sidar tambah mengikatkan tangannya lebih erat seolah melarangku menumpahkan di luar yang selanjutnya cairan kental dan hangat itu terpaksa tumpah seutuhnya di dalam rahim Sidar. Sidar nampaknya tidak menyesal, tambah sedikit ceria menerimanya, tetapi saya diliputi rasa kuatir kalau-kalau menjadi janin nantinya, yang dapat membuatku malu dan hubungan persahabatanku berantakan.

Setelah kami sama-sama raih puncak, bahagia dan nikmati persetubuhan yang sesungguhnya, kami selanjutnya tergeletak di atas karpet tanpa bantal. Layar TV telah berwarna biru sebab pergumulan filmnya sejak tadi selesai. Aku melihat jam dinding perlihatkan pukul 12.00 malam tanpa merasa kami bermain kurang lebih 3 jam. Kami sama-sama terdiam dan tak mampu berkata-kata apapun hingga tertidur lelap. Setelah terbangun jam 7.00 pagi di area itu, rasanya tetap merasa letih bercampur segar.

“Nis, kamu terlalu hebat. Aku belum dulu mendapatkan kenikmatan dari suamiku selama ini layaknya yang kamu memberikan tadi malam” kata Sidar disaat ia termasuk terbangun pagi itu sambil merangkulku.

“Benar nih, jangan-jangan hanya gombal untuk menyenangkanku” tanyaku.

“Sumpah.. Terus terang suamiku lebih banyak berkhayal kesenangannya dan posisi mainnya hanya satu saja.

Ia di atas dan saya di bawah. Kadang ia loyo sebelum saat kami apa-apa. Kontolnya pendek sekali sehingga tidak mampu memberi tambahan kenikmatan padaku layaknya yang kami berikan. Andai saja kamu suamiku, pasti saya bahagia sekali dan selalu rela bersetubuh, jika kudu tiap tiap hari dan tiap tiap malam” paparnya seolah menyesali hubungannya bersama suaminya dan memperbandingkan denganku.

“Tidak boleh sayang. Itu namanya telah jodoh yang tidak mampu kami tolak.

Kitapun berjodoh bersetubuh bersama cara selingkuh. Sudahlah. Yang perlu kami telah menikmatinya dan dapat terus menikmatinya” kataku sambil menenangkannya sekaligus mencium keningnya.

“Maukah kamu terus menerus memberiku kenikmatan layaknya tadi malam itu disaat suamiku tak tersedia di rumah” tanyanya menuntut janjiku.

“Iyah, pasti selama safe dan saya tinggal bersamamu. Masih banyak permainanku yang belum kutunjukkan” kataku berjanji dapat mengulanginya

“Gimana jika istri dan anak-anakmu nanti datang?” tanyanya khawatir.

“Gampang diatur. Aku kan pembantumu, sehingga saya mampu selalu dekat denganmu tanpa kesangsian istriku.

Apalagi istriku pasti tak tahan tinggal di kota sebab ia telah terbiasa di kampung bersama keluarganya tetapi yang kutakutkan jika kamu hamil tanpa diakui suamimu” kataku.

“Aku tak dapat hamil, sebab saya dapat memakan pil KB sebelum saat bermain layaknya yang kulakukan tadi malam, sebab sesungguhnya telah kurencanakan” kara Sidar terus terang.

Setelah kami bincang-bincang sambil tiduran di atas karpet, kami selanjutnya ke kamar mandi masing-masing bersihkan diri selanjutnya kami ke halaman rumah bersihkan setelah sarapan pagi bersama. Sejak selagi itu, kami hampir tiap tiap malam melakukannya, khususnya disaat suami Sidar tak tersedia di rumah, baik siang hari bahkan malam hari, bahkan sebagian kali kulakukan di kamarku disaat suami Sidar tetap tertidur di kamarnya, sebab Sidar sendiri yang mengunjungi kamarku disaat sedang “haus”.

Entah hingga kapan perihal ini dapat berlangsung, tetapi yang tahu hingga selagi ini kami tetap selalu idamkan melakukannya dan belum tersedia gejala kesangsian dari suaminya dan dari istriku.