3 Some Dengan Sahabat Istriku // Part 2


RAKSASA POKER Wajahku tida ulang angker, saya sesungguhnya dari tadi udah rela tersenyum, dan kala kupandangi wajah istriku dan saya tersenyum padanya, istriku raih tanganku dan mencium tanganku sinyal menyesal.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

Kupegangi wajahnya dan saya mencium kening istriku.Dasar akunya dari tadi emang udah horny, segera kucium istriku, kulumat bibirnya dengan tipe French kiss yang tadi saya saksikan.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Ciuman kali ini sangat beda banget, istriku membalasnya seakan ia sangat rela menyenangi aku.Ia menarikku dan meluruskan tubuhnya keranjang,


namun Santi tetap terduduk disamping kami, kupegang payudara istriku, dia membalasnya dengan menggenggam Mr.P ku, istriku terasa melucuti baju kemejaku dan melemparnya ke lantai, saya bergerak menciumi leher istriku, wangi tubuh Santi, tetap menempel di tubuh istriku membawa dampak saya makin lama impuls mengulum telinganya.Istriku mendesah, “oh mas, saya sayang mas” sambil tanganya terasa terhubung celanaku, sekilas kulihat Santi terasa bergerak menyingkir, dia tentu idamkan berikan peluang kepada kami berdua.Tanganku segera menangkap tangannya, sinyal ia tidak boleh pergi dari situ. “Bentar bang, saya ke WC dulu ya” tentu gara-gara keresahan tadi Santi menjadi pengin pipis. Kuteruskan melumat bibir istriku dan mengulum payudara istriku, kala istriku udah membiarkan seluruh pakaianku.Kudengar dari kamar mandi tersedia suara air sinyal Santi udah selesai, “Ma panggil Santi” kataku. Saat Santi nampak dari kamar mandi istriku memberinya kode untuk duduk ulang ketempat semula. Santi menurutinya.Kutangkap tangan Santi, tapi saya tetap asyik mencumbu istriku, kuremas tangan Santi seperti orang berpacaran, Santi menanggapinya dia juga meremas tanganku dengan kedua tangannya, dan mencium tanganku seperti mengucapkan menerima kasih gara-gara tidak seperti yang dia takutkan tadi.Istriku juga menyaksikan kejadian itu, lau ia berubah meningkatkan kepalanya ke atas paha Santi sambil menarikku untuk mengikutinya. Posisi ku sungguh diuntungkan saya berciuman dengan istriku dengan tangan kananku memegang tangan Santi kala tangan kiriku mengelus payudara istriku, kala wajahku menempel ke payudara Santi.Sesaat lantas istriku membiarkan ciumanku, lantas memandangku lantas ke arah Santi, saya menatap wajahnya dan wajah Santi, Santi membalas kami berdua sambil tersenyum. Coba kukecup pipi Santi. Dia agak menghindar, saya tau ia tentu terasa tidak sedap dengan istriku.“Jadi gimana kami ma?” tanyaku. “Ya mas kan sayang ama aku, puas ama Santi juga dari dulu sampe minta fotonya yang habis mandi kan? Hi..hi..” “Terus?” tanyaku lagi“Aku sayang ama mas dan Santi, Santi sayang juga ama aku, Cuma ndak tau dianya dengan mas”.

“Kalo mama selingkuhnya ama laki-laki sih saya tentu sanggup marah besar, tapi kalo ama Santi, sih saya ndak kasus ma, rasa senangku sanggup beralih menjadi sayang juga kan”“Makasih ya mas, saya beruntung punya suami kayak kamu mas, kamu gimana Santi?”

“Entah kenapa kok saya menjadi sayang ya ama kalian berdua, saya ijin ya selingkuh ama suami kamu?” jawabnya. Istriku tersenyum. DAFTAR ID PRO > KLIK < 


Lalu kucium ulang istriku sambil merangkul Santi, tak lama istriku mendorongku keatas saya pun mencium Santi yang membalasku, kali ini saya merasakan double French kiss yang luar biasa.Ciumannya lebih liar kala istriku terasa meremas dan mencium payudara Santi, kala satu tangannya membelai torpedoku. Lidah kami seperti dua orang satria yang berperang memainkan pedang dengan liukan-liukan jurus mematikan, jurus kami yang tetap saja seri membawa dampak saya melaksanakan manuver untuk melaksanakan jurus lainnya, kini kuarahkan lidahku ke arah leher Santi.“hhhhh” desahannya yang tertahan pertanda manuverku lumayan berhasil, pengen rasanya kubuat sinyal disitu, tapi ah, ntar menjadi berabe, menjadi kelanjutkan dengan arah telinga, kujilati dan kukulum bagian bawah telinganya, Santi menyerah tak berkutik, gigitan kecil dan remasan istriku ke payudaranya tentu membuatnya makin lama tak berdaya.Posisi Santi yang tadi duduk kini berubah menjadi terlentang, kala istriku mendapatkan tempat bawah saya mendapatkan tubuh bagian atas Santi, bentuk payudaranya yang tetap agak kencang berarti punya Santi jarang disentuh mirip suaminya, putingnya mengeras, nafsu Santi terasa naik.Istriku terasa meraba paha dan tempat selangkangan Santi, akupun terasa memijat susu Santi, meremasnya dengan lembut, Santi membalasnya dengan menyentuh mr-P, tetap agak kaku, tentu gara-gara bukan punya suaminya, kendati begitu dengan sentuhan jari-jarinya membawa dampak mr-P ku mengeras dengan sangat-sangat.Dengan ujung jari telunjuknya ia memainkan milikku dari atas ke arah pangkal, menyentuh buah Z-ku hingga menggenggamnya, dan kali ini kekakuannya udah hilang. Kuarahkan milikku mendekati wajahnya, Santi ngerti maksudnya, dia terasa mendekatkan bibirnya ke milikku.Dimasukkan milikku mulutnya, hangat, rasanya idamkan kudorong penuh ke mulut kecilnya itu, tapi kubiarkan saja Santi yang mengontrol permainan itu, kala itu saya udah berubah arah memegang payudara istriku, Santi ternyata lebih mahir didalam jurus ini dibandingkan biniku. Sedotannya serasa idamkan mengeluarkan cairanku.aku menjadi impuls meremas bokong istriku. Dengan jariku kusentuh bagian clitorisnya, mengusapnya, istriku menggelinjang dan terhubung selangkangannya, sesekali kumasukkan jariku ke didalam lubang v-nya, cairan pelumas dari lubang itu kumanfaatkan untuk mengusap clit-nya.Istriku juga terasa high, sesaat dia rela mencium miss-V Santi, tapi kucegah dengan mempengaruhi posisinya, saya tetap ndak tega, kalo istriku yang wajib melaksanakan itu dengan orang lain, samasekali itu Santi. Kurelakan membiarkan jurus Santi ke Mr-Pku dan kuarahkan ke bibir istriku, dan sesungguhnya saya kepingin sekali mengenal Santi lebih jauh, apalagi Miss-Vnya Santi yang sepanjang ini saya idam-idamkan. Santi berbalik ke arah selangkangan istriku, saya segera berbaring dan terasa mencium Miss-Vnya.Kukeluarkan jurus pembangkit selera, bentuk Santi ternyata lebih tembem dari punya istriku, dengan jariku kubuka tempat clitorisnya, kuhujamkan lidahku disitu, gerakan naik turun lidahku membawa dampak pinggul Santi bergerak naik turun melawan arus lidahku, kala Santi juga melaksanakan hal yang mirip ke istriku, apa yang dilaksanakan Santi ke istriku sekarang juga kulakukan kepadanya,saat ia memasukkan lidahnya ke lubang istriku, kulakukan hal yang mirip kepadanya, wajahnya membuktikan ekspresi senang, istriku yang tengah mendapatkan kenikmatan itu pun memasukkan hampir seluruh Mr-P ku kemulutnya, Luar biasa sesungguhnya segitiga yang kami melaksanakan ini, pantaslah ‘segitiga bermuda’ sanggup menelan banyak korban.Aku sangat hampir raih klimaks dan sebelum akan itu berlangsung kulepaskan sedotan istriku, kali ini kubiarkan Santi, merayap menaiki tubuh istriku. Santi menjilati tubuh istriku, menggigit payudaranya, dan mencium bibir istriku.Gerakan pinggul mereka tentu membawa dampak clitorisnya saling bergesekan, saya bergerak ke arah mereka, kuangkat kaki istriku, saya sangat kepingin melaksanakan penetrasi kepada mereka berdua, posisi Santi yang menungging sanggup membawa dampak saya lebih cepat keluar, makanya kupilih istriku, Santi berikan ruang dan memajukan badannya kedepan agar payudaranya pas diatas wajah istriku,

aku segera menancapkan milikku ke lubang istriku, desahan istriku terasa terdengar ngos-ngosan, sambil ia mengulum payudara Santi dan memainkan Clit Santi dengan jarinya, hingga kelanjutannya kurasakan hawa hangat pada mr-Pku, istriku udah raih titik puasnya. Kucabut penetrasiku pada istriku sehabis rasanya pijatan dari didalam lubang istriku mengendor, kali ini kuarahkan mr-P ke lubang milik Santi. Mulai kumasukkan milikku ke arahnya.“Ahhh” kudengar desahan Santi, lubang itu agak lebih sempit dari milik istriku, “Yank, punya suamimu lebih gede” kudengar bisikan mesra Santi ke istriku. Istriku tersenyum ke arahku dan mengangguk tandanya saya sanggup melanjutkan lagi.Kali ini saya mencoba memasukkan hampir seluruh Mr-P ku, tubuh Santi kejang, antara menghindar sakit atau keenakan, entah gara-gara ia jarang disentuh mirip suaminya atau sesungguhnya punya suaminya lebih kecil saya ndak rela mikir, gara-gara saya kembalimenikmati bokong indah Santi, sekaligus rapatnya lubang miliknya membuatku wajib sanggup bertahan lebih lama, manalgi posisinya yang menungging itu. istriku menopang dengan mencumbu Santi. Hisapan pada payudara Santi dan gerakanku membawa dampak Santi terasa mendesah, nafasnya terasa memburu, beruntung saja mereka udah melaksanakan lebih awal agar saya sanggup bertahan, hingga kelanjutannya Santi mendesah,“bang terus, lebih kencang ulang bang” saya tau Santi udah hampir raih klimaks, saya juga hampir mencapai, maka gerakan maju mundurku kali ini lebih kencang, sesungguhnya benar filsafat cina, bahwa kegiatan maju mundur didalam keadaan perasaan seperti apa pun tentu membawa nikmat.Sampai akhirnya, dari torpedoku keluarlah semburan, yang memuntahkan hampir berjuta pasukan kecil ke sarang musuh yang sanggup mematikan seluruh benda milik lelaki sehabis nampak dari lubang itu. kurasakan pijatan otot dari arah didalam lubang ke milikku, sangat kenikmatan yang luar biasa.Santi perlahan membiarkan milikku yang hampir mati layu, dan merebahkan dirinya disamping istriku sehabis mengecup bibir istriku, saya yang kecapean juga ikut merebahkan diriku, kuambil posisi ditengah-tengah mereka.Istriku segera memelukku dan menciumku, “Makasih mas, kamu suami terbaik di dunia, saya ndak rela orang lain merebut mas”, “Tapi kalo buat Santi saya rela kok, kalo nanti Santi cerai mirip suaminya, mas kawini aja dia, kan sedap kami bertiga sanggup serumah, saya sayang ama mas”Santi pun segera memelukku juga, dia mencium bibirku “Bang, saya juga rela menjadi istri kedua kamu, tentu kamu sanggup adil ke kami berdua, makasih ya bang, Love u honey”.

Aku cuma tersenyum toh kalo saya kawini mereka berdua kan ndak masalah, kami masing-masing udah punya gaji, Cuma saja apa kata orang-orang kalo saya punya 2 istri yang serumah dan sekantor ulang mereka.Bodoh ah, yang saya tau saya lelah sekali, dan mataku segera terpejam lagi, ketiduran.

Kemudian saya terbangun, kulihat ke arah jendela udah tertutup dan terdengar suara azan subuh, kulihat disebelahku istriku tengah tertidur pulas, kuarahkan tanganku ke Mr-P, ternyata tersedia lendir disitu.