Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost


RAKSASA POKER Menurut ibu kos, anaknya itu sempat melahirkan tapi selanjutnya bayinya wafat dunia. Jadi tidak mengherankan seandainya bentuk tubuhnya tetap tetap menyebabkan selera. Kami berlima anak-anak kos yang tinggal dirumah sisi samping seringkali iseng-iseng mengkaji Mbak Sus. Wanita yang seandainya dirumah tidak sempat pakai bra itu menjadi target bercakap miring.

?Kamu jelas tidak, mengapa Mbak Sus sampai pas ini tidak hamil-hamil? ? menanyakan Robin yang kuliah di teknik sipil satu waktu.
?Aku tahu. Suaminya letoi. Tidak mampu ngacung? jawab Krus, anak teknik mesin dengan tangkas.


?Apanya yang tidak mampu ngacung? ? menanyakan saya pura-pura tidak paham.
?Bego! Ya penisnya dong?, kata Krus.
?Kok jelas seandainya dia sukar ngacung? ? saya menguber sekali lagi.

?Lihat saja. Stylenya klemar-klemer kaya wanita. Tahu tidak? Mbak Sus seringkali membentak-bentak suaminya? ? papar Krus.
?Kalian saja yang tidak tanggap. Dia sebenarnya kan menyebabkan satu diantara, dua, atau tiga salah satu kita, barangkali saja menjadi semuanya, untuk membantu?, kata Robin.

?Membantu? Apa maksudmu? ? tanyaku tidak jelas ucapannya.
Robin tertawa pada mulanya berkata, ?Ya membantu dia supaya selekasnya hamil. Dia menyebabkan otomatis. Saksikan saja, dia seringkali membuktikan payudaranya terhadap kita dengan kenakan kaus ketat. Lalu tiap-tiap selesai mandi dengan cuma melilitkan handuk di tubuhnya lalu-lalang dimuka kita?


?Ah kamu saja yang GR. Mungkin saja Mbak Sus tidak miliki maksud begitu?, sergah Heri yang menjadi sejak barusan diam.
?Nggak yakin ya? Mari siapa yang berani masuk kamarnya pas suaminya dinas malam, saya jamin dia tidak termasuk bakal menampik. Pasti?

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Diam-diam ucapan Robin itu mengganggu fikiranku. Apakah benar apa yang dia katakan perihal Mbak Sus? Apakah benar wanita itu punya niat menyebabkan birahi kita supaya ada yang masuk perangkapnya?

Sepanjang satu th. kos diam-diam saya memang sukai menikmati panorama yang tanpa ada tersadari seringkali bikin penisku tegak berdiri. Terlebih payudaranya yang layaknya punya niat dipamerkan dengan makin banyak berkaus sampai putingnya yang kehitam-hitaman nampak menonjol.

Terkecuali payudaranya yang kuperkirakan miliki ukuran 36, pinggulnya yang besar seringkali membuatku terangsang. Ah begitu menggembirakan dan juga menggairahkan seandainya saja saya mampu memasukkan penisku ke selangkangannya sembari meremas-remas payudaranya.

Sesudah percakapan iseng itu saya menjadi lebih mengikuti gerak-gerik Mbak Sus. Bahkan termasuk saya pas ini punya niat seringkali mengobrol dengan dia. Kulihat wanita itu tenang-tenang saja meskipun ketahui saya seringkali mengambil alih pandang ke arah dadanya sembari menelan air liur.

Satu pas pas jalur berpapasan tanganku tanpa ada punya niat menyentuh pinggulnya.
?Wah.. maaf, Mbak. Tidak berniat.. ? kataku sembari tersipu malu.
?Sengaja termasuk tidak apa-apa kok dik?, jawabnya sembari mengerlingkan matanya.

Dari situ saya menjadi menyimpulkan apa yang disebutkan Robin mendekati kebenaran. Mbak Sus memang mengupayakan memancing, barangkali saja tidak bahagia dengan kehidupan seksualnya dengan suaminya.

Semakin lama saya menjadi jadi tambah berani. Sekian kali saya punya niat menyenggol pinggulnya. Eh dia cuma tersenyum-senyum. Tindakan nakal termasuk kutingkatkan. Bukanlah menyenggol sekali kembali tapi meremas. Sialan, reaksinya mirip juga. Tidak salah seandainya saya menjadi berangan-angan satu pas mendambakan menyetubuhi dia.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Kesempatan itu sebenarnya lumayan banyak. Satu minggu 3x suaminya dinas malam. Dia sendiri telah berikan tanda tanda welcome. Hanya saya tetap tetap takut. Siapa jelas dia miliki kelainan, yaitu sukai membuktikan piranti badannya yang indah tidak ada kemauan beda.

Tetapi birahiku rasa-rasanya tidak tertahankan sekali lagi. Tiap-tiap malam yang ada terhadap bayanganku adalah menyelinap diam-diam ke kamarnya, menciumi dan juga menjilati semua badannya, meremas payudara dan juga pinggulnya, selanjutnya melesakkan penis ke vaginanya.

Satu hari pas tempat tinggal sepi. Empat rekanku masuk kuliah atau miliki kegiatan keluar, ayah dan juga ibu kosku menghadiri pesta pernikahan kerabatnya diluar kota, tengah suami Mbak Sus ke kantor.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Saya mengobrol dengan dia di ruangan tamu sembari melihat tv. Awal awalnya percakapan cuma bebrapa persoalan umum dan juga umum. Tak jelas meraih motivasi berasal dari tempat mana selanjutnya saya menjadi ngomong agak menyerempet-nyerempet.

?Saya sebenarnya begitu kagum terhadap Mbak Sus lo?, kataku.
?Kamu ini ada-ada saja. Memangnya saya ini bintang sinetron atau jenis. ?
?Sungguh kok. Tahu tidak apa yang kukagumi terhadap Mbak? ?
?Coba apa.. ?
?Itu.. ?
?Mana? ?

Tanpa ada bebrapa curiga sekali kembali saya menyentuhkan telunjukku ke payudaranya yang layaknya umum cuma dibungkus kaus.
?Ah.. kamu ini. ?

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Reaksinya makin membuatku berani. Saya mendekat. Mencium pipinya berasal dari belakang kursi tempat duduknya. Mbak Sus diam. Lantas ganti kucium lehernya yang putih. Dia menggelinjang kegelian, tapi tidak mengupayakan menampik.

Wah, peluang nih. Saat ini sembari menciumi lehernya tanganku bergerilya dibagian dadanya. Dia mengupayakan menepis tanganku yang ngawur, tapi saya tidak mendambakan kalah. Remasanku tetap kulanjutkan.

?Dik.. malu ah diliat orang?, tuturnya perlahan. Tepisannya melemah.
?Kalau demikianlah kita ke kamar? ?
?Kamu ini nakal?, katanya tanpa ada mengupayakan sekali kembali hentikan serbuan tangan dan juga bibirku.

?Mbak.. ?
?Hmm.. ?
?Bolehkah mm.., bolehkah seandainya saya.. ?
?Apa hh.. ?
?Bolehkah saya memegang susu Mbak yang gede itu? ?
?Hmm.. ? Dia mendesah pas kujilat telinganya.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Tanpa ada menanti jawabannya tanganku selekasnya menelusup ke balik kausnya. Rasakan begitu empuknya daging yang membukit itu. Kuremas dua payudaranya berasal dari belakang dengan kedua tanganku. Desahannya makin kuat. Lantas kepalanya disandarkan ke dadaku. Aduh mak, artinya dia oke. Tanganku makin semangat. Saat ini kedua putingnya ganti kupermainkan.

?Dik, tutup pintunya dahulu dong?, bisiknya dengan suara agak bergetar, barangkali saja mencegah birahinya yang menjadi naik.
Tanpa ada diminta 2 x secepat kilat saya selekasnya tutup pintu depan. Pasti supaya kondisi safe dan juga teratasi. Kemudian saya kembali terhadap Mbak Sus. Saat ini saya jongkok di depannya.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Mengungkap rok bawahnya dan juga merenggangkan kedua kakinya. Wuih, begitu mulus kedua pahanya. Pangkalnya nampak menggunduk dibungkus celana didalam warna krem. Sembari menciumi pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas vagina dan juga klitorisnya yang besar. Lidahku makin naik ke atas. Mbak Sus menggelinjang kegelian sembari mendesah halus. Pada kelanjutannya jilatanku sampai di pangkal pahanya.

?Mau apa kau sshh.. sshh?, tanyanya lirih sembari memegangi kapalaku erat-erat.
?Mbak belum termasuk sempat dioral ya? ?
?Apa itu? ?
?Vagina Mbak termasuk bakal kujilati. ?
?Lo itu kan tempat kotor.. ?
?Siapa katakan? ?

?Ooo.. oh.. oh.. ?, desis Mbak Sus keenakan pas lidahku menjadi bermain-main di gundukan vaginanya. Terlihat dia keenakan meskipun tetap tetap dibatasi celana dalam.

Serangan termasuk kutingkatkan. Celananya kepelorotkan. Saat ini piranti rahasia kepunyaannya ada dimuka mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai mirip sangkaanku. Di sekitarnya ditumbuhi rambut tidak demikianlah lebat. FREECHIPS > KLIK 



Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Lidahku selanjutnya bermain di bibir vaginanya. Pelan-pelan menjadi masuk kedalam dengan lebih dari satu gerakan melingkar yang bikin Mbak Sus makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya.
?Aahh.. Kau pandai sekali. Belajar berasal dari tempat mana hh.. ?
?mm film biru dan juga bacaan porno kan banyak mm.. ? jawabku.

Mendadak, tok.. tok.. tok. Pintu depan ada yang mengetuk. Wah berabe nih. Tindakan liarku termasuk berhenti mendadak.
?Sst ada tamu Mbak?, bisikku.
?Cepat kau sembunyi ke dalam?, kata Mbak Sus sembari menyesuaikan bajunya yang agak berantakan.

Saya selekasnya masuk kedalam kamar Mbak Sus. Untung kaca jendela depan yang lebar-lebar rayban semuanya, sampai berasal dari luar tidak melihat kedalam. Hingga di kamar berbau harum itu saya duduk di tepi ranjang. Penisku tegak menekan celana pendekku yang kukenakan.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Sialan, baru asik ada yang mengganggu. Kudengar suara pintu di buka. Mbak Sus berkata lebih dari satu patah kata dengan seseorang tamu bertemura lelaki. Tidaklah sampai dua menit Mbak Sus menyusul masuk kamar sesudah tutup pintu depan.

?Siapa Mbak? ?
?Tukang koran menagih rekening. ?
?Wah mengganggu saja itu orang. Baru nikmat-nikmat.. ?
?Sudahlah?, tuturnya sembari mendekati saya.

Tanpa ada sungkan-sungkan Mbak Sus mencium bibirku. Lantas tangannya menyentuh celanaku yang menonjol gara-gara penisku yang ereksi maksimum, meremas-remasnya lebih dari satu waktu. Begitu lembut ciumannya, meskipun tetap tetap polos.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Saya selekasnya menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia layaknya bakal tersedak. Awal awalnya Mbak Sus layaknya termasuk bakal memberontak dan juga membebaskan diri, tapi tidak kubiarkan. Mulutku layaknya melekat di mulutnya.

Lama-lama dia terhadap kelanjutannya dia mampu menikmati dan juga menjadi menirukan tipe permainan ciuman yang dengan tidak jelas barusan kuajarkan.

?Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu? ? tanyanya salah satu kecipak ciuman yang membara dan juga menjadi liar.
Saya tidak menjawab. Tanganku menjadi mempermainkan kedua payudaranya yang nampak menggairahkan itu. Agar tidak merepotkan, kausnya kulepas.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Saat ini dia telanjang dada. Tidak senang, selekasnya kupelorotkan rok bawahnya. Nah pas ini dia telanjang bulat. Begitu bagus badannya. Padat, kencang, dan juga putih mulus.

?Nggak adil. Anda harus termasuk telanjang. ? Mbak Sus termasuk menanggalkan kaus, celana pendek, dan juga paling akhir celana dalamku. Penisku yang tegak penuh selekasnya diremas-remasnya. Tanpa ada dikomando kita rebah ke ranjang, berguling-guling, sama-sama menindih.

?Mbak mendambakan saya oral sekali lagi? ? tanyaku.
Mbak Sus cuma tersenyum. Saya menunduk ke selangkangannya mencari-cari pangkal kesenangan kepunyaannya. Tanpa ada ampun sekali kembali mulut dan juga lidahku menyerang tempat itu dengan liar.

Mbak Sus menjadi keluarkan jeritan-jeritan tertahan mencegah nikmat. Terlihat dia temukan pengalaman baru yang membius gairahnya. Nyaris lima menit kita menikmati permainan itu. Setelah itu saya merangkak naik. Menyorongkan penisku ke mulutnya.

?Gantian dong, Mbak?
?Apa muat segede itu.. ?

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Tanpa ada menanti jawabannya selekasnya kumasukkan penisku ke mulutnya yang mungil. Awal awalnya agak kesusahan, tapi lama-lama dia mampu beradaptasi sampai tidak lama penisku masuk rongga mulutnya. Lihat Mbak Sus agak tersiksa oleh tipe permainan baru itu, saya termasuk selekasnya mencabut penisku. Fikirku, kelak lama-lama pasti dapat.

?Sorry ya Mbak?
?Ah kau ini mainnya aneh-aneh. ?
?Justru di situ enaknya, Mbak. Sampai kini Mbak mirip suami main seksnya bagaimana? ? tanyaku sembari menciumi payudaranya.
?Ah malu. Kami main konvensional saja kok. ?
?Langsung tusuk demikianlah tujuannya.. ?

?Nakal kau ini?, tuturnya sembari tangannya mengelus-elus penisku yang tetap tetap tegak berdiri.
?Suami Mbak mainnya lama tidak? ?
?Ah.. ? dia tersipu-sipu. Mungkin saja malu untuk mengungkap.
?Pasti Mbak tidak sempat bahagia ya? ?

Mbak Sus tidak menjawab. Dia menjadi menciumi bibirku dengan penuh gairah. Tanganku termasuk ganti-berganti memainkan kedua payudaranya yang kenyal atau selangkangannya yang menjadi berair. Saya tahu, wanita itu telah kepengin disetubuhi. Tetapi saya punya niat membebaskan dia menjadi penasaran sendiri.

Namun lama-lama saya tidak tahan juga. Penisku termasuk telah mendambakan selekasnya menggenjot vaginanya. Pelan-pelan saya mengarahkan barangku yang kaku dan juga keras itu ke arah selangkangannya. Saat menjadi menembus vaginanya, kurasakan badan Mbak Sus agak gemetar.

?Ohh.. ? desahnya pas sedikit untuk sedikit batang penisku masuk vaginanya.
Sesudah semua barangku masuk, saya selekasnya bergoyang naik turun diatas badannya. Saya makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan, dan juga kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Tiga menit sesudah kugenjot Mbak Sus menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Nampaknya dia termasuk bakal orgasme. Genjotan penisku kutingkatkan.

?Ooo.. ahh.. hmm.. sshh.. ? desahnya dengan badan menggelinjang mencegah kesenangan puncak yang diperolehnya.
Kubiarkan dia menikmati orgasmenya lebih dari satu waktu. Kuciumi pipi, dahi, dan juga semua berwajah yang berkeringat.

?Enak Mbak? ? tanyaku.
?Emmhh.. ?
?Puas Mbak? ?
?Ahh.. ? desahnya.
?Sekarang Mbak berbalik. Menungging. ?

Saya menyesuaikan tubuhnya dan juga Mbak Sus menurut. Dia pas ini bertumpu terhadap siku dan juga kakinya.
?Gaya apa sekali kembali ini? ? tanyanya.
?Ini tipe anjing. Senggama lewat belakang. Tentu Mbak belum termasuk sempat. ?

Sesudah siap saya termasuk menjadi menggenjot dan juga menggoyang berasal dari belakang. Mbak Sus kembali menjerit dan juga mendesah rasakan kesenangan tidak ada tara yang barangkali saja sampai kini belum termasuk sempat dia peroleh berasal dari suaminya. Sesudah dia orgasme sampai 2 x, kita istirahat.

?Capek? ? tanyaku.
?Kamu ini aneh-aneh saja. Hingga mendambakan remuk tulang-tulangku. ?
?Tapi kan nikmat Mbak?, jawabku sembari kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.

?Kita teruskan kelak malam saja ya. ?
?Ya deh seandainya lelah. Tapi tolong lagi, saya pengin masuk supaya spermaku keluar. Nih telah tidak tahan sekali kembali penisku. Saat ini Mbak yang di atas?, kataku sembari menyesuaikan tempatnya.

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Saya terletang dan juga dia tempati pinggangku. Tangannya kubimbing supaya memegang penisku masuk ke selangkangannya. Sesudah masuk badannya kunaikturunkan cocok genjotanku berasal dari bawah. Mbak Sus tersentak-sentak ikuti irama goyanganku yang makin lama makin cepat.

Alasan Kenapa Pria Menyewa Jasa Kupu-Kupu Malam (PSK)!
Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang meningkatkan gairah nafsuku. Terlebih ditingkah lenguhan dan juga jeritannya mendekati sampai puncak. Saat dia menjangkau orgasme saya belum termasuk apa-apa. Tempatnya selekasnya kuubah ke tipe konvensional.

Mbak Sus kurebahkan dan juga saya menembaknya berasal dari atas. Mendekati klimaks saya meningkatkan frekwensi dan juga kecepatan genjotan penisku.

?Oh Mbak.. saya mendambakan nampak nih ahh.. ?
Selang lebih dari satu pas spermaku muncrat didalam vaginanya. Mbak Sus selanjutnya menyusul menjangkau klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan vaginanya demikianlah hangat menjepit penisku. Lima menit lebih kita didalam tempat relaksasi sesuai mirip itu.

?Vaginamu masik nikmat Mbak?, bisikku sembari mencium bibir mungilnya.
?Penismu termasuk nikmat, Dik. ?
?Nanti kita main dengan lebih dari satu macam tipe sekali lagi. ?
?Ah Mbak memang kalah pandai di banding anda. ?

Kisahku Bersama Mba Sus Pemilik Kost ? Kami berpelukan, berciuman, dan juga sama-sama meremas sekali lagi. Seperti tidak bebrapa bahagia rasakan kesenangan beruntun yang barusan kita rasakan.

?Mbak seandainya pengin katakan saja ya. ?
?Kamu juga. Bila mendambakan ya segera masuk ke kamar Mbak. Namun sst.. seandainya sesuai safe lo. ?
?Mbak mendambakan tidak main ramai-ramai? ?
?Maksudmu bagaimana? ?

?Ya umpamanya saya mengajak satu salah satu kawan dan juga kita main bertiga. Dua lawan satu. Soalnya Mbak tidak lumayan seandainya cuma dilayani satu cowok. ?
?Ah kamu ini ada-ada saja. Malu ah.. ?
?Tapi mendambakan cobalah kan? ?

Mbak Sus tidak menjawab. Dia menjadi selanjutnya menciumi dan juga menggumuli saya habis-habisan. Ya saya terangsang sekali kembali jadinya. Ya penisku tegak sekali lagi. Ya terhadap kelanjutannya saya harus menggenjot dan juga menembaknya sampai dia orgasme sekian kali. Ah Mbak Sus, Mbak Sus.