Kisah Pemerkosaan Gadis Berjilbab Yang Jago Karate


RAKSASA POKER Sudah berhari-hari aku memerhatikannya, namanya Bu Endang, seorang istri berasal dari pemilik minimarket yang bertempat tinggal di dekat kampusku. 

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

Kulitnya putih, wajahnya halus,berparas cantik, wujud badannya pun proporsional.

Cerita Dewasa Kisah Pemerkosaan Gadis Berjilbab Yang Jago Karate ? Badannya agak memuat meski udah punya satu anak tapi Body tubuhnya senantiasa keluar seksi.Setiap aku pergi ke kampus, dia sedang menyapu di depan pagar depan rumahnya. 

Rumahnya tidak terlampau besar, tapi terkesan mewah. Biasanya Bu Endang Mengenakan baju Long Dress dengan jilbab menghiasi wajah ayunya itu.

Baju Long dress yang agak tidak tebal membuat lekuk tubuhnya keluar samar2, ke dua payudara yang tidak terlampau besar kira2 berukuran 34 dan pinggulnya yang indah membuatku terpana melihatnya. Apalagi kala dia menyapu dengan posisi setengah membungkuk dri belakang keluar pantatnya yg bulat, padat dan keluar terhitung CDnya yg melekat di bongkahan pantatnya. Sungguh membuatku ngiler melihat keelokan tubuh bu Endang.

Sepulang berasal dari kuliah, aku melintasi rumahnya kembali sambil berharap bisa melihat Bu Endang lagi. Benar saja, pas dikala aku melintasi rumahnya, dia sedang menghilangkan sampah di tong sampah besar di depan rumahnya. Kali ini penampilanya sungguh beda dri biasanya, dia Mengenakan T-shirt lengan panjang yg sedikit ketat berwarna putih dengan jilbab yg berwarna putih terhitung dan bagian bawahnya mengenakan Leging berwarna hitam, wujud pinggulnya yg lumayan besar serta berupa oval keluar kesexian tubuhnya.

Sesampainya di kamar kost yang terletak tidak jauh berasal dari tempat tinggal Endang, aku mulai memikirkan tubuh indahnya yang keluar jelas tanpa sehelai benang pun menutupinya. Tiba ? tiba sebuah rancangan nakal terbersit di benakku, dan aku punya niat melancarkannya malam ini juga, sebab birahiku udah tidak tertahankan lagi.

Malam pun tiba. Pak Pari, suami berasal dari Bu Endang tidak pulang sebab perlu mengurusi minimarket barunya di luar kota, aku mendapatkan info dri Bu Wija yg punya warung makan di depan rumahnya. Berdasarkan info yg aku dapatkan, ia cuma tinggal bertiga, dan tidak punya pembantu di rumahnya. Sebelum melancarkan aksiku, tidak lupa aku menenggak obat kuat, agar aku bisa semalaman nikmati tubuh Bu Nana dan Juga sebotol chloroform untuk membiusnya.

Jam 22.30 wib,Aku pun berangkat berasal dari tempat kost menuju tempat tinggal Bu Endang yang berjarak tidak cukup lebih 300 meter. Dari jauh ku melihat warung bu Wija terhitung sdh tutup dan keadaan jalanan keluar sepi lengkang krna pas malam jumat legi. Sesampainya di depan tempat tinggal Bu Endang, aku langsung memanjat pagar rumahnya yang tidak terlampau tinggi. Suasana malam yang sepi membuatku leluasa untuk melancarkan aksiku.

Di halaman depan, aku langsung mengendap-endap ke bagian belakang rumahnya. Dari jendela belakang kulihat Bu Endang sedang membuat susu untuk anaknya,kali ia tidak mengenakan jilbab keluar rambutnya yg pendek yg panjangnya cuma seleher menghiasi kepalanya dan Ia mengenakan mini dress berwrna pink dri kejauhan keluar bodynya sungguh terlampau mempesona, pahanya putih mulus dan payudaranya yg lumayan besar menggunung serta menonjol di bagian depan tubuhnya. Apa yg ku simak jadi membuat napsu birahi jadi kuat meracuni jiwaku. Sesudah itu ia langsung ke kamar tidur untuk memberi tambahan susu itu kepada anaknya.

Akupun mencari jalur agar bisa masuk ke rumahnya dan akhirnya ku temukan pintu belakang yg terletak disisi sebelah kananku tidak terkunci,sepertinya Bu Endang kelupaan atau sebenarnya belom dikunci. Aku pun langsung menyelinap masuk. Aku menyita serbet yang tersedia di dapur dan menuangkan chloroform ke serbet itu dan Berdiri di samping Kulkas krna posisinya keluar tersedia ruang kosong untuku bersembunyi kala waktu.

Beberapa menit kemudian,ku dengar langkah kaki yg menuju ke arahku bersembunyi, kala ku intip ternyata Bu Endang masuk ke dapur lagi, akupun langsung menyergapnya dan menutupkan serbet ke wajahnya. Sekitar semenit ia meronta, tapi sesudah itu badannya lemas tidak berdaya dan matanya tertutup. KlikDisini : 


Akupun menggendong tubuhnya menuju ke kamar tidur yg pintunya terbuka dan tidak salah kembali itu kamar tidur bu Endang. Perlahan-lahan,aku rebahkan tubuhnya yg mulus itu di atas ranjang yg mewah terbuat dri besi berwrna hitam kemerahan.

Kupandangi tubuhnya yang berbalut mini dress dan payudaranya berukuran 34 itu menonjol ke depan dri dadanya tanpa terlindungi BH. Terlihat puntingnya di balik mini dress yg Ia kenakan. Kuraba payudara kirinya, mulai kenyal seperti payudara seorang gadis. Tangan kananku memainkan payudara kanannya. Payudara yang kenyal itu membuat penisku langsung menegang, bisa saja ini dampak berasal dari obat kuat tadi.

Setelah suka meremas payudaranya yg kenyal dan berisi,aku pun sesudah itu melewatkan tali kecil yg melingkar di pundaknya. Saat ku tarik ke bawah terpampanglah ke dua payudara putih mulus di depanku, payudara itu ternyata masih kencang dan berupa bulat. Puntingnya yg berwrna coklat tua dan besar,menjadikan keanggunan buah dadanya yg terkuak tnpa pelindung itu.

Kujilati putting kirinya sambil kumainkan putting kanannya. Putingnya pun mulai mengeras. Puas dengan payudara, aku pun mulai memeloroti mini dressnya dan sesudah tidak melekat kembali di tubuhnya, akupun membuangnya ke lantao. Ternyata Bu Nana Mengenakan G-string Pink juga.

Dari balik CDnya keluar bulu-bulu halus berasal dari memeknya. Kedua paha putihnya membuatku jadi tidak tahan. Segera kuputuskan tali CDnya agar memeknya yang indah serta ditumbuhi bulu-bulu hitam yg kecil2,sepertinya dia baru saja mencukurnya. Berkali2 aku menelan air ludahku dan jari-jariku mulai meraba memeknya. Kujilati memeknya yang masih rapat dan baunya harum menyeruai hidungku.

Kubuka belahan memeknya keluar klortisnya sebiji kacang berwarna merah muda menyembul di antara belahan memeknya dan dibawahnya keluar lubang kenikmatan yg masih tertutup rapat.

Kumain-mainkan klitorisnya, kupilin-pilin dan kujilati sesudah itu aku gigit hingga klortisnya kini membesar dan tebal. Tidak lama memeknya mulai mengeluarkan cairan brwrna bening dan jariku mulai ku masukan ke lubang memeknya, jariku mulai hangat serta terjepit daging kenyal. Jariku jadi ku tusukan lebih dalam kembali ke lubang memeknya.

Setelah suka jariku memainkan lubang memeknya yg udah sedikit terbuka. Aku pun berdiri sambil memandangi hasil kerjaku. Wanita setengah baya itu terbujur tak berdaya dengan tubuh tanpa terlidungi sehelai benang pun serta ke dua pahanya yg mulus terbuka lebar dan siap untuk aku eksekusi.

Aku pun terhubung seluruh pakaianku, penisku yg panjang dan membesar udah menegang. Kukulum bibir Bu Endang yang mungil sesudah itu turun hingga kelehernya yg putih.
Aku langsung mengarahkan penisku ke memek Bu Endang.

Kumasukkan penisku, memek Bu Endang ternyata masih rapat meski udah basah dengan lendir yg bening. Penisku aku dorong pelan2,meski rasanya terlampau sulit memasukinya. Agar jadi mudah memasukinya,aku pun menggoyangkan pantatku naik turun secara pelan-pelan.

beberapa kala kemudian, batang penisku udah terbenam seluruh ke liang memeknya. Hangat dan Nikmatnya, penisku seperti dipijat-pijat oleh daging kenyal di dalam memek Bu Endang. Kocokan penisku jadi cepat, dan mulai seperti tersedia cairan berlendir berasal dari memek Bu Endang jadi mempermudah aksiku keluar masuk dri liang senggama.

Rasa liang memeknya sungguh membuatku melayang-melayang ke samudra birahinya. Batang penisku seperti di manjakan oleh denyut otot2 dri dalam memeknya yg jadi membuatku lebih agresif dan diimbangi dengan napasku yg tersenggal-senggal keluar dri hidungku yg pas berada di samping kiri lehernya.

lehernya aku ciumi dan aku gigit dgn gigi-giku. Semakin lama aku goyangkan pantatku turun naik hingga aku bakal mencapai klimaks,terasa sperma ku sudi keluar dri batang penisku, aku jadi kencang mengerakan pantatku naik turun di atas pinggulnya.

Seketika itu aku benamkan batang pensiku masuk lebih dalam kelubang memeknya dan ?aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh??? menyemprotlah spermaku ke dalam memeknya. Bu Endang mendesah tapi ke dua matanya masih tertutup rapat,sepertinya Bu Endang sedikit jelas oleh aksi sexku yg brutal itu. Setelah mendesah, Bu Endang senantiasa tak sadarkan kembali dan tak berdaya.

Saat spermaku keluar dri dalam testisku, Rasanya jauh lebih nikmat dri terhadap kala aku kocok sendiri dgn jari2 tanganku. Badanku lemas dan lututku mulai ngilu dan napasku senantiasa tersenggal-senggal keluar dri hidungku.

Kulihat di Hpku jam udah menunjukan pukul 2.30 pagi,aku pun mengenakan pakaianku kembali dan kuatir klo bu Endang tersadarkan diri. aku pun meninggalkan begitu saja tubuh bu Endang di sedang berbaring di atas ranjang??