Aku Setubuhi Istri Temanku // Part 1


RAKSASA POKER Sebut saja namanya “Sidar” (nama samaran). Dia adalah seorang wanita bersuku campuran. 

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

Bapaknya berasal berasal dari kota Menado dan Ibunya berasal dari kota Makassar. Bapaknya adalah seorang polisi berpangkat Serma, sedang ibunya adalah entrepreneur kayu.

Singkat cerita, saat hari pertama saya ketemu dengan kawan kuliahku, rasanya kami langsung akrab sebab sesungguhnya sewaktu kami sama-sama duduk di bangku kuliah, kami benar-benar kompak dan sering tidur dengan di rumah kos-ku di kota Bone. Bahkan seringkali dia mentraktirku.


“Nis, saya suka sekali bertemu denganmu dan sesungguhnya telah lama kucari-cari, maukah kamu mengingap barang sehari atau 2 hari di rumahku?” katanya padaku sambil merangkulku dengan erat sekali. Nama kawan kuliahku itu adalah “Nasir”.

“Kita memandang saja nanti. Yang paham saya benar-benar bersukur kami dapat ketemu di tempat ini. Mungkin inilah namanya nasib baik, sebab saya mirip sekali tidak menduga kalo kamu tinggal di kota Makassar ini” jawabku sambil membalas rangkulannya. Kami berangkulan lumayan lama di kurang lebih pasar sentral Makassar, tepatnya di tempat jualan cakar.

“Ayo kami ke rumah dulu Nis, nanti kami ngobrol panjang lebar di sana, sekaligus kuperkenalkan istriku” ajaknya sambil menuntunku naik ke mobil Feroza miliknya. Setelah kami tiba di halaman rumahnya, Nasir lebih-lebih dahulu turun dan langsung mengakses pintu mobilnya di sebelah kiri lalu mempersilakan saya turun. Aku benar-benar kagum memandang rumah tempat tinggalnya yang berlantai 2. Lantai bawah digunakan sebagai gudang dan kantor perusahaannya, sementara lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal dengan istri. Aku hanya turut di belakangnya.

“Inilah hasil bisnis kami Nis sepanjang lebih dari satu th. di Makassar” katanya sambil perlihatkan tumpukan beras dan ruangan kantornya. DAFTAR ID PRO > KLIK <


“Wah lumayan hebat kamu Sir. Usahamu lumayan lumayan. Kamu benar-benar berhasil dibanding saya yang belum paham sumber kehidupanku” kataku padanya.

“Dar, Dar, inilah kawan kuliahku dulu yang dulu kuceritakan tempo hari. Kenalkan istri cantik saya” teriak Nasir memanggil istrinya dan langsung kami dikenalkan.

“Sidar”, kata istrinya menyebut namanya saat kusalami tangannya sambil ia tersenyum ramah dan manis seolah perlihatkan rasa kegembiraan.

“Anis”, kataku pula sambil membalas senyumannya.

Nampaknya Sidar ini adalah seorang istri yang baik hati, ramah dan selalu memelihara kecantikannya. Usianya kutaksir baru kurang lebih 25 th. dengan tubuh sedikit langsing dan tinggi badan kurang lebih 145 cm dan juga berambut agak panjang. Tangannya jadi hangat dan halus sekali. Setelah selesai menyambutku, Sidar lalu mempersilakanku duduk dan ia buru-buru masuk ke dalam seolah ada urusan penting di dalam. Belum lama kami bincang-bincang seputar perjalanan bisnis Nasir dan pertemuannya dengan Sidar di Kota Makassar ini, dua cangkir kopi susu beserta kue-kue bagus dihidangkan oleh Sidar di atas meja yang ada di depan kami.

“Silakah Kak, dinikmati hidangan ala kadarnya” ajakan Sidar menyentuh langsung ke lubuk hatiku. Selain sebab senyuman manisnya, kelembutan suaranya, juga sebab penampilan, kecantikan dan sengatan bau farfumnya yang harum itu. Dalam hati kecilku mengatakan, alangkah suka dan bahagianya Nasir dapat memperoleh istri layaknya Sidar ini. Seandainya saya juga mempunyai istri layaknya dia, tentu saya tidak dapat ke mana-mana