Aku Dan Tante Weli


RAKSASA POKER Ada yang bilang kalo tante girang itu mengalami puber kedua, dan gairah seks nya makin lama tinggi disaat memasuki puber kedua.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

Berawal dari nafsu beringas tanteku. Tante Weli sebenernya tante ku sendiri. Namun, kelanjutannya ia kusetubuhi. Atau lebih tepatnya, tante yang menyetubuhiku. Apa pasal? Karena nafsu hiperseksnya belum terlampiaskan, Tante Weli pun memaksaku.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Bahkan ia mengancam bakal berteriak dan menjelaskan bahwa saya bakal memperkosanya, terkecuali saya menampik keinginannya bercinta. Duhhh tante, besok lagi ya

Pagi itu saya tengah membereskan pakaianku untuk dimasukkan ke di dalam koper. Ayahku memperhatikan bersama wajah sedih dikarenakan saya salah satu anak lelakinya harus pergi demi mencapai jaman depanku. Aku bakal tinggal di Kota Surabaya bersama Tante dan Oomku.


“Papa harap anda bisa memelihara diri dan berbuat baik, menurut pada Om Benny dan Tante Lenny..” kata papaku.

Aku cuma diam menoleh menatap papaku yang nampak kurang bersemangat dikarenakan kepergianku, lalu kupeluk papaku.

“Saya tidak bakal mengecewakan Papa..” kataku sambil menuju ke pintu.

Aku naik angkot menuju ke terminal bus. Ketika telah di atas bus, saya memikirkan apa yang bakal terjadi seterusnya sambil menghendaki semoga cita-citaku bisa tercapai. Sesampainya di terminal, saya melanjutkan bersama naik angkot menuju perumahan mewah di area Darmo.

“Apa ini rumahnya..?” kataku di dalam hati.

Nomornya sih bener. Maklum saya belum pernah ke rumahnya.

“Gila.., ini rumah apa istana..?” gumamku berbicara pada diriku sendiri.

Aku segera menghimpit bel yang tersedia pada pintu gerbang. Beberapa pas sesudah itu pintu gerbang dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, lalu menegurku.

“Cari siapa ya..?” tanyanya.

“Apa betul ini rumah Oom Benny..?” tanyaku balik.

“Ya betul.. sampean siapa?” tanyanya lagi.

“Saya keponakan Oom Benny dari Jember.”

“Kenapa nggak bilang dari tadi, Sampean pasti Den Welly, kan..? Tuan tengah nampak kota, tetapi Nyonya tersedia lagi nungguin.”

Sekejap saya telah berada di ruangan di dalam rumah mewah yang diisi perabotan yang serba lux. Tak lama sesudah itu seorang wanita cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi nampak dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya kira-kira 35 tahunan, tetapi bagikan seorang gadis yang masih perawan.

Dia tersenyum begitu melihatku, “Kok terlambat Well..? Tante pikir anda nggak jadi datang..” ucap wanita seksi itu sambil terus memandangiku.

“Iya Tante.. maaf..” jawabku pendek.

“Ya sudah.., anda singgah saja Tante sangat senang.. Pak Bowo.., antarkan Welly ke kamarnya..!” perintah Tante Lenny pada Bowo.

Lalu saya ikuti Pak Bowo menuju sebuah kamar yang tersedia di anggota bawah tangga. Aku lumayan bahagia menempati kamar itu, dikarenakan saya segera tertidur sampai sore hari. Ketika bangun saya segera mandi, lalu bergeser pakaian. Setelah itu saya nampak kamar hendak jalan-jalan di halamanbelakang yang luas. Ketika tengah asik menghayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore itu mengenakan kimono bersama rokok di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.

“Oh Tante..” sapaku kikuk.

Tante tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadaku yang bidang dan berbulu lebat. Badanku sebetulnya lumayan atletis dikarenakan sering berenang, fitness, dan saya sebetulnya mempunyaiwajah yang lumayan ganteng.

“Kamu telah mandi ya, Wel..? Tampan sekali kamu..” kata tanteku memuji.

Aku kaget bukan main disaat ia mendekatiku, tangannya segera mengelu-elus penisku, pasti saja saya jadi salah tingkah.

“Saya berkenan ke kamar pernah Tante..” kataku risau terkecuali nanti dilihat Oom Benny.

“Tunggu sebentar Wel, Tante menghendaki minta tolong mijitin kaki Tante.., soalnya keseleo pas turun tadi..” kata Tante Lenny sambil merengek.

Lalu dia duduk seenaknya, sampai kimono yang tidak dikancing sepenuhnya tersingkap, dan anggota di dalam tante nampak olehku. Gila.., ternyata ia tidak kenakan CD, sempat juga kulihat bulu-bulu tipis di kira-kira kemaluannya seperti habis dicukur.

Aku menghindar nafas dan mencoba mengalihkan pandangan, tetapi Tante Lenny yang jelas perihal itu tambah menarik lenganku dan mengangkat kaki kanannya menunjukkan anggota yang sakit. Aku terpaksa memandang betis dan paha tante yang mulus dan padat itu.

“Tolong diurut ya Wel.., tetapi pelan-pelan aja ya..” ucapnya lembut.

Terpaksa saya memijit betis tanteku, biarpun hatiku kuatir dan bingung. Apalagi disaat saya mencuri pandang memandang paha dan selangkanganya, sehingga nampak sekilas anggota yang berwarna merah muda itu. Tanteku melirik ke arahku sambil tersenyum genit, saya makin lama bingung dan malu.

Itu pengalamanku di hari pertama di rumah Oom Benny. Sudah tiga Hari Oom Benny belum pulang juga, padahal saya menghendaki bersua dengannya, tetapi tiap malam saya diminta oleh tante untuk menemaninya ngobrol, lebih-lebih tidak jarang disuruh menemani melihat VCD porno. Benar-benar gila.Hingga pada suatu malam tanteku merintih kesakitan. Waktu itu tante tengah nonton TV sendirian. DAFTAR ID PRO > KLIK <


Tiba-tiba wanita itu memekik, “Achh.., aduh.., tolong Wel..!” keluhnya sambil memegangi keningnya.

“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget dan khawatir.

“Kepala Tante agak pusing.., aduh.. tolong bawa Tante ke kamar Wel..!” keluh tante sambilmemegangi kepalanya.

Aku jadi kebingungan dan serba salah.

“Saya panggil Pak Bowo pernah ya Tante..?” usulku sambil menghendaki pergi.

Tapi bersama cepat tanteku melarangnya, “Nggak usah, lagi pula Pak Bowo Tante suruh ke Pasuruan ngawal barang.”

Aku jadi jadi tambah bingung. Terpaksa kutuntun tanteku untuk naik ke ruang atas. Tante merebahkan kepalanya pada pelukanku, saya jadi gemeteran sambil terus menaiki tangga.Sesampainya di di dalam kamar, tante merebahkan tubuhnya yang seksi itu bersama telentang. Aku menarik napas lega dan berniat meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut itu melarangku.

“Kamu berkenan kemana..? Jangan tinggalkan Tante.., tolong pijitin Tante.. Wel..!”

Mendengar itu semua tubuhku jadi teringat pesan bapak sehingga menuruti perkataan Oom dan Tanteku.

Perlahan kubalikkan badan, ternyata tanteku telah melewatkan kimononya. Dan kini cuma tinggal CD saja. Tubuhnya yang masih padat menyebabkan nafsuku naik, payudara yang masih montok dan menantang itu menyebabkan penisku jadi tegang, dikarenakan saya belum pernah memandang keindahan tubuh wanita di dalam keadaan telanjang seperti ini, lebih-lebih tanteku menggeliat perlahan. Desahan bibirnya yang tipis menyebabkan nafsu dan birahiku, dan penisku makin lama dibuatnya tegang. Kuberanikan diri melangkah menuju ranjang.

Begitu sampai, tanteku yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit, lalu memelukku dan mencium bibirku bersama penuh nafsu. Wanita yang hipersex itu bersama cepat melucuti semua pakaianku.

“Jangan Tante.., jangan, saya takut..” pintaku sambil berkenan kenakan pakaianku kembali.

“Kalo anda menolak, Tante bakal teriak dan menjelaskan pada semua orang bahwa anda berkenan memperkosa Tante..” ancam tanteku.

Aku cuma terdiam dan pasrah. Wanita itu lagi mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam penisku, saya segera membalas ciumannya dan jadi menjilati payudaranya, lalu kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu. Tanteku mendesah perlahan.

Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sehingga penisku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya sambil kujilat-jilat kemaluannya yang jadi basah itu.

“Ahh.., aahh.., ayo terus jilat Wel..! Jangan berhenti..!” erang tanteku keenakan.

Rupanya tanteku mengeluarkan cairan dari di dalam liang kewanitaannya. Cairan itu memuncrat di wajahku, lalu kuhisap dan kutelan semua. Aku makin lama terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam, lebih-lebih sampai ke duburnya. Kemudian kami bergeser posisi, kali ini saya berdiri dan tante jongkok sambil mengulum penisku yang telah sangat tegang.

Ternyata tanteku pintar sekali menjilat penis, tidak sampai lima menit saya telah keluar.

“Ahh.., ayo Tante.., terus jilat sayang.., acchh..!” desahku sambil kudorong nampak masuk di mulutnya penisku yang besar ini.

“Tante berkenan nampak nih.., achh.. yeahh..!” erangku sambil kumuncratkan maniku di mulutnya.

Tante menelan semua maniku, lebih-lebih masih mengocoknya menghendaki masih tersedia sisanya.

Setelah lebih dari satu pas penisku jadi bangun kembali. Setelah tegang dibimbingnya penisku masuk ke liang kewanitaannya. Kali ini saya di atas dan tante di bawah. Agak ada problem sih, mungkin telah lama tidak layanan oleh Oom Benny. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan sampai masuk sepenuhnya ke dalam.

“Ayo Wel..! Gerakin dong Sayang..!” pinta tanteku sambil mobilisasi pantatnya ke atas dan ke bawah dikarenakan ia saat ini berada di bawah.

Akhirnya kudorong nampak masuk penisku bersama gerakan yang cepat, sehingga makin lama keras erangan tanteku.

Beberapa pas sesudah itu saya telah menghendaki keluar, “Aahh..! Tante.., Welly telah berkenan keluar.., ahh..!” kataku.

“Sabar Sayang.., Tante sebentar lagi nih..! Yeahh.. ohh.. ahh.., fuck me Wel..! Kita barengan ya Sayang..? Oh.. yeah..!”

Rupanya tanteku juga nyaris orgasme. Rasanya seperti tersedia yang memijat-mijat penisku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante bergetar hebat dan memelukku sambil kemaluannya mengeluarkan cairan yang menyemprot penisku. Tidak lama saya juga mengeluarkan air mani dan spermaku di di dalam vaginanya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini. Akhirnya kami berdua terkapar lemas.

“Hebat bener anda Wel.., Tante nggak nyangka baru kali ini Tante merasakan kenikmatan yang luar biasa..!” tuturnya bersama nafas terengah-engah.

Aku diam tak menjawab, tetapi di dalam hati saya jadi bersalah telah berhubungan bersama tanteku dan risau ketahuan Oom Benny. Tante turun dari ranjang tanpa busana, lalu dia menyalakan sebatang rokok.

“Bagaimana terkecuali Oom Benny sampai tahu, Tante..? Saya takut.., saya jadi berdosa..” kataku lemah.

Tapi tanteku tambah tersenyum dan memelukku bersama mesra.

“Asal anda tidak memberitahu orang lain, kelakuan kami aman. Lagi pula Oommu itu telah nggak bisa lakukan interaksi badan sejak lama. Dia itu impotent, Wel..!” tutur wanita tanpa busana yang penuh energi tarik itu.

“Jadi semua ini Tante lakukan dikarenakan Oom Benny tidak bisa menggauli Tante lagi, ya..?” tanyaku.

“Ya. Bukan sekali ini saja Tante lakukan perihal seperti ini.., sebelum serupa kamu, Tante pernah melakukannya bersama lebih dari satu rekan bisnis Oommu. Terus terang Tante nggak tahan terkecuali seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki..” tutur Tante.

Aku jadi geleng kepala mendengar penjelasan tanteku. Lalu saya bergerak berkenan pergi, tetapi bersama cepat tante menahanku dan mengusap-usap dadaku yang berbulu.

“Well.., anda harus membersihkan badanmu dulu.., mandilah sehingga segar..!” ucapnya lembut.

Aku tak menjawab cuma menarik nafas panjang, lalu melangkah ke kamar mandi. Tubuhku jadi letih tetapi bahagia juga.

Begitulah pengalaman di Surabaya yang kualami 6 tahun yang lalu. Dan sampai pas ini saya telah mempunyai istri dan seorang anak.

Lalu apa tante weli tergolong tante girang ? tau deeeeeh