Ngentot Dengan Cewek Sangek


RAKSASA POKER Namaku budi, pria 21 tahun. Awal kejadiannya adalah bulan Januari 2016 kemaren.
RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   

Saya adalah mahasiswa pts di kota Yogya, karena terdesak dengan banyaknya kebutuhan hidup maka setiap sore sampai malam saya bekerja sebagai tukang ojek di daerah terminal.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Seperti biasanya-hari itu adalah senin malam- sekitar jam 19.00 wib saya masih nongkrong di pos ojek menunggu penumpang. Malam itu sepi karena banyak teman yang tidak berangkat mungkin disebabkan sejak jam 5 sore tadi hujan mengguyur kota ini. Hanya kami bertiga yang masih bertengger di pos ojeksambil main kartu untuk membunuh waktu.

Saat itu aku sudah jenuh, dan aku kalah mainnya, aturannya yang menang akan menarik penumpang duluan. Setelah kelewat sepuluh menit kami main kartu, dari arah magelang datang sebuah busmalam yang menurunkan banyak penumpang. Ada dua orang yang datang ke arahkami dan tentulah mereka adalah penumpang. Sejurus kemudian kedua temanku sudah meninggalkan aku sendirian di pos.

Yaah aku tidak dapat duit nih hari ini. Kemudian aku putuskan untuk pulang saja karena memang hujan tidak bersahabat, tentu para penumpang lebih suka naik taksi yang lebih nyaman. Saat aku starter motor akulihat seorang perempuan muda 30-an tahun mungkin tengah menunggu taksi ataupun hujan reda. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.

?ojek mbak??
perempuan itu tampak ragu2. lantas melihat ke arahku.
?ke jetis berapa??
?tujuh ribu mbak!? tak kusangka mbak itu mau juga aku tawarin.
?mmm baiklah, ada jas hujannya tho??


?iya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujan? kataku meyakinkannya, padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. tubuhnya yang aduhai cukup terlihat dengan seksi, wah aku yang beruntung nih dibandingkan teman-temanku tadi. AgenBandarCeme

Dibawah hujan rintik, perempuan ini ada dibelakangku, aku sempat berpikirbila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku.

?siapa namamu??
?budi? jawabku sambil bertanya juga siapa namanya, dan ternyata dia bernama dewi. tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya.
?kamu mampir dulu, Bud, ntar mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambilnunggu hujan reda? kata dewi
?makasih mbak, baiklah!? kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. akumasuk rumah mengikuti dewi dan duduk di bangku kayu. Cerita Janda.

?nih handuknya, dan diminum kopinya yaaa? dewi melirik kearahku yang basahkuyup. kulihat tubuhnya hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikatdengan handuk. dadanya terlihat menonjol besar sekali, wah pasti enak nih,aku meliriknya.

beberapa manit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil menggendong seorang anak yang katanya berumur 13 bulan, dan mengenalkan diri sebagai Ina, adik dewi. bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Ina pamitan menidurkan anaknya.

?Kamu nginap disini saja, Bud, hujan malah tambah deras? kata dewi lagi.

Wah, tawaran yang aku tunggu nih, aku segera memasukkan motorku ke garasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku menuju ruang TV tempat dewi menikmati secangkir kopinya. setelah tahu aku datang, dia memberikan baju piyama kepadaku.


?aku ganti dimana nih?? aku bertanya.
?tuh dikamarku saja? jawab dewi sambil menunjuk pintu kamar. aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu.tanpa kusadari ternyata dewi sudah berada di belakangku sambil memeluk aku.aku berbalik, dadaku bergetar melihat dia membuka tali piyamanya.

?kenapa Bud, takut yaaa???katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku. kulihat dadanya lumayan besar. dan membuat big penisku tegak berdiri.
?wooow, gedhe banget!!? kata dewi manja sambil mengusap zakarku pelan-pelan. AgenBandarCeme

Dibawah hujan rintik, perempuan ini ada dibelakangku, aku sempat berpikirbila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku.

?siapa namamu??
?budi? jawabku sambil bertanya juga siapa namanya, dan ternyata dia bernama dewi. tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya.
?kamu mampir dulu, Bud, ntar mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambilnunggu hujan reda? kata dewi
?makasih mbak, baiklah!? kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. akumasuk rumah mengikuti dewi dan duduk di bangku kayu. Cerita Janda.

?nih handuknya, dan diminum kopinya yaaa? dewi melirik kearahku yang basahkuyup. kulihat tubuhnya hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikatdengan handuk. dadanya terlihat menonjol besar sekali, wah pasti enak nih,aku meliriknya.

beberapa manit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil menggendong seorang anak yang katanya berumur 13 bulan, dan mengenalkan diri sebagai Ina, adik dewi. bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Ina pamitan menidurkan anaknya.

?Kamu nginap disini saja, Bud, hujan malah tambah deras? kata dewi lagi.

Wah, tawaran yang aku tunggu nih, aku segera memasukkan motorku ke garasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku menuju ruang TV tempat dewi menikmati secangkir kopinya. setelah tahu aku datang, dia memberikan baju piyama kepadaku.

?aku ganti dimana nih?? aku bertanya.
?tuh dikamarku saja? jawab dewi sambil menunjuk pintu kamar. aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu.tanpa kusadari ternyata dewi sudah berada di belakangku sambil memeluk aku.aku berbalik, dadaku bergetar melihat dia membuka tali piyamanya.

?kenapa Bud, takut yaaa???katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku. kulihat dadanya lumayan besar. dan membuat big penisku tegak berdiri.
?wooow, gedhe banget!!? kata dewi manja sambil mengusap zakarku pelan-pelan. AgenBandarCeme

?wah, kamu ada susunya yaaa??kataku sambil terus meneguk susu tawar itu,maklum aku kehausan karena sudah ?bermain? dengan kakaknya.
?iya, kamu habisin juga gak apa-apa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?? aku semakin bersemangat.

Kuhirup susu segar itu langsung dari pabriknya, belum pernah lagi aku merasakan hal ini, wah asyik sekali. Ina terus menggelinjang sambil menggosok-gosokkan vaginanya ke penisku yang sudah tegak penuh.

Vaginanya memang sudah sangat basah, aku maklum saja.
?Bud, aku ingin langsung saja, kamu diam disitu, biar Ina saja yang,?.? inaterus berceloteh sambil memutar tubuhnya membelakangiku dan menghadap TV,didudukinya kemaluanku yang tegak berdiri keatas.

?Ahhhh,aaauu? bless tanpa hambatan burungku segera bersarang ke vaginanya.

Dengan brutal, seperti orang kelaparan, Ina menggenjot tubuhnya, hinggapenisku keluar masuk dan mengesek dinding vaginanya. dari pantulan kacakulihat buah dada Ina naik turun dengan cepat. terus kuraih saja dan kupilin-pilin, tiba-tiba tanganku sudah basah dengan air susu yang banyak keluar dari toketnya,?

?Mmhhhh,?terus, Innnnn? desisku

Ina terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.

?ahhh,?terussssssss? aku kenikmatan. sambil meremas-remas payudaranya.Setelah lima belas menit kemudian aku tak kuat lagi, kusemprotkan air manikukeatas, membasahi dinding vaginanya yang hangat,?
?Ahhhh?.? Ina berhenti kecapaian, aku juga sangat kecapaian.
?Maafkan aku In, aku mungkin belum bisa memuaskan kamu, tapi besok lagi,pasti kamu kubuat pingsan? kataku cepat sambil memeluknya
?Aduh Bud, jangan salah, walau kamu diam tadi, aku malah dapat orgasme berkali-kali, kamu hebat!? kata Ina.

Dia memelukku sambil mengusap-usap alat kelaminku yang masih basah oleh mani, kemudian dia mendekatkan wajahnya dan menjilati mani yang tersisa di batang penisku sampai habis.

Begitulah cerita singkatku, sebagai tukang ojek yang sangat beruntung malam itu. kejadian itu berulang terus seminggu dua kali, tiap kali Ina ataupun Dewi membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, hingga saat ini. bahkan sejak satu setengah bulan yang lalu, aku tinggal dirumah itu sambil menggarap skripsi disana.

Dan tentunya menjadi teman ranjang mereka berdua. Namun yang membuat aku gundah sekarang, Dewi yang berusia 31 tahun telah hamil muda, dan aku tahu pasti itu karena ulahku.

Aku berencana menikahi keduanya, karena mereka sudah sangat baik padaku dan membiayai kuliah dan hidupku.