Ngesex Di Perpustakan Ketika Sepi

                                                                                    

 Cerita Hot633 | Namaku Meliani tp orang-orang memangilku Ani. Umurku 21 tahun. Wajahku cantik. Aku tdk sombong tp demikianlah pendapat orang-orang terhadapku. tubuhku putih mulus langsing dgn perut rata, rambutku jg hitam panjang seperti layaknya model iklan shampo.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Selain itu aku dikarunia body yg seksi. Dgn kulitku yg putih mulus, ditambah lagi bulatan buah dadaku yg lumayan montok namun indah bentuknya, dan jg betisku yg bak pualam menjadikanku `incaran` laki-laki.

Sebagai seorang mahasiswi, aku selalu berhubungan dgn buku, apalagi ketika menjelang ujian pasti tugas menumpuk. Ada yg kubeli sendiri dan ada jg yg meminjam dari perpustakaantakaan. Utk buku-buku teks aku selalu meminjam dari perpustakaantakaan karena lengkap. Terkadang aku jg meminjam skripsi tahun-tahun lalu utk melengkapi referensiku.

Tp sejak bulan lalu mahasiswa jurusanku dilarang utk meminjam atau menfotocopy skripsi maupun tesis. Hal itu karena banyaknya skripsi yg marak diplagiat. Aku tentu kurang suka dgn kebijakan tersebut, karena ku paling malas duduk lama-lama diperpustakaan hanya utk baca buku ato mencatat.

Hari itu hari jumat, perpustakaan akan tutup jam 4 sore. Aku sengaja datang tepat jam 4 (jadi sebelum perpustakaan tutup). Kulihat lampu perpustakaan sudah sebagian dimatikan dan monitor komputer jg. Di dlm perpustakaan tinggal 1 orang lagi petugas sedangkan yg lain sudah pulang. Petugas itu Pak Revan, Usianya kira-kira 50-an lebih, tubuhnya tinggi kurus dgn kulit hitam terbakar matahari. dia sedang membereskan buku-buku yg berserakan dimeja.

“Sudah mau tutup ya,Pak?” Tanyaku mengejutkanya. Dia menatapku lalu berkata. Ya iya atuh,neng, kan sudah jam 4”. “Aya naon?”katanya sambil mencuri-curi melihat ketubuhku. Waktu itu aku cuma mengenakan kaos oblong ketat dan semi transparan, sehingga lekuk buah dadaku tercetak. Aku agak grogi jg dilihatin seperti itu. Ngggak, Pak….. mau minta tolong aja. Mau minjam buku. Masih bisa ga?” ujarku. -cerita hot-

“Ya udah sok lah.. tp cepat ya neng. Bapak mau pulang ini! Tp pak sy mau minjam buku skripsi angkatan 96 judulnya xxx. Bisa ga,pak? tanyaku memelas kepadanya. Yah ga bisa atuh neng. Kan ada peraturannya dari ketua jurusan ga bisa minjam skripsi. Nanti kalo ketahuan sy dimarahin atuh” Ujarnya dgn logat sunda yg khas. “Iya tp gimana dong Pak. Ada tugas mendadak yg mau dikumpulin besok dan bahannya dari sana. Kalo ga ngumpulin nilai tugas sy bisa nol. Bisa ya pak” Rengakku manja sambilo menarik-narik tangannya.

Dia tetap menolak dgn tegas. Akhirnya aku utarakan bahwa nanti aku kasih rokok agar dia mau. Tp dia menolak. Wah harus cara lain nih. Maka timbul ide gilaku. gimana seandainya kuberikan tubuhku utk dinikmatinya sehingga aku dapat meminjam buku maha penting itu. Aku yakin dia tdk menolak. Masa sih ada orang yg menolak bercinta dgn gadis muda dan cantik. Dan aku memang sudah lama ingin menggodanya.

“Pak ada ga cara lain agar Ani bisa pinjam skripsi itu?” tanyaku sambil menatap matanya.
“Maksud neng apa?”tanyanya sambil duduk disebuah kursi. Bagaimana dgn ini?” tanyaku sambil membuka bajuku. Aku nekat melepaskan bajuku dihadapannya. Dia kaget bukan main. Matanya melotot hampir copot ketika memandang buah dadaku yg masih ditutupi BH hitam tersebut.

“Ayolah Pak. Masa tdk bisa”Tanyaku sambil meremas buh dadaku. Ani.. ke..a……..” katanya terpatah-patah karena gugup. Kemudian aku mendekat, kubuka kacamatanya. Wajahku mendekati wajahnya dan berbisik pelan setengah mendesah, Ayolah Pak, masa bapak tdk mau meminjamkan buku itu. Bagaimana kalo sy tukar dgn dada sy ini?”. Tanyaku makin bikin dia gemetaran. Dia mencoba meminum air putih yg ada dimeja didepannya.

Dia makin terperangah apalagi ketika aku mulai mencari kait BH hitamku dipunggung utk melepaskannya. Kulepas bh ku sehingga buah dadaku seperti mau meloncat keluar, karena tertahan BH yg kekecilan. Matanya melotot mengamat-ngamati buah dadaku. Kemudian kutarik tangannya dan kuarahkan kedadaku. Perlahan-lahan dielusnya buah dada montokku yg berukuran 34, dgn puting kemerahan serta kulitnya yg putih mulus.

“Mmppphhhhh… Pak” desahku menggodanya. Tangannya yg kasar sangat kontras dgn buah dadaku yg halus,namun terasa nikmat. Payudaramu mantap jg yah Ani, indah dan montok,” pujinya. Ayo, pak nikmati aja selagi bisa. Asal bapak mau minjamin buku itu, apa aja yg bapak minta akan sy berikan” bisikku lirih ditelinganya.

Mendengar itu dia lalu mendudukanku di meja perpustakaan itu. Posisiku menghadap kearahanya dgn payudaraku tepat didepan wajahnya. Dia lalu mendekatkan mulutnya ke arah payudaraku, sebuah jilatan menyapu putingku disusul dgn gigitan ringan menyebabkan benda itu mengeras dan tubuhku bergetar. Mmpphhhhh…ayo pak nikmatin sepuasmu..oogghh..oogghh…”

Puas menjilati buah dadaku, dia kemudian memelukku, sambil berpelukan mulut kami mulai saling memagut, lidah bertemu lidah, saling jilat dan saling belit, kuremas-remas k0ntolnya dari balik celananya. Elusannya mulai turun dari punggungku ke bongkahan pantatku yg lalu dia remasi. Sambil berciuman tanganku mulai melepas kancing-kancing bajunya. Dadanya yg bidang membuatku makin bernafsu saja. Dia membantuku melepaskan ikat pinggang dan celananya. Segera kumasukkan tanganku kedalam CD nya. K0ntolnya lumayan besar dan cukup kokoh dgn dihiasi sedikit urat.

Kukocok dan kuremas k0ntol itu. Tak lama kemudian dia melepaskan celana dalamnya nya sehingga terpampanglah batang kemalauannnya yg besar dan panjang itu. K0ntolnya mengingatkanku pada k0ntol satpam rumahku. Besar dan kokoh walau tdk begitu panjang.

Aku sudah tdk sabar utk mengulumnya. Maka kuturunkan badanku perlahan-lahan hingga berlutut di hadapannya. K0ntol dlm genggamanku itu kucium dan kujilat disertai sedikit kocokan. K0ntol hitam itu bergetar hebat diiringi desahan pemiliknya setiap kali lidahku menyapunya. Sekarang kubuka mulutku utk memasukkan k0ntol itu.

Hhmm.. enak sekali rasanya k0ntol tuanya. hampir sedikit lagi masuk seluruhnya kemulutku tp tdk kupaksakan karena sudah mentok di tenggorokanku. Dlm mulutku k0ntol itu kukulum dan kuhisap, kugerakkan lidahku memutar mengitari kepala k0ntolnya.

Sesekali aku melirik ke atas melihat ekspresi wajah dia menikmati kulumanku. Dia menikmati sekali permainan lidahku , dia terus merem-melek dan mengerang tak henti-hentinya saat k0ntolnya kukulum. Lama jg aku mengulumnya, sampai mulutku pegal, akhirnya dia suruh aku berhenti agar tdk cepat-cepat keluar. Dia lalu mengangkatku keatas meja besar di perpustakaan itu. Dibukanya rok mini yg kugunakan berikut celana dlm ku. Matanya tdk berkedip menatap tubuh telanjang seorang gadis cantik yg masih sangat muda.

Tiba-tiba dgn bernafsu dia bentangkan kedua pahaku. Matanya seperti mau copot memandangi memekku yg merah merekah diantara bulu-bulu hitam yg lebat. Sebentar kemudian lidahnya mulai menjilati bibir memekku dgn rakusnya. Lidahnya ditekan masuk ke dlm lubang memekku dgn satu jarinya mempermainkan klitorisku, tangannya yg lain dijulurkan ke atas meremasi buh dadaku.

“Ouuuggghhhhhhh.. .!” aku benar-benar menikmatinya, mataku terpejam sambil menggigit bibir bawah, tubuhku jg menggelinjang oleh sensasi permainan lidah dia. Aku mendesah pelan meremas rambutnya yg tipis, kedua paha mulusku mengapit erat kepalanya seolah tdk menginginkannya lepas. Lidah itu bergerak semakin liar menyapu dinding-dinding memekku, yg paling nikmt adalah ketika ujung lidahnya beradu dgn klitorisku, duhh.. rasanya geli seperti mau ngompol. Butir-butir keringat mulai keluar seperti embun pada sekujur tubuhku.

Di dlm ruangan perpustakaan itu semakin panas saja, dimana pak Revan sang Penjaga perpustakaan sedang menikmati tubuhku. Aku sudah tak tahan lagi. Ayo pak, masukin ”Pintaku sambil menarik kepalanya dari memekku. Kudorong tubuhnya utk telentang diatas meja perpustakaan itu. Aku ingin aku yg memegang kendali dgn gaya woman on top. Perlahan-lahan kuangkat tubuku dan kududuki perutnya. Kemudian kuangkat pantatku dan mengarahkan memekku kek0ntolnya. Kuturunkan tubuhku perlahan-lahan kearah batangnya yg sudah sangat tegang. Dia memegang k0ntolnya siap menerima jepitan memekku.

K0ntolnya kesulitan menerobos memekku yg masih rapet. Kepala k0ntolnya yg besar itu mencoba menggesek clitoris di liang senggamaku hingga aku merintih kenikmatan. aku terus berusaha menekankan memekku yg memang sudah sangat basah ke dlm miliknya. Sedikit demi sedikit aku merasakan ruang memekku terisi Dan ketika dgn kasar dia tiba-tiba menekankan miliknya seluruhnya amblas ke dlm diriku.

“Pak…aakkhh!” desahku dgn tubuh menegang. aku tak kuasa menahan diri utk tdk memekik. Perasaan luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diriku, hingga badanku mengejang beberapa detik. Sama sepertiku dia jg mendesah menyebut namaku saat k0ntolnya amblas ditelan memekku. “Ani……a……ooohhh…..enak sekali….” dia mendesah nikmat.

Lambat laun rasa nikmat mulai menjalar ke tubuhku. secara perlahan-lahan aku lalu menaik-turunkan tubuhku diatas k0ntolnya. Kupacu kejantannya dgn goyanganku. Kadang cepat kadang lambat. Aku meliuk-liuk diatas batangnya yg besar itu. Ntah kenapa aku menjadi gadis yg liar saat iu. Biasanya aku hanya pasrah dan lawan mainku yg banyak `bekerja`, tp sekarang aku yg aktif memcu kenikmatan diatas k0ntol pak Revan.