MEMBUAT SI ADIK KECIL TERANGSANG

                                                                                        

Cerita Hot633 | Berawal dari Gadis yang masih duduk di kelas 3 SMU ini bernama Yani masih berumur 17 tahun mempunyai tubuh yang seksi dan sekal, kulitnya putih mulus rambutnya panjang terurai sebahu, wajah yang cantik, dia anak orang punya dan punya naman di kotanya, dia bisanya dirumah sendiri karena kedua orangntuanya tugas di ibukota, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Yani sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Teguh, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Yani.

Teguh, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.
Sosok pribadi Yani memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Teguh yang sering mengantarkan Yani dari jalan besar menuju ke kediaman Yani yang masuk ke dalam gang.
Suatu sore, Yani pulang dari sekolah. Seperti biasa Teguh mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota GS.

Dan Teguh memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Yani. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Yani nanti akan dikerjai. Teguh sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

?Lho koq lewat sini , Mas??, tanya Yani.

?Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup?, bujuk Teguh sambil terus mengayuh becaknya.
Dengan sedikit kesal Yani pun terpaksa mengikuti kemauan Teguh yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Teguh, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Teguh membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

?Lho kenapa masuk sini mas??, tanya Yani.

?Hujan..?, jawab Teguh sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Yani menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah. AgenBandarCeme

?Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..?, ujar Teguh sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Yani yang masih duduk di dalam becak.
Bagai tersambar petir Yani pun kaget mendengar ucapan Teguh tadi.

?A.. Apa maksudnya mas??, tanya Yani sambil terbengong-bengong.

?Non cantik, kamu mau ini?? Teguh tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.

Yani terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

?J.. Jaangan mas.. Jangann..? pinta Yani dengan wajah yang memucat.

Sejenak Teguh menatap tubuh Yani yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Yani yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu.

Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

?Ampunn mas.. Jangan mas..?,

Yani mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Teguh yang semakin mendekati tubuhnya.
Tubuh Yani mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Teguh yang mulai menjamah paha Yani, tapi percuma saja karena kedua tangan Teguh dengan kuatnya memegang kedua paha Yani.

?Oohh.. Jangann.. mas.. Tolongg.. Jangann..?,

Yani meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Teguh malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Yani itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Yani.

Yani pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Teguh mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Yani.

Tubuh Yani menggeliat ketika tangan-tangan Teguh mulai menggerayangi bagian pangkal paha Yani dan wajah Yani menyeringai ketika jari-jemari Teguh mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

?Iihh..?,

pekikan Yani kembali menggema di ruangan itu di saat jari Teguh ada yang masuk ke dalam liang vaginanya. AgenBandarCeme