Ibu Temanku Selingkuhanku

                                                                                        

Cerita Hot633 | Aku Budi 42 thn, sudah menikah dan sudah memilkki 2 anak yg luculucu. aku ingin menceritakan pangalaman nyataku dengan ibu temanku dua tahun yang lalu kepada pembaca seklian. Selamat membaca.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Setiab malam minggu aku punya kebiasaan min catur di rumah tetanggaku. Catur adalah salah satu dari sekian banyak hobiku selain otakatik elektronik dan berolahraga. Aku biasanya main catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yg rumahnya tak jauh dri rumahku. Tetanggaku ini hanya tinggal bersama ibunya saja. Kakak perempuanya sudah menikah, dan ikut suaminya tinggal di lain kota Hubunganku dengan sahabatku terjalin sangat akrab, juga dengan ibunya. Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang ibu hanya 5 tahun, dia 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah peristiwa itu, yg tak pernah kusangkasangka sebelumnya. Peristiwa yg akhirnya mengubah diriku 180 derajat. Seperti pada sabtu sebelumnya, aku bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku dan segera bergegas ke rumahnya.

Udara malam itu memang dingin sekali akibat hujan lebat selama 2 jam yg terjadi sore tadi. Singkat kata aku sudah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, dan tak lama pintu itu terbuka. Ternyata si ibu yg membukanya.
Oh Ibu, ada Teguhnya bu? tanyaku ramah.
Nak Budi? oh Teguhnya lagi pergi tuh jawab si ibu sama ramahnya.
Pergi ke mana, Bu?
Ke pesta pernikahan teman SMUnya. Baru aja dia jalan
Oh begitu ya? sahutku.

Kalau begitu, aku pamit aja deh
Oh, kenapa buruburu, kan Nak Budi baru sampai?
Ah, nggak. Kalau Teguh nggak ada, saya pamit aja deh
Ah, jangan terburuburu begitu. Temani Ibu ya? Walau agak heran dengan permintaannya, aku akhirnya menurut juga.
Cerita sex?janda, Kuikuti dia masuk. Kamipun tak lama asyik berbincangbincang di ruang tamunya. Hingga akhirnya si ibu menawariku kopi.

Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol jadi lupa nawari minum. Sebentar saya siapkan dulu ya
Ah, Ibu. Nggak usah repotrepot
Ah, nggak kok. Masa repot? kata si ibu sambil tersenyum ramah.
Setelah itu, dia segera beranjak ke dapur. cerita?mesum?stw
Sambil menunggu, kuambil koran terbitan hari ini yg tergeletak di meja tamu lalu kubacabaca. Sedang asyik kubaca koran itu, tibatiba si ibu memanggil dari dapur.
Nak Nak, bisa saya minta tolong?

Oh, ada apa, Bu? Spontan aku segera beranjak dari sofa itu dan langsung menghampirinya. Ternyata kompor gas si ibu agak macet dan dia memintaku membetulkannya. Pas sedang membetulkannya, tak sengaja aku melihat ke arah gundukan toket si ibu. Saat itu si ibu sedang membungkuk memperhatikanku yg sedang sibuk mengutakatik kompor gasnya yg macet. Apalagi si ibu hanya mengenakan daster yg belahan dadanya agak rendah. Aku langsung terpana melihatnya. Selain besar, toketnya juga tampak ranum dan kenyal. Tak kusangka perempuan ini masih memiliki toket seindah itu di usianya yg tak muda lagi. AgenBandarCeme

Pemandangan indah itu membuat Penisku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yg kukenakan tanpa kusadari. Aku begitu?terangsang?melihat keindahan toket si ibu. Si ibu yg semula perhatiannya ke pekerjaanku, tak urung kaget juga melihat perubahan ukuran Penisku. Tapi anehnya, dia tak juga merubah posisinya. Sepertinya dia sih tahu aku terangsang dengan kemolekan toketnya tapi dia tampak cuek saja, purapura tak tahu. Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga mengendalikan malu sekaligus mengendalikan Penisku supaya tak semakin membesar ukurannya, selesai juga masalah kompor itu.

Wah, Nak Budi hebat! pujinya di sampingku.
Ah, nggak masalah cuma masalah kecil kok Bu sahutku.
Kalau gitu ibu bisa minta tolong lagi? katanya sambil menatapku nakal dan tersenyum genit.
Walau aku sudah menduga apa yg akan dia minta itu, tak urung hatiku berdebardebar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat dia semakin mendekatkan dirinya ke tubuhku.
A.. aaa pa Bu? lidahku mendadak kelu, menyadari betapa dekat wajahnya denganku saat ini.
Sambil?mendesah, si ibu berkata parau,

Ibu mau kamu cium ibu Belum sempat menyahut, dia langsung berjinjit, memeluk leherku lalu mencium bibirku.
Sejenak aku terkesiap, namun tak lama kemudian kami sudah asyik berciuman di dapur itu. Hilang sudah akal sehatku setelah bibirku bersentuhan dengan bibirnya yg tipis dan indah itu. Sambil asyik berciuman, diraihnya tangan kananku untuk meremasi toketnya di sebelah kanan, sedangkan diarahkannya tangan kiriku ke pantatnya. Tangankupun langsung bergerak terampil. Keduanya langsung bergerak nakal menjalari toket dan pantatnya yg ranum dan montok itu.

Si ibu tampak melenguhlenguh merasakan nakalnya tanganku meremasi toket dan jarijariku menyusuri belahan pantatnya. Di lain pihak, tangan si ibu aktif meremasi Penisku dari luar celanaku, membuat juniorku itu semakin meradang saja ukurannya. Satu tangannya dia julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yg tercetak jelas dari balik kemeja kaus ketat yg kukenakan ini.

Ketika nafsu kami semakin memuncak, dituntunnya aku ke ruang keluarganya. Di sana dengan serempak, kami saling melucuti pakaian masingmasing, sehingga tak lama kamipun sudah bugil. Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yg bugil itu. Luar biasa! Usia boleh kepala 4, tapi bodinya tak kalah dengan bodi para perempuan yg lebih muda.

Tandatanda ketuaan memang tak bisa ditutupi, tapi secara garis besar, dia masih sangat menggiurkan bagi para lelaki mana saja yg menatapnya. Apalagi kalau sudah bugil begini. Bahunya lebar, toketnya besar, ranum dan mengkal. Tak tampak tandatanda melorot seperti toket para wanita seusianya. Perutnya rata, nyaris tak ada lemaknya. Pinggangnya bundar, pinggulnya montok. Kaki dan betisnya tampak mulus dan kencang. Mungkin si ibu suka olahraga juga nih, makanya bodinya begitu terawat dan indah.

Di lain pihak, si ibu tampak tak kalah kagumnya melihatku telanjang. Maklumlah, hobi olahragaku yg sudah kutekuni sejak SD, membuat fisikku menjadi sangat bugar. Otototot kekar nan liat tampak bersembulan di sekujur tubuhku. Membuat banyak wanita sering kelimpungan kalau melihatku telanjang.


Tubuh Nak Budi keren banget deh Ibu suka sama lelaki macho kayak Nak Budi ini kata si ibu smabil menatapku penuh nafsu. Dia mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, merabaraba bukit dada dan perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Penisku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berciuman liar dan saling meremas apa yg bisa kami remas. Hanya sebentar kami melakukan itu. Berikutnya, kami saling membaringkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yg harus dilakukan selanjutnya. Kami membentuk posisi 69 dan tak lama kami sudah asyik saling menjilati kemaluan lawan mainnya. Si ibu tampak bersemangat mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Sesekali dia ikut menjilat dan meremasi kantung spermaku. Rasanya sangat dahsyat kulumannya. Bahkan kuluman istriku tdk sedahsyat kulumannya.

Tampaknya si ibu ini benarbenar sudah lama tdk disentuh lelaki, hingga kulumannya tampak begitu ganas. Di bawah sana, lidah dan jarijariku tak kalah aktifnya dengan tangan si ibu. Lidahku bergerak naikturun sambil menjilati bibir kemaluannya, labia mayoranya dan semua yg ada di sekitarnya. Tangan kiriku asyik meremasi bokongnya, sedangkan jarijari tangan kananku asyik menusuki lubang mekinya. Kami terus saling merangsang sambil mendesisdesis penuh kenikmatan. Kami saling mencium, menjilat, meremas, dan menggigit dengan rakusnya.?Sampai akhirnya kami sendiripun merasa tdk tahan. Tanpa ada abaaba sebelumnya, serentak kami berubah posisi. Si ibu ambil posisi di bawah, sedangkan aku bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum?mesum, dia buka selangkangannya lebarlebar. AgenBandarCeme