Dengan SPG Elektronik

                                                                                    

Cerita Hot633 | Perkenalkan namaku Tony (nama samaran), saat ini aku berusia 27 tahun dan berprofesi sebagai wirausaha kecil-kecilan. Aku menuliskan sebuah cerita sex nyata yang pernah aku alami sendiri disitus ini karena kebetulan aku teman admin web situs dewasa ini. Kisah sex ini terjadi pada tahun 2008 akhir ketika aku masih kuliah di sebuah universitas pariwisata yang ada dibandung.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Tahun 2008 akhir adalah semester awal aku masuk kuliah, sebagai anak laki-laki yang berasal dari kabupaten kuliah dibandung adalah suatu kebanggaan tersendiri, apalagi teman-teman satu angkatanku tidak ada yang kuliah dibandung seperti aku. Aku sangat senang sekali bisa kuliah dibandung, karena selain cuacanya yang dingin disana ceweknya cantik-cantik dan putih bersih.

Dibandung aku tinggal disebuah kost yang letak kostnya hanya 300 meter dari kampusku. Jadi kalau berangkat kekampus aku hanya cukup berjalan kaki. Awal kuliah memang sangat menyenangkan, namun lama kelamaan aku menjadi bosan. Semua mahasiswa yang kuliah dikampusku memakai seragam yang sama, yang membedakan hanyalah warna jas-nya saja.

Kuliah kampusku ini memanglah sangat ketat, selain harus memakai seragam aku juga harus berangkat tepat waktu yaitu pukul 07.15. Tidak hanya itu bahkan dikampusku senioritas sangatlah penting, jika bertemu kakak kelas harus menyapa dengan panggilan ?Kak?. Membosankan buka para pembaca ??? padahal sewaktu SMA dulu aku orang yang tidak bisa diatur.

Dan semasa sekolah dulu aku sering membolos,hha. Tapi yasudahlah itu demi kebaikan dan demi merubah nasibku. Tidak terasa kuliah yang membosankan itu-pun berlalu, dan tibalah waktu liburan semester. Liburan semester bagiku adalah suatu surga dunia bagiku. Liburan smester-pun datang, tanpa menunda-nunda lagi aku segera berkemas lalu menuju kestasiun dan segera membeli tiket untuk pulang kampung.

Tiket kereta exekutif-pun aku beli pagi itu, setelah membeli tiket aku-pun masuk kedalam kereta dan duduk dikursi,

? Tuttttttttttt?. Tuttttttttttt?. Tuttttttttttt?., ? suara klakson kereta, itu tanda kereta-pun berjalan.

? Akhirnya aku-pun pulang kampung, yesss? bey kampus meyebalkan, hahaha?, ? gumamku didalam kereta dengan girangnya.

Singkat cerita, aku-pun telah sampai dirumah, seampainya dirumah karena sudah sore aku-pun segera mandi. Beberapa menit mandi aku-pun selesai lalu segera memakai kaos dan celan pendek berbahan. Stretch. Aku yang saat itu kebetulan jomblo, selama liburan yang aku lakukan hanyalah nongkrong bersama teman-teman lamaku dulu.

Tidak terasa sudah satu bulan aku dirumah, dan masa-masa membosankan dikampus 2 hari lagi akan datang lagi. Karena 2 hari lagi sudah msuk kuliah pagi itu-pun aku meminta kakak-ku mengantarku kestasiun tawang lagi, sesampainya distasiun kakak-kupun pulang kembali kerumah karena dia harus menjalani aktifitasnya sebagai wirausaha lagi.

Seperti biasa untuk membeli sebuah tiket kita pasti harus antri dulu, huh? sungguh membosankan. Ditengah panjangnya antrian tiket saat itu aku tidak sengaja melihat seorang wanita bertubuh mungil yang usianya kira-kira 24 tahun yang posisinya berada didepan 2 baris. Oh iya saat itu dulu usiaku baru 18 tahun. Dari belakang wanita itu terlihat mungil dan tubuhnya berisi sekali.

Pantatnya dari belakang terlihat bulat, semok, dan pinggangnya terlihat ramping sekali. Hal itu membuatku penasaran, dalam hatiku bertanya-tanya, dibalik tubuhnya yang sintal itu apakah dia cantik???. Beberapa saat aku mengunggu dia untuk melihat kearah belakang antrian. Tidak kusangka harapanku itu terkabul, saat itu dia-pun menengok kearah belakang.

Perfect girl man? gila para pembaca ternyata dia cantik dan kulitnya putih sekali, wow? ketika sudah melihat wajahnya seketika itu aku-pun berangan-angan,

? Andai saja dia bisa duduk dibangku yang sama denganku, pasti tidak akan aku biarkan dia lepas dari pesona asmaraku, hhe, ? ucap dalam hatiku.

Antrian demi antrian-pun telah berlalu, pada akhirnya aku-pun mendapatkan tiket kereta itu. Kubaca tiketku ternyata aku mendapat gerbong no 3 dan kursi paling belakang samping kamar mandi kereta. Setelah itu-pun aku segera masuk kedalam kereta karena kakiku terasa sedikit pegal setelah antri tiket kereta tadi. Sembari memegang tiket aku-pun berjalan sembari melihat nomer kereta.

Dan apa yang terjadi setelah aku sampai pada tempat duduku. Astaga, benar-benar terkabul harapanku tadi, gadis bertubuh mungil,sexy dan semok itu ternyata satu bangku denganku, Yesss. Sesampainya disana aku-pun segera menaruh tasku dibagasi kereta yang letaknya diatas bangku wanita idamanku itu. Saat itu karena kami satu bangku akupun mulai duduk sembari berbasa-basi,

? Eh Mbak, mbakkan yang antri tiket didepanku tadi yah, hhe?, ? ucapku menyapanya.

? Oh begitu ya mas, iya sih kyaknya mas, soalnya aku tadi juga sempet lihat mas dibelakang aku, hhe.. Oh iya ngomong-ngomong mas mau kemana nih, ? tanyanya aktif padaku.

Wah benar-benar asik nih orangnya, selain cantik,sexy, dan semok dia juga ramah sama orang,

? Oh ini mbak aku mau kebandung, kalau mbak sendiri mau kemana yah???, ? tanyaku balik.

? Lah sama dong mas aku juga mau kebandung ketempat saudaraku di daerah setiabudhi, ? ucapnya.

? Wah kebetulan banget mbak tujuan kita sama, aku juga mau ke setiabudhi, soalnya kampusku berada didaerah san, hhe? barengan aja kita nanti mbak naik taxy-nya, hhe.., ? kataku.

Memang kalau jodoh tuh nggak kemana, hhe,

? Wah boleh juga tuh mas, oh iya ngomong-ngomong nama mas siapa ? kan nggak enak mas kalau ngobrol nggak tahu namanya, hhe, ? ucapnya sembari tersenyum manis sekali.

Nih cewek perfect banget sih, udah cantik, rmah, payudara montok, tubuhnya sexy, beuhhh? tipe aku banget deh, ucapku dalam hati,
? Bener banget tuh mbak, namaku Tony mbak, ? kataku.

? Oh Mas Tony, kenalin namaku aku Sinta mas, ? ucapnya dengan seyuman yang menggoda.

Setelah saling berkenalan kami-pun mengobrol banyak sepanjang perjalan kami. Kami dengan cepatnya akrab hingga obrolan kami-pun menjadi nyaman. Selama kami mengorol sering sekali aku mencuri-curi pandang kearah dadanya, Wuihh? sunggguh putih sekali belahan buah dadanya. Aku bisa melihat belahan dadanya karena memang saat itu memakai kaos dengan bentuk leher baju V-neck.

Para pembaca tentu tahu, model kaos v-neck jika dipakai oleh wanita pasti akan terlihat belahan dadanya, entah itu payudara kecil atau besar pasti akan terlihat. Kebetulan juga tinggi badanku juga lebih tinggi dari Sinta, jadi ketika duduk dan mengobrol aku bisa melihat belahan dadanya dari atas,hhe. Melihat hal itu, otak mesum-kupun kambuh dan fantasi sexs-kupun mulai bekerja.

Sembari terus mengobrol aku berimajinasi mesum tentang Sinta. Aku berfantasi andai saja aku bisa bercinta dengan Sinta dikostku pasti enak banget yah, hha. Beberapa saat aku berimajinasi tentang sex pada akhirnya penis-kupun tiba-tiba saja berdiri,
? Aduh gimana nih bisa malu aku kalau ketahuan sama Sinta nih, ? ucapku dalam hati.

Penisku saat itu-pun semakin tegang saja, semakin kutahan semakin membesar saja penisku. Nampaknya saat itu Sinta-pun tahu dengan ereksinya penis-ku, aku merasa seperti itu karena Sinta sempat melihat kerah penis-ku yang sudah ereksi maksimal. Sebenarnya saat itu aku sempat merasa tidak enak, tapi mau gimana lagi namanya juga pria normal, hha.

Aku biarkan penis-ku berdiri dibalik celana jeans skiny-ku, bahkan saat itu sengaja aku gerak-gerakan dengan harapan Sinta terangsang melihat kejantanku,hha. Kami terus mengobrol sepanjang perjalanan kami. Saat itu karena kami sudah akrab kami-pun saling bertukar nomer handphone dan pin BB. Tidak kusangka wanita secantik ini bisa tertarik padaku, saat itu dia berkata,

? Mas Tony kalau dilihat lihat manis sekali yah, apalagi kalau mas ketawa lucu banget, matanya merem,hha?, ? ucapnya.

? Ah mbak bisa saja deh, Mbak juga cantik kog, mbak tuh mungil tapi body mbak semok banget, bikin gemes deh, hhe, ? ucapku mulai berani sedikit nakal.

? Masak sih mas, kalau gemes dicubit dong,hhe, ? ucapnya mulai menggodaku.

? Bener nih ya, ihhhhh? gemessss?,, ? ucapku sembari mencubit pipinya.

? Aduh duh? udah dong mas gemesin akunya, sakit tau pipi aku. Awas aja kalau cubit pipi aku lagi bakaln aku cium si Mas, ? ucapnya genit.

? Cubit lagi ah biar dicium, ? ucapku sembari mencubit lagi.

? Aduhhh sakit tauk? awas yah? emuuuuachhh?, ? ucapnya lalu tiba-tiba saja mencium bibirku.

Wow?. benar-benar dicium aku guest, udah gitu dimulut lagi ciumnya, hot nggak tuh, hha. Saat itu dia mencium bibirku beberapa detik saja. Aku yang tidak menyangka dicium oleh Sinta seketika itu diam dan bengong,

? Hloh diem sih Mas, kenapa ??? Mau lagi yah ??? Emuuuaccch, ? ucapnya lalu mencium aku lagi.

Gilak nih cewek liar banget ternyata, kesempatan nih buwat aku modusin dia, ucapku dalam hati,

? Wah kamu bener-bener cium aku, mantap banget ciuman kamu Mbak, hahhaha?, ? ucapku girang.

Saat itu penisku semakin tegang saja setelah dicium Sinta 2 kali. Aku sangat yakin kalau Sinta benar-benar tertarik denganku, dan kemungkinan besar aku juga bisa mengajak dia bercinta. Tanpa banyak kata Sinta-pun lalu memegang penis-ku dari luar celana,
? Dicium aja Mas bilang mantap, apalagi seperti ini, ? bisiknya sembari memegang penis-ku dari luar celana.

? Ouhhhhh? Ssssssshhh?, ? desahku pelan.

Saat itu tempat duduk kami yang berada disamping kamar mandi memungkinkan kami untuk berbuat mesum. Diremasnya penisku dengan penuh nafsu sex saat itu,

? Sssshhh? Mbak jangan disini? Ouhh, nanti kalau ketahuan penumoang lain gimana, ? ucapku sembari mendesah.

? Tenang aja Mas, lihat tuh penumpang lagi pada tidur, ? ucapnya sembari meremas penisku.

? Oh iya yah, hhe? yaudah aku tutupin selimut aja yah biar lebih aman, ? ucapku lalu mengambil selimut dan menutupi penisku yang sedang diremas Sinta.

Baru saja aku menutup dengan selimut tiba-tiba saja sudah sampai stasiun bandung, Shitttt? baru juga mau enak udah sampai aja,

? yah baru mau enak malah udah sampai, Mbak kita terusin dikost aku yah, Mbak ketempat saudaranya besok aja yyah !!!, ? ucapku memelas namun penuh birahi sex.

? Hahaha, HT (horny tanggung) ya mas, kasihan? yaudah deh aku nurut sama mas ganteng aja deh,hhe?, ? ucapnya.

? Mantap? yaduah yuk kita turun, aku udah nggak horny banget Mbak,haha?, ? ucapku.

? Okey Manis-ku, ? jawabnya singkat.

Saat itu kami-pun segera turun dari kereta dan segera mencari taksi. Setelah keluar dari stasiun ternyata sudah banyak taksi yang menawarkan, jadi kita tidak perlu susah-susah cari taksi deh. Singkat cerita kami-pun sudah sampai dikostku. Kost yang aku tempati sangat bebas sekali, jadi sekalipun aku menginapkan cewek dikostku tidak akan menjadi masalah.