Cewek Cantik Diperkosa Dengan Cara Gangbang

                                                                                       

Cerita Hot633 | Maudy adalah seorang cewek 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum. Suatu hari di sore hari Maudy terkejut melihat kantornya telah gelap.

Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Wartono dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar.

Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan, Maudy merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.

?Mau kemana Maudy??, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.

Maudy terkejut, ada Wartono dan Diman. Mereka menyeringai.

?Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..?, Maudy menyapa mereka berdua yang mendekatinya.
?Maudy, kami bakal diberhentikan besok..?, Wartono berkata.
?Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..?, Maudy menjawab.

Di luar hujan mulai turun.

?Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak?, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.
?I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..?, Maudy menjawab.

Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Wartono mencekal lengan Maudy. Sebelum Maudy tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.

?Aah! Jangan Pak!?.

Diman menarik blus warna ungu milik Maudy. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing blusnya berhamburan.

?Sekarang aja Maudy. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!?.

Wartono menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Maudy yang berwarna putih berenda. Maudy berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.

?Jangannnn! Lepaskannn!?, Maudy berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Maudy. Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Maudy. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat ini mereka sudah tak tahan lagi. Maudy menyepak Diman dengan keras.

?Eit, melawan juga si Mbak ini..?, Diman hanya menyeringai.

Maudy di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.

?Aahh! Jangan Pak! Jangannn!?, Maudy mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.

Sementara kedua tangannya terus dicekal Wartono, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Maudy. Sepatunya terlepas. Diperlakukan seperti itu, Maudy juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Maudy lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Maudy.

Maudy mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Maudy yang kencang mulai ditepuk oleh Wartono bertubi-tubi, ?Plak! Plak!?.

Tubuh Maudy memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Maudy sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.
?Sret!?, Maudy tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.

Menyusul branya ditarik dengan kasar. Maudy benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Wartono yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.

?Ouuhh! Adduhh..!?, Maudy merintih.

Seperti anjing, Wartono mulai menyodok nyodok Maudy dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Maudy hanya mampu menangis tak berdaya. Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. |