Mertuaku Yang Sudah Lama Menjanda

                                                                                     

Cerita Hot633 | Keluarga istriku terdiri dari ibunya yang tak lain adalah mertuaku. Namanya Heny, umurnya baru 38 tahun, kelahiran tahun 1964. Mertuaku yang peracik jamu ini adalah istri ketiga dari camat di kampungya dari pernikahannya yang menghasilkan tiga anak. Anak pertama Cheny, 24 tahun, bekerja pada salah satu toko swalayan di Bandung, kedua Venny yang menjadi istriku, 22 tahun, seorang karyawati di perusahaan swasta dan ketiga Nony masih 20 tahun, baru lulus SMU dan masih menganggur. Ketiga wanita inilah yang pernah menjadi santapan seksualku.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Mertuaku yang biasa kupanggil Mama ini pindah ke Bandung setelah suaminya meninggal dan tinggal di rumah anak dari istri pertama suaminya. Sebenarnya suaminya memiliki cukup banyak harta tetapi karena mertuaku kawin di bawah tangan, jadi dia tidak mendapatkan harta warisan apa-apa selain perhiasan-perhiasan dari suaminya itu. Karena ada perselisihan, mertuaku dan ketiga anaknya pindah dari rumah itu dan memulai usaha menjadi penjal jamu gendong untuk menafkahi ketiga anaknya. Namun karena sekarang ini dia merasa sudah tidak mempunyai tanggungan apa-apa lagi dan juga telah mempunyai rumah di pinggiran kota Bandung, dia sudah berhenti dari kegiatannya itu. Aku dan istri setiap akhir bulan selalu menyempatkan diri ke rumah mertuaku sekaligus membawa uang ala kadarnya sekedar untuk menambah biaya hidup sehari-hari.

Namun pada hari itu, Sabtu, entah kenapa istriku tidak enak badan dan menyuruhku pergi sendiri saja. Kubawa motorku ke arah selatan kota Bandung hingga satu jam kemudian aku sampai di rumah yang sederhana tapi kokoh itu. Rumah itu sepi namun pintunya terbuka lebar-lebar. Seperti biasanya kurebahkan tubuhku di bangku bale-bale bambu yang ada di ruang tamu untuk melepas lelah. Tak lama kemudian mertuaku datang.

?Eh, Dik Willy, sudah lama Dik??

Dia menyapaku memang kesannya basa-basi tetapi sebenarnya tidak.

?Enggak, barusan kok?, jawabku menyambut sapaannya.

?Mana Ida??, tanyanya.

?Lagi sakit, Ma. Katanya demam tuh, kusuruh istirahat saja? jawabku.

?Oh, wah, wah, wah, jangan-jangan tanda-tanda mau punya anak tuh?, ujar mertuaku senang.

Memang dia ini sangat mendambakan cucu dari pernikahan kami.

?Mudah-mudahan, Ma?

?Ya sudah, sudah makan belum. Mama punya sayur asem sama ikan asin pake sambel terasi, kamu mau nggak??, mertuaku menawariku makan.

?Iya, aku mau banget tuh?

Bergegas aku ke ruang makan dan melihat hidangan yang ditawarkannya itu masih belum disentuh siapapun. Sambil makan kami mengobrol lagi. AgenBandarCeme

?Nony ke mana Ma?? tanyaku.

?Katanya piknik sama temen-temennya ke luar kota, kemarin sore berangkatnya?

?Oh?, jawabnya.

Cerita Dewasa Bersetubuh Dengan Mertuaku Yang Janda | Memang mertuaku hanya tinggal berdua dengan Nony karena Cheny lebih memilih kost di dekat tempatnya bekerja. Kami mengobrol tentang macam-macam sampai obrolan yang nyerempet-nyerempet.

?Kamu ini sudah hampir dua tahun kok belum punya anak juga??

?Ya enggak tahu tuh, Ma?

?Apa kamunya yang nggak bisa? Kalo nggak bisa sini Mama ajarin?

?Ajarin apa, Ma??

?Mama buatin jamu biar subur?

?Ah bisa aja Mama nih?

Obrolan sengaja kupancing dan kuarahkan ke masalah seksual.

?Ma saya boleh nanya nggak??

?Apa??

?Dulu Pa?e sering dibuatin jamu nggak??

?Ya kalo lagi sakit aja?

?Untuk yang lain??

?Yang lain tuh apa??

?Jamu kuat lelaki misalnya??

?Ha, ha, ha, kamu ini ada-ada saja. Nggak usah pake begituan juga mertua lakimu itu sudah kuat, kok. Malah sebelum mati dia nambah lagi satu?

?Jadi nggak pernah sama sekali, Ma??

?Pernah sich sekali-kali. Itu juga dia yang minta?

?Terus Mamanya gimana??

?Ya tokcer lah, ha, ha, ha, eh, kamu kok tanya itu sih??

?Terus sekarang ini Mama kalo lagi pengen gimana??

Wajahnya sedikit memerah tetapi dijawabnya juga, ?Ya, banyak-banyakin aja kerjaan, ya masak, nyuci piring, nyapu pekarangan, entar juga lupa, terus sudahnya, capek, ya tidur?

?Oh?, jawabku.

?Kamu ini nanyanya ngawur, aja?

?He, he, he..?

?Sudah sore sana mandi?

?Iya Ma?

Sementara aku mandi, kurasakan penisku yang sudah berdiri tegak. Kukocok penisku sambil membayangkan tubuh mertuaku. Mertuaku ini masih lumayan kencang walau sudah memiliki anak tiga. Menurut istriku, dia rajin luluran kulit sawo matang disertai dengan minum jamu rutin. Perutnya masih cukup ramping walaupun sudah ada sedikit lipatan-lipatan lemak. Buah dadanya yang berukuran 36B itu tetap kencang karena ramuan dari luar disertai jamu-jamuan demikian juga dengan bongkahan pantatnya. Satu hal lagi, dia ini tidak pernah memakai daster, atau baju apapun. Pakaian sehari-harinya adalah kain kebaya dengan kemben yang dililit hingga dadanya. AgenBandarCeme